WAMENAG AJAK MASYARAKAT OPTIMIS HADAPI COVID-19

Wakil Meteri Agama Republik Indonesia Zainut Tauhid Sa’adi mengajak masyarat optimis menghadapi situasi Covid-19. Dalam ceramah halal bihalal online yang diselenggarakan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta Sabtu 13 Juni lalu. Wamenag mengatakan kondisi saat ini, bagi orang yang optimis akan bisa menjadi berkah, namun berbeda bagi orang yang pesimis bisa menjadi bala.

“Ini momentum luar biasa diera disrupsi dan new normal, dimana era disrupsi menuntut adanya kreatifitas dan inovasi serta adaptasi terhadap perubahan untuk mengantarkan orang tetap eksis hingga global. Di sisi lain era new normal seperti ini telah menjadi momentum tepat agar kita berkomitmen baru dan tidak berfikir konvensional”

Lebih lanjut Wamenag menjelaskan,”Saat ini kita memiki dua pilihan, mengisolasi diri atau berdamai dengan situasi”

“Mengisolasi diri membuat kita tidak bisa berbuat banyak, berbeda bila kita mau berdamai dengan situasi, artinya kita bisa beradaptasi dengan covid-19 sehingga perlu memberlakukan MoU (read: aturan) baru untuk aktivitas kehidupan sehari-hari, agar memberikan dampak positif. Sebagaimana yang selalu disampaikan oleh KH. Maruf Amin: al-ishlah ila ma huwal ashlah tsummal ashlah fal ashlah, yakni sebuah proses perbaikan yang terus berkelanjutan dan tidak berhenti. Disini UNU Jogja harus mengambil peran untuk mendorong mahasiswanya melakukan percepatan baru”

Selanjutnya Wamenag menegaskan bahwa Covid-19 memaksa masyarakat untuk beralih dari peradaban lama ke peradaban baru. Dimana masyarakat  dituntut untuk hidup hemat, sehat dan bahkan dituntut terbuka terhadap teknologi informasi.

“Saat ini waktunya menyatukan komitmen pada kepentingan bangsa. Dimana wabah ini secara tidak langsung telah menegur sifat individualisme dan materialistik yang mengabaikan ras kemanusiaan. Oleh karena itu kita harus bangkit dengan pandangan dan komitmen baru sebagai makhluk Allah SWT yang tawadhu dan bermoral untuk kesejahteraan bagi seluruh alam” jelasnya. (Latifah)