Member Logo

Dosen UNU Jogja Jadi Narasumber dalam Pelatihan Penyusunan RPS Berbasis OBE di Fakultas Agama Islam Universitas Islam Lamongan

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 2 Sep, 2026

Est. 4 Menit

Dosen UNU Jogja Jadi Narasumber dalam Pelatihan Penyusunan RPS Berbasis OBE di Fakultas Agama Islam Universitas Islam Lamongan

Yogyakarta, Indonesia - Jelang tahun ajaran baru 2026/2027, berbagai universitas memulai merancang berbagai skema pembelajaran untuk mendorong kualitas hasil pembelajaran bagi mahasiswa. Salah satunya dilakukan melalui penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang berorientasi pada capaian pembelajaran mahasiswa. 

 

Perspektif tersebut menjadi pembahasan penting bagi Fakultas Agama Islam Universitas Islam Lamongan dalam agenda Pelatihan Penyusunan RPS Berbasis Outcome Based Education (OBE) di Yogyakarta, Rabu (2/9). Agenda diskusi menghadirkan Direktur Inovasi Akademik dan Kurikulum Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta (UNU Jogja), Harisna Hikmah sebagai narasumber, untuk berbagi pengetahuan dalam mengelola RPS Berbasis OBE di UNU Jogja.    

 

Dalam diskusi, Harisna Hikmah menjelaskan, sejak Permendiktisaintek nomor 10 tahun 2026 menyempurnakan Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025, terdapat banyak peraturan yang harus menjadi insight bagi universitas. Khususnya pada sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi melalui penguatan pembelajaran, akreditasi, pengakuan internasional, dan tata kelola BAN-PT serta LAM.

 

Baca juga : UNU Jogja Dorong Dosen Tingkatkan Publikasi Global melalui Workshop from Research to Global Publication

 

“Karena itu, kita sebagai dosen didorong untuk terus melakukan penyesuaian dan evaluasi. Ini diharapkan agar capaian-capaian akademik dapat terpenuhi dan sampai pada target pembelajaran,” katanya.

 

Ia memaparkan bahwa UNU Jogja sangat memperhatikan proses pembelajaran pada tiga hal. Pertama, capaian pembelajaran, yang dilakukan dengan menetapkan tujuan belajar secara jelas sebagai target kompetensi mahasiswa. Kedua, strategi dan metode pembelajaran, komponen ini menjadi penting guna menentukan jalur dan cara yang paling efektif untuk mentransformasikan pengetahuan dan keterampilan agar mencapai tujuan belajar. Ketiga, evaluasi dan penilaian, guna menyusun mekanisme penilaian yang sahih untuk mengukur sejauh mana capaian pembelajaran telah terpenuhi.

 

Selain itu Harisna menekankan pentingnya dosen memahami komponen utama dalam penyusunan RPS. Menurutnya, RPS tidak hanya berfungsi sebagai dokumen administratif, tetapi menjadi instrumen penting dalam memastikan proses pembelajaran berjalan sesuai dengan capaian yang telah ditetapkan. 

 

Ia menjelaskan, ada sepuluh komponen RPS yang harus diperhatikan oleh dosen. Pertama, dosen perlu mengidentifikasi identitas detail dari setiap mata kuliah yang meliputi nama program studi, nama dan kode mata kuliah, semester, bobot SKS, nama dosen pengampu dan juga deskripsi mata kuliah.

 

Baca juga : Meneladani Rasulullah SAW, UNU Jogja Ajak Civitas Perkuat Kecintaan dan Keteladanan

 

Kedua, capaian pembelajaran. Ketiga, materi dan bentuk alokasi pembelajaran. Keempat, metode pembelajaran. Kelima, pengalaman belajar mahasiswa.

 

Selain kelima komponen tersebut, terdapat lima komponen lainnya, yaitu  penentuan akses media pembelajaran, metode penilaian, daftar referensi, otorisasi dan juga komponen pendukung lainnya yang diperlukan dalam penyusunan RPS.

 

Lebih detail, ia menyoroti tentang Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) dan Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) sebagai salah satu komponen yang perlu disoroti. “Capaian-capaian ini adalah tujuan utama dari Permendiktisaintek nomor 10 tahun 2026,” katanya.

 

Agar penyusunan RPS berbasis OBE dapat berjalan optimal, dosen juga perlu memahami penilaian dalam OBE dengan Indikator Kinerja Utama (IKU) 7. Di UNU Jogja, saat ini implementasi penilaian berbasis OBE didukung oleh aplikasi SiOBA. Aplikasi ini sangat membantu dosen dalam menghitung ketercapaian CPMK dan CPL secara lebih terukur. 

 

Harisna juga menilai perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan seperti Artificial Intelligence (AI), dapat dimanfaatkan untuk membantu dosen dalam penyusunan RPS secara lebih efisien. Namun, pemanfaatannya tetap perlu disertai kemampuan dosen dalam memberikan instruksi dan juga melakukan verifikasi atas hasil yang diperoleh AI.   

 

“Saat ini teknologi telah memberikan banyak kemudahan untuk mengefisiensikan waktu, kita sebagai pembelajar tentu tidak menutup mata. AI dapat kita manfaatkan sebagai alat bantu kerja kita dengan otoritas kendali ada pada kita agar hasilnya sesuai dengan kebutuhan pembelajaran,” pungkasnya.*

 

Reporter : Latifah

Bagikan

Berita Terkait

Penelitian Dosen UNU Jogja tentang Bahasa Arab dan ChatGPT Bakal Dipresentasikan di Konferensi Asia Tenggara

Penelitian Dosen UNU Jogja tentang Bahasa Arab dan ChatGPT Bakal Dipresentasikan di Konferensi Asia Tenggara

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 25 Sep, 2026 | Durasi. 3 Menit

Living Labs Banda Neira, Inovasi Kolaboratif UNU Jogja Berikan Dampak Nyata ke Timur Indonesia

Living Labs Banda Neira, Inovasi Kolaboratif UNU Jogja Berikan Dampak Nyata ke Timur Indonesia

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 9 Sep, 2026 | Durasi. 4 Menit

Prodi Agribisnis UNU Jogja dan IPB University Kolaborasi Kembangkan Ekosistem Wakaf Agraria

Prodi Agribisnis UNU Jogja dan IPB University Kolaborasi Kembangkan Ekosistem Wakaf Agraria

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 8 Sep, 2026 | Durasi. 4 Menit

UNU Jogja dan INSIMA Gelar Konferensi Internasional, Hadirkan Akademisi dari Benua Asia hingga Eropa

UNU Jogja dan INSIMA Gelar Konferensi Internasional, Hadirkan Akademisi dari Benua Asia hingga Eropa

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 7 Sep, 2026 | Durasi. 4 Menit

Berita Populer

Mewakili DIY, Agung Putra Darmara, Mahasiswa Prodi Manajemen UNU Jogja Raih Juara Harapan 2 Duta Genre Indonesia 2026

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 25 Sep, 2026 | Durasi. 6 Menit

Mahasiswa UNU Jogja Lolos Seleksi Program P2MW dan Peserta KMI Expo XVII Tahun 2026

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 15 Sep, 2026 | Durasi. 3 Menit

Mahasiswa dan Alumni UNU Jogja Ikuti Coinfest Asia 2026, Bersama Techie 90 Negara Tentukan Arah Pengembangan Teknologi dan Industri Digital Dunia

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 26 Aug, 2026 | Durasi. 4 Menit

Frequently Asked Questions (FAQ): BEASISWA TALENTA LESTARI 2026

Diterbitkan oleh Intan Agisti Nila Sari, 21 Jul, 2026 | Durasi. 9 Menit