Akuntansi UNU Gelar Kuliah Umum Pasar Modal

Akuntansi UNU Gelar Kuliah Umum Pasar Modal

Program Studi (Prodi) Akuntansi Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) mengelar Kuliah Umum Pasar Modal dengan tajuk “Mengenal Investasi Pasar Modal”. Selain dalam rangka memasuki perkuliahan Sub Blok Pasar Modal, kegiatan kuliah umum ini juga untuk memperkuat kerjasama Prodi Akuntansi UNU Yogyakarta dengan berbagai BUMN yang tentunya bergerak di bidang ekonomi keuangan. Acara kuliah umum ini terbuka untuk umum dan dilaksanakan pada Rabu 18 Juli 2018. Kegiatan ini di isi langsung oleh Bondan Pristiwandana selaku Direktur PT Danareksa (Persero) serta Dyah Kartika Rini selaku Komisaris PT Danareksa (Persero).

Menurut Ketua Panitia Bambang Arianto “dalam kuliah umum ini para mahasiswa UNU Yogyakarta akan dikenalkan bagaimana melakukan investasi dipasar modal baik secara syariah maupun konvensional.  Sehingga dari kegiatan ini para mahasiswa UNU Yogyakarta dapat lebih memahami dan mengenal secara komprehensif proses investasi pasar modal di Indonesia. Bahkan kami berharap akan banyak terbentuk kelompok diskusi pasar modal dikalangan mahasiswa perguruan tinggi NU di Indonesia, sebab dinamika pasar modal dekade terakhir baik di Indonesia maupun internasional kian terus berkembang”

“Sedangkan menurut Dyah Kartika Rini selaku komisaris PT Danareksa bahwa Danareksa merupakan sebuah BUMN yang juga memiliki berbagai divisi penelitian. Divisi ini yang kemudian dapat direlasikan dengan semua stakeholder termasuk perguruan tinggi. Dengan harapan hasil penelitianya bisa ikut menganalisa kondisi investasi yang terjadi di Indonesia. Selain itu hasil riset tersebut akan dilaporkan kepada investor, sehingga hal inilah yang kemudian dapat mengundang banyak investor untuk berinvestasi di Indonesia.

Selain itu menurut Dyah Kartika Rini, Indonesia merupakan negara yang kondisi keuangannya sangat bergantung pada keuangan global. Namun ketika saat ini ada gejolak perang dagang antara Amerika Serikat dengan China. Hal itu sangat menghawatirkan Indonesia., sebab akan berimbas terhadap nilai tukar rupiah. Oleh sebab itu dalam kondisi seperti ini pemerintah Indonesia akan lebih baik dapat menjaga makro ekonomi agar tetap stabil, mengingat trade war ini kan variabel yang mempengaruhi begitu banyak. Termasuk pemerintah Joko Widodo juga harus menjaga kondisi keuangan Indonesia agar tetap terjaga kestabilannya.

Close Menu