Ujian Tulis Jalur Khusus Pegawai-Pegawai Kemenag DIY untuk Kuliah di UNU Jogja

oleh: Minhatul Maula

31 Agustus 2017, bertempat di Aula UNU Jogja, para pegawai dari kemenag hadir untuk melaksanakan ujian tulis di UNU Jogja. Sebelum diadakanya ujian tulis, rektor UNU Jogja Prof. Purwo santoso, memberikan sedikit pengarahan kepada para calon mahasiswa yang berasal dari pegawai kemenag. Beliau memaparkan beberapa permasalahan yang ada di Jogja. Salah satunya adalah terwujudnya UNU Jogja yang mempunyai keunggulan karena bisa menyejahterakan pegawai-pegawai Kemenag dengan izin belajar untuk memperoleh pendidikan. Pendidikan yang paling penting adalah pendidikan untuk melestarikan kearifan local.  Kearifan local yang ada di Jogja harus dilestarikan diantarnya melalui bidang pendidikan. Dengan pendidikan, kearifan local yang identic dengan kraton dapat terjaga melalui yang diberikan kepada para pegawai-pegawai kemenag yang belum sempat melanjutkan studi jenjang S1. Masyarakat jogja yang tinggal di Jogja harus ikut serta menjaga. Kesalahan masyarakat saat ini adalah bahwa hanya pihak kraton saja yang menjaga kearifan local, akan tetapi masyarakat harus ikut andil untuk menjaganya melalui 3 pilihan prodi yang disediakan di UNU Jogja. Pilihan-pilihan prodi tersebut adalah prodi Dirasah Islamiyah, Prodi Managemen, dan prodi teknik informatika.

Ketua kemenag DIY juga hadir di dalam ujian tersebut untuk mendampingi para calon-calon mahasiswa yang akan mengikuti ujian. Peserta tersebut diantaranya adalah pegawai KUA, penyuluh, maupun guru-guru MI di DIY. Adapaun wilayah yang mengikuti ujian tersebut adalah, kemenag Gunung Kidul, Kemenag Kulon Progo, Kemenag Bantul, dan Kemenag Sleman. Peserta yang mengikuti ujian khusus  ini berjumlah ratusan. Antusias tersebut terlihat dari penuhnya kursi ujian yang disediakan. Ujian yang diawali dan dibuka oleh Kepala Kemenag Muhammad Lutfi Hamid, M.Ag sangat senang karena mendapat kehormatan atas kepercayaan UNU Jogja untuk memberi kesempatan seluas-luasnya kepada Kemenag untuk menimba ilmu di UNU Jogja. Beliau melanjutkan bahwa kompetisi pekerjaan saat ini sangatlah penting, maka dari itu, pegawai kemenag yang belum meneruskan pendidkan jenjang S1 harus segera melakukan dan melanjutkan pendidikan untuk meningkatkan nilai kinerja pegawai. Sehingga, para penyuluh maupun pegawai mempunyai kemampuan lebih untuk mendampingi masyarakat