Bedah Buku “Imajinasi The Future Society”, Sumbangsih Pemikiran NU dan UNU Jogja untuk Masa Depan
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 2 Apr, 2026
Est. 2 Menit

Yogyakarta, Indonesia - Sejauh mana umat Islam terutama warga nahdliyin siap menghadapi masa depan beserta segala dinamika dan perubahannya? Lantas kontribusi apa yang bisa diberikan kalangan nahdliyin dalam mewujudkan masyarakat masa depan yang sesuai dengan nilai-nilai Islam?
Sejumlah pertanyaan itu mengemuka dalam bedah buku “Imajinasi The Future Society: Pandangan Para Aktivis Nahdliyyin” yang digelar di Kampus UNU Jogja, Kamis (2/4). Agenda ini mengangkat tema “Nahdliyyin dan Masa Depan Umat: Membaca Ulang Tradisi, Inovasi, dan Tantangan Peradaban Baru”.
Sebagai salah satu pembicara, dosen Fakultas Dirasah Islamiyah (FDI) UNU Jogja, Muhyidin, menyatakan buku yang berisi kumpulan tulisan sejumlah aktivis dan akademisi Nahdlatul Ulama (NU) tersebut mampu memberi gambaran tentang peran Islam dan NU untuk masa depan.
“Buku ini mampu mengisi gap dan menghubungkan antara NU dan isu-isu masa depan yang selama ini baru dibahas oleh akademisi atau aktivis nahdliyin. Harus kita akui, para kiai dan kalangan pesantren belum banyak membahas tema ini,” paparnya.
Muhyidin menyatakan kondisi itu merujuk pernyataan Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf di Muktamar Pemikiran NU 2023 yang melatari terbitnya buku ini. Ia kemudian juga mengulas tulisan-tulisan lain mengupas relasi Islam dan masa depan dari berbagai aspek dan sudut pandang.
Sejumlah perspektif itu terentang dari aspek sejarah dan teknologi, relasi keluarga dan kolektivitas, agama dan negara, hingga tinjauan dari kitab klasik dan ihwal ekologi. Dua topik yang disebut terakhir ini masing-masing ditulis oleh sivitas UNU Jogja, Muammar Zayn Qaddafy dan Suhadi Cholil.
Muhyidin juga menggaribawahi tulisan yang disusun oleh Rektor UNU Jogja 2022-2026 Widya Priyahita dan Dekan FDI Hamdi Putra Ahmad yang bertajuk “NU Abad Kedua: Menjadi Agen Tranformasi di Era Teknologi dan Krisis Global”.
“Tulisan ini merupakan kritik yang paling menohok sekaligus memberikan rekomendasi konkret bagi NU untuk menghadapi masa depan. Misalnya dengan membangun lembaga fikih futuristik dan memodernisasi pesantren sebagai ekosistem pengetahuan baru,” katanya.
Adapun pembicara lainnya, Dekan FDI UNUSIA Jakarta Ahmad Suaedy, menyoroti potensi besar NU melalui kaidah Ahlussunah wal Jamaah (Aswaja) untuk menjadi bagian penting masyarakat masa depan yang menekankan prinsip kesetaraan.
“Aswaja NU ini bisa menjadi basis spiritualitas karena basis keilmuannya jelas. Prinsip kesetaraannya juga telah mentradisi dan kolektivitasnya kuat. Tinggal kita tunggu inovasi-inovasi yang dilahirkan terutama dari kampus-kampus UNU sebagai pusat inovasi yang menginspirasi jamaah NU,” tuturnya. [Arif]
Bagikan
Berita Terkait

UNU Jogja Peringati Harlah ke-9, Tandai Fase Konsolidasi untuk Perkokoh Laju Akselerasi
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 12 Mar, 2026 | Durasi. 3 Menit

Halalbihalal UNU Jogja, Momen Kuatkan Silaturahmi dan Tingkatkan Kinerja
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 31 Mar, 2026 | Durasi. 2 Menit

Ngaji Civitas Putri UNU Jogja: Menguatkan Relasi Sosial Berbasis Kitab As Sittin al 'Adliyyah Karya Asy Syaikh Faqihuddin Abdil Qodir
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 25 Feb, 2026 | Durasi. 2 Menit
Berita Populer
UNU Jogja Peringati Harlah ke-9, Tandai Fase Konsolidasi untuk Perkokoh Laju Akselerasi
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 12 Mar, 2026 | Durasi. 3 Menit
Mahasiswa Jurusan PGSD UNU Jogja Raih Juara 3 Kompetisi Dai di Tingkat DIY
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 9 Mar, 2026 | Durasi. 2 Menit
Civitas UNU Jogja Borong Prestasi dalam ANUGERAH LPTNU 2026
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 10 Mar, 2026 | Durasi. 3 Menit
Jelajahi Masa Depan Industri Olahraga di GSIC Summit APAC 2026!
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 5 Mar, 2026 | Durasi. 2 Menit
