Dosen UNU Jogja Presentasikan Riset Critical Speaking pada Konferensi Internasional AsiaTEFL 2026 di China
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 11 Jun, 2026
Est. 3 Menit

Xi'an, China – Dosen Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta (UNU Jogja), Harisna Hikmah, menjadi salah satu presenter dalam The 24th AsiaTEFL International Conference (AsiaTEFL 2026) yang diselenggarakan di Xi'an Jiaotong University, China, pada 28–31 Mei 2026.
AsiaTEFL atau Asian Association of Teachers of English as a Foreign Language merupakan salah satu forum akademik terbesar di Asia yang mempertemukan dosen, peneliti, guru, dan praktisi pendidikan bahasa Inggris dari berbagai negara untuk berbagi hasil riset, inovasi pembelajaran, serta perkembangan terkini dalam pendidikan bahasa Inggris.
Konferensi tahun ini mengangkat tema “ELT in a Changing World: Global Challenges and New Opportunities” dan menghadirkan sejumlah akademisi terkemuka dunia sebagai keynote dan plenary speakers, di antaranya Markus Bieswanger (University of Bayreuth, Jerman), Shawn Loewen (Michigan State University, Amerika Serikat), Hossein Nassaji (University of Victoria, Kanada), Glenn Stockwell (The Education University of Hong Kong), Xu Jinfen (Huazhong University of Science and Technology, China), Xu Jiajin (Beijing Foreign Studies University, China), serta Isaiah WonHo Yoo (Sogang University, Korea Selatan).
Dalam forum internasional tersebut, Harisna mempresentasikan hasil penelitiannya melalui paper berjudul “Developing a Critical Speaking Needs Analysis Instrument: A Comprehensive Psychometric Evaluation.” Penelitian ini berfokus pada pengembangan instrumen untuk mengidentifikasi kebutuhan mahasiswa dalam pembelajaran critical speaking atau kemampuan berbicara kritis. Pengembangan instrumen ini merupakan bagian awal dari riset yang dirancang untuk mengembangkan model pembelajaran critical speaking untuk mahasiswa.
Menurut Harisna, kemampuan berbicara kritis menjadi salah satu kompetensi penting yang dibutuhkan mahasiswa di era global saat ini. Tidak hanya untuk mendukung keberhasilan akademik, keterampilan tersebut juga berperan dalam membangun kemampuan berpikir kritis, menyampaikan argumentasi secara logis, serta berkomunikasi secara efektif di lingkungan profesional.
“Pembelajaran berbicara kritis tidak dapat dirancang dengan pendekatan yang sama untuk semua mahasiswa. Dosen perlu memahami kebutuhan belajar mahasiswa terlebih dahulu agar strategi pembelajaran yang diterapkan lebih tepat sasaran dan efektif,” ujarnya.
Penelitian yang dikembangkan Harisna bertujuan menghasilkan instrumen yang dapat membantu dosen memetakan kebutuhan mahasiswa sebelum merancang pembelajaran critical speaking. Instrumen tersebut dikembangkan melalui serangkaian tahapan ilmiah, mulai dari perancangan, validasi oleh para ahli, hingga pengujian reliabilitas menggunakan sampel mahasiswa perguruan tinggi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen yang dikembangkan memiliki tingkat validitas dan reliabilitas yang sangat tinggi. Analisis juga mengidentifikasi delapan faktor utama yang mempengaruhi kebutuhan pembelajaran critical speaking, meliputi kebutuhan belajar, kekurangan kompetensi, tujuan pembelajaran, aktivitas belajar, materi, media pembelajaran, peran dosen, serta lingkungan belajar.
Temuan tersebut diharapkan dapat menjadi acuan bagi dosen dan peneliti dalam merancang pembelajaran yang lebih sesuai dengan kebutuhan mahasiswa. Dengan pendekatan yang berbasis kebutuhan, proses pembelajaran diharapkan mampu meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam berpikir kritis, berargumentasi, dan berkomunikasi secara efektif.
Baca juga : Mahasiswa Manajemen UNU Jogja Salurkan Empat Ekor Kambing Kurban ke Bantul, Sleman, dan Klaten
Partisipasi Harisna Hikmah dalam AsiaTEFL 2026 menjadi bagian dari komitmen UNU Jogja untuk memperluas kontribusi akademik di tingkat internasional melalui publikasi dan diseminasi hasil penelitian. Kehadiran dosen UNU Jogja dalam forum tersebut juga membuka peluang kolaborasi riset dengan akademisi dari berbagai negara sekaligus memperkenalkan hasil penelitian Indonesia kepada komunitas pendidikan bahasa Inggris global.
Melalui partisipasi aktif dalam konferensi internasional, UNU Jogja terus mendorong pengembangan riset yang relevan dengan tantangan pendidikan abad ke-21 serta memperkuat peran perguruan tinggi dalam menghasilkan inovasi yang berdampak bagi masyarakat dan dunia pendidikan. [Latifah]
Bagikan
Berita Terkait

Dari Koran Tertua hingga Platform Gen Z, UNU Jogja Perkuat Kolaborasi Media untuk Sebarluaskan Riset Berdampak
Diterbitkan oleh Intan Agisti Nila Sari, 12 Jun, 2026 | Durasi. 4 Menit

Lowongan Pekerjaan, UNU Jogja Buka Penerimaan Dosen Tetap Program Studi Manajemen Tahun 2026
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 8 Jun, 2026 | Durasi. 2 Menit

UNU Jogja Gandeng BRIN dan Industri Bahas Future Skills hingga Hilirisasi Riset
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 19 May, 2026 | Durasi. 3 Menit
Berita Populer
Alumni Jurusan Farmasi UNU Jogja Berkiprah di Pusat Krisis Kesehatan Regional Jawa Tengah Kemenkes RI
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 12 Jun, 2026 | Durasi. 2 Menit
Mahasiswa UNU Jogja Raih Juara Harapan 2 Lomba Inovasi Nasional 2026 Lewat Teknologi Penghasil Air Bersih
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 11 Jun, 2026 | Durasi. 3 Menit
Dosen UNU Jogja Presentasikan Riset Critical Speaking pada Konferensi Internasional AsiaTEFL 2026 di China
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 11 Jun, 2026 | Durasi. 3 Menit
Mahasiswa Farmasi dan Informatika UNU Jogja Raih Silver Medal pada Kompetisi Esai Nasional IDEA FEST 5
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 11 Jun, 2026 | Durasi. 2 Menit
