Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta bersama dengan Kementrian Agama Republik Indonesesia (kemenag) menyelenggarakan dialog interaktif pada Rabu, 19 Mei 2020 lalu. Dialog yang dihadiri oleh segenap civitas akademika dari Nahdlatul Ulama (NU) dan beberapa kalangan ini diharapkan bisa mendorong dakwah NU untuk negeri di tengah kegelisahan masyarakat terhadap hubungan negara dan agama.

Wakil Menteri Agama RI Zainut Tauhid Sa’adi mengatakan UNU Yogyakarta sebagai kampus kader yang membawa rahmatan lil alamin sangat berkontribusi untuk menyelelaraskan hubungan masyarakat dengan negara. Munculnya kegelisahan ini disinyalir atas adanya beberapa kelompok kecil yang nyaring di masyarakat, sedangkan kelompok mayoritas seolah-olah tidak bisa menyuarakan dengan lantang, padahal melihat secara historis Indonesia bisa berdiri dari perjuangan para ulama.

Wamenag menambahkan kontribusi para ulama tidak perlu diragukan lagi. Kontribusi ulama melalui NU yang luar biasa itu bisa menyelaraskan antara agama dan negara. Kontribusi itu sangat berguna untuk hidup bersama di negara yang plural dari aspek budaya adat istiyadat, bahasa hingga etnis.

Wakil Rektor I UNU Yogyakarta, Dr. Abdul Ghoffar, MBA, menambahkan bahwa UNU Yogyakarta merupakan amanah PBNU di bidang akademik sebagai kader profesional guna berkontribusi lebih besar di dunia islam. Lahirnya UNU membawa misi besar sebagaimana muktamar di Jombang dengan semboyan “Islam Nusantara, Membawa Islam yang Tawasuth dan Tasamuh”. UNU saat ini sudah memiliki pesantren dengan jadwal pengajaran penuh bagi Fakultas Dirasah Islamiyah untuk mengkader mahasiswa yang disiapkan bagi masyarakat, oleh karena itu UNU memiliki misi besar yakni menjadikan nilai santri sebagai pola hidup masyarakat guna ikut serta mendidik sebagaimana yang diharapkan oleh pemerintah. (Latifah)