Dewan Etik UNU Jogja Gus Hilmy Tekankan Relevansi Peran Nahdlatul Ulama bagi Bangsa pada Peringatan Harlah ke-100 NU
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 2 Feb, 2026
Est. 3 Menit

Yogyakarta, Indonesia –Nahdlatul Ulama (NU) memasuki usia ke-100 tahun pada momentum yang sarat makna historis dan kebangsaan. Satu abad perjalanan NU mencerminkan peran panjang organisasi ini dalam membangun kehidupan keagamaan, sosial, dan nasional. Tonggak ini menjadi refleksi penting untuk memperkuat kembali kontribusi NU bagi masyarakat di berbagai bidang kehidupan.
Hal tersebut ditegaskan Dewan Etik UNU Jogja, Dr. H. Hilmy Muhammad, M.A. (Gus Hilmy). Ia mendorong agar peran NU tetap relevan bagi bangsa dan negara. Di lingkungan Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta (UNU Jogja), gagasan tentang relevansi organisasi dan pelayanan masyarakat juga menjadi bagian dari semangat pengembangan kampus sebagai perguruan tinggi yang tumbuh bersama masyarakat.
Menurutnya, sejak awal berdiri, NU tidak hanya mengurusi persoalan keagamaan, tetapi juga kebangsaan dan kemanusiaan. Karena itu, eksistensi NU menuntut keberanian untuk terus memberi manfaat dalam berbagai situasi sosial.
“NU sudah berusia 100 tahun. Kita tidak hanya ingin NU hidup 100 tahun lagi, tapi hidup sampai akhir zaman. Kalau NU ingin hidup, maka harus relevan. Relevan itu artinya hadir dan melayani,” ujar Gus Hilmy, yang juga Katib Syuriah PBNU, di hadapan pengurus NU se-Kabupaten Bantul pada peringatan Harlah 100 Tahun NU di Aula Kantor PCNU Kabupaten Bantul, Jumat (30/1).
Untuk menggambarkan relevansi NU, Gus Hilmy menyitir lagu Lir-ilir. Menurutnya, lagu Jawa ciptaan Sunan Kalijaga pada abad ke-16 itu masih kontekstual hingga hari ini dalam menggambarkan NU di usia seabad.
“Lir-ilir, lir ilir, tandure wus sumilir. Bangunlah, bangkitlah, tanaman sudah mulai berbunga. Masyarakat sudah mau ber-NU, kader-kadernya sudah menetas. Tak ijo royo-royo, NU sudah menyebar luas. Tak sengguh penganten anyar, gairahnya seperti pengantin baru,” terangnya.
Gus Hilmy mengingatkan agar NU tidak kehilangan peran di tengah kemajuan sumber daya kader. Ia menyinggung banyaknya kader NU yang kini berkiprah sebagai insinyur, dokter, birokrat, dan politisi. Kondisi tersebut, menurutnya, harus diiringi dengan keberanian memperbaiki layanan serta tata kelola organisasi.
“Kader-kader NU berdiaspora dan kini menempati posisi strategis. Ini menjadi sumber daya yang perlu ditata agar berkontribusi secara jelas, nyata, dan terorganisasi,” kata Gus Hilmy.
Ia juga menyoroti pentingnya profesionalisme dalam pelayanan organisasi. “Kita tidak cukup hanya bangga memiliki sekolah atau klinik, tetapi dikelola seadanya tanpa disiplin dan kesungguhan. Jangan salahkan orang jika kemudian berpindah ke lain hati. Kita tidak bisa lagi sekadar ‘jualan bendera’, tetapi harus diimbangi keseriusan dalam pelayanan dan pengelolaan,” ungkapnya.
Selain itu, Gus Hilmy mengajak NU melahirkan terobosan baru yang menyentuh kebutuhan masyarakat, khususnya generasi muda. Mulai dari bimbingan belajar, ruang kreativitas, hingga produksi konten digital yang mengangkat sejarah lokal, nilai keislaman, dan tradisi NU.
Dalam penutup, Gus Hilmy menekankan pentingnya sinergi antara NU, pemerintah daerah, dan berbagai elemen masyarakat. Konsolidasi internal serta kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi syarat utama agar NU tetap berperan dalam mengawal Indonesia menuju peradaban yang mulia.
“Sinergi dan kolaborasi harus terus dijaga, baik internal maupun dengan berbagai pihak. Kita tidak mungkin membangun negara sendirian. Kita butuh banyak orang untuk membangun negara. Mumpung padang rembulane, mumpung jembar kalangane,” pungkas Gus Hilmy.
UNU Jogja sebagai kampus Jogja di bawah naungan Nahdlatul Ulama juga terus berupaya menerjemahkan nilai-nilai ke-NU-an dalam dunia pendidikan tinggi. Melalui penguatan akademik, kolaborasi lintas sektor, dan pengabdian kepada masyarakat, kampus ini berkomitmen menjadi bagian dari upaya NU menjaga relevansi peran di tengah perkembangan zaman. [Latifah]
Bagikan
Berita Terkait

UNU Jogja Peringati Harlah ke-9, Tandai Fase Konsolidasi untuk Perkokoh Laju Akselerasi
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 12 Mar, 2026 | Durasi. 3 Menit

Bedah Buku “Imajinasi The Future Society”, Sumbangsih Pemikiran NU dan UNU Jogja untuk Masa Depan
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 2 Apr, 2026 | Durasi. 2 Menit

Halalbihalal UNU Jogja, Momen Kuatkan Silaturahmi dan Tingkatkan Kinerja
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 31 Mar, 2026 | Durasi. 2 Menit

Ngaji Civitas Putri UNU Jogja: Menguatkan Relasi Sosial Berbasis Kitab As Sittin al 'Adliyyah Karya Asy Syaikh Faqihuddin Abdil Qodir
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 25 Feb, 2026 | Durasi. 2 Menit
Berita Populer
UNU Jogja Peringati Harlah ke-9, Tandai Fase Konsolidasi untuk Perkokoh Laju Akselerasi
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 12 Mar, 2026 | Durasi. 3 Menit
Mahasiswa Jurusan PGSD UNU Jogja Raih Juara 3 Kompetisi Dai di Tingkat DIY
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 9 Mar, 2026 | Durasi. 2 Menit
Civitas UNU Jogja Borong Prestasi dalam ANUGERAH LPTNU 2026
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 10 Mar, 2026 | Durasi. 3 Menit
Jelajahi Masa Depan Industri Olahraga di GSIC Summit APAC 2026!
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 5 Mar, 2026 | Durasi. 2 Menit
