Pengaruh Kebijakan Moneter dan Kebijakan Fiskal Terhadap Pertumbuhan Kepariwisataan di Daereh Istimewa Yogyakarta
Oleh:
Budi Sutiono Pratama Nugraha
Jurusan Manajemen, Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta
Pertumbuhan ekonomi suatu negara selama ini memiliki tujuan untuk mencapai kesejahteranan hidup masyarakat secara berkelanjutan. Kegiatan ekonomi masyarakat menjadi tolak ukur, untuk mengetahui tingkat kesejahteran suatu negara atau daerah. Pembangunan dan pertumbuhan ekonomi, tidak dapat dipisahkan sehingga tetap perlu menjaga peran ekonomi di kawasan ini. Sesuai dengan pertumbuhan ekonomi agar tetap pada tren positif, interaksi yang diperlukan antara kebijakan moneter dan fiskal. Namun, kedua kebijakan tersebut memiliki otoritas yang berbeda. Jika kebijakan moneter lebih dikendalikan oleh pemerintah pusat, kebijakan fiskal dengan desentralisasi fiskal memiliki dua elemen dari pusat dan daerah. Interaksi antara kebijakan moneter dan fiskal diyakini memberikan pengaruh yang baik untuk pertumbuhan diberbagai bidang ekonomi daerah tersebut. Oleh karena itu, dalam penelitian ini ditemukan bahwa stabilitas Kebijakan Moneter dan Kebijakan Fiskal memiliki pengaruh positif terhadap
pertumbuhan bidang Pariwisata, khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta yang menjadi objek Pertumbuhan ekonomi suatu negara selama ini memiliki tujuan untuk mencapai kesejahteranan hidup masyarakat secara berkelanjutan. Kegiatan ekonomi masyarakat menjadi tolak ukur, untuk mengetahui tingkat kesejahteran suatu negara atau daerah.