Belajar dari Pemadaman Listrik: Dosen UNU Jogja Jelaskan Mengapa Pemulihan Membutuhkan Waktu
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 29 Jun, 2026
Est. 4 Menit

Yogyakarta, Indonesia – Pemadaman listrik yang terjadi di sejumlah wilayah beberapa waktu lalu tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya memahami bagaimana sistem kelistrikan bekerja. Di balik padamnya aliran listrik, terdapat proses teknis yang kompleks yang sering kali belum banyak diketahui oleh masyarakat.
Dosen jurusan Teknik Elektro Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta (UNU Jogja), Bledug Kusuma, S.T., M.T., menjelaskan bahwa sistem kelistrikan merupakan jaringan yang saling terhubung. Ketika terjadi gangguan berskala besar, proses pemulihan tidak sekadar menyalakan kembali pembangkit atau jaringan, melainkan harus melalui tahapan yang dilakukan secara bertahap agar sistem kembali stabil dan aman.
"Sering kali masyarakat mengira listrik dapat langsung dinyalakan kembali seperti menekan saklar. Padahal, sistem tenaga listrik memiliki prosedur operasi yang harus dijalankan agar tidak menimbulkan gangguan lanjutan," jelasnya.
Menurut Bledug, pada pembangkit listrik tertentu, termasuk pembangkit berbahan bakar batu bara, terdapat proses operasional yang membutuhkan waktu sebelum pembangkit dapat beroperasi secara optimal. Oleh karena itu, pemulihan pasokan listrik dipengaruhi oleh berbagai aspek teknis yang harus dipastikan berjalan sesuai standar keselamatan dan keandalan sistem.
Ia menilai, di tengah berbagai informasi yang beredar di media sosial, masyarakat perlu mengedepankan sikap kritis dengan mencari informasi dari sumber resmi serta memahami bahwa gangguan pada sistem kelistrikan tidak selalu memiliki penyebab yang sederhana.
"Yang paling penting adalah masyarakat memperoleh informasi yang utuh sehingga tidak mudah menarik kesimpulan sebelum seluruh fakta diketahui," ujarnya.
Alur Listrik: Mengapa Pemulihan Membutuhkan Waktu?
Listrik yang digunakan masyarakat setiap hari berasal dari sistem yang saling terhubung, mulai dari pembangkit, jaringan transmisi tegangan tinggi, gardu induk, jaringan distribusi, hingga akhirnya masuk ke rumah-rumah pelanggan. Seluruh komponen tersebut bekerja sebagai satu kesatuan sehingga gangguan pada salah satu bagian dapat mempengaruhi sistem secara lebih luas.
Bledug menjelaskan bahwa ketika terjadi gangguan berskala besar, proses pemulihan dilakukan secara bertahap. Pembangkit harus dipastikan siap beroperasi, jaringan transmisi diperiksa kembali, kemudian aliran listrik disalurkan secara perlahan ke berbagai wilayah hingga sistem benar-benar stabil.
Proses tersebut dilakukan untuk menjaga keamanan peralatan kelistrikan serta mencegah gangguan susulan yang dapat memperpanjang proses pemulihan. Oleh karena itu, listrik tidak dapat langsung dinyalakan secara bersamaan seperti menyalakan saklar di rumah.
Selain kesiapan jaringan, setiap pembangkit juga memiliki karakteristik operasional yang berbeda. Hal ini membuat proses pemulihan sistem kelistrikan harus mempertimbangkan berbagai aspek teknis agar pasokan listrik dapat kembali andal dan aman bagi masyarakat.
Langkah Sederhana Menghadapi Pemadaman Listrik
Selain meningkatkan literasi energi, Bledug juga mengajak masyarakat untuk membangun kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat, termasuk saat terjadi pemadaman listrik. Menurutnya, kesiapan sederhana di tingkat rumah tangga dapat membantu mengurangi dampak gangguan listrik terhadap aktivitas sehari-hari.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan masyarakat antara lain:
- Menyediakan lampu darurat atau senter yang mudah dijangkau.
- Menjaga daya cadangan telepon seluler dan power bank.
- Menyimpan air bersih dan kebutuhan pokok secukupnya.
- Mengurangi frekuensi membuka kulkas agar suhu tetap terjaga saat listrik padam.
- Mencabut peralatan elektronik yang sensitif apabila terjadi pemadaman untuk mengurangi risiko kerusakan akibat lonjakan tegangan saat listrik kembali menyala.
- Mengikuti informasi resmi dari penyedia layanan kelistrikan dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.
Lebih jauh, Bledug menilai bahwa peristiwa seperti ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya ketahanan energi. Salah satunya dengan membangun kebiasaan menggunakan listrik secara efisien, mengenal alternatif sumber energi sesuai kebutuhan, serta tidak sepenuhnya bergantung pada listrik dalam setiap aktivitas.
"Ketergantungan yang terlalu tinggi terhadap listrik membuat aktivitas masyarakat menjadi sangat rentan ketika terjadi gangguan. Karena itu, kesiapan dan pemahaman menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan energi di tingkat masyarakat," katanya.
Sebagai kampus di Jogja yang berkomitmen memperkuat literasi masyarakat melalui pendekatan akademik, UNU Jogja meyakini bahwa pemahaman yang baik mengenai sistem energi merupakan salah satu fondasi penting dalam membangun masyarakat yang adaptif dan berdaya.
Melalui kajian akademik dan edukasi publik, kampus dapat membantu masyarakat memahami berbagai isu ketenagalistrikan secara lebih objektif, berbasis ilmu pengetahuan, serta mendorong masyarakat agar lebih siap menghadapi berbagai kondisi darurat.
Peristiwa pemadaman listrik pada akhirnya tidak hanya menjadi tantangan bagi penyedia layanan ketenagalistrikan, tetapi juga menjadi pengingat bahwa membangun ketahanan energi merupakan tanggung jawab bersama. Dengan memahami cara kerja sistem kelistrikan, menggunakan energi secara bijak, dan meningkatkan kesiapsiagaan, masyarakat dapat menjadi bagian dari terciptanya sistem energi yang lebih tangguh dan berkelanjutan. [Latifah]
Bagikan
Berita Terkait

Mahasiswa Manajemen UNU Jogja Gelar Inklusif Inspire, Dukung Pengembangan Potensi Anak Penyandang Disabilitas
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 16 Jul, 2026 | Durasi. 3 Menit

Dosen UNU Jogja Resmi Sandang Gelar Profesi Insinyur, Perkuat Kompetensi Akademik
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 15 Jul, 2026 | Durasi. 3 Menit

Belajar dari Kasus Penyekapan Perempuan di Jawa Barat: Mengapa Penting Mengenali Tanda-Tanda Kekerasan dalam Relasi?
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 2 Jul, 2026 | Durasi. 4 Menit
-1782888641750.png?alt=media&token=134096a3-810f-4d92-a4e1-d18d14fd78c6)
Dr. Nur Hidayah, Dosen SII UNU Jogja, Raih Hibah Visiting Research LPTNU untuk Teliti Invisibilitas Maturidiyah di Pesantren Nusantara
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 1 Jul, 2026 | Durasi. 3 Menit
