Member Logo

Greenhouse TOGA Perkuat Branding Desa Wisata Jamu Kiringan sebagai Destinasi Edukasi Tanaman Obat

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 31 Jul, 2026

Est. 3 Menit

Greenhouse TOGA Perkuat Branding Desa Wisata Jamu Kiringan sebagai Destinasi Edukasi Tanaman Obat

Yogyakarta, Indonesia – Greenhouse Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di Desa Wisata Jamu Kiringan dikembangkan sebagai sarana budidaya, edukasi, dan konservasi tanaman herbal untuk memperkuat identitas desa sebagai destinasi wisata edukasi tanaman obat. Pengembangan tersebut merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) tim dosen Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta (UNU Jogja) melalui skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat Program BIMA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek). 

 

Program tersebut melibatkan dosen dan mahasiswa UNU Jogja, masyarakat Desa Wisata Jamu Kiringan, serta mahasiswa KKN-PPM Universitas Gadjah Mada (UGM). Selain menjadi sarana budidaya tanaman obat, greenhouse juga dikembangkan sebagai pusat edukasi, konservasi, dan penyedia bahan baku herbal bagi para perajin jamu di Kiringan. 

Ketua Tim Pengabdian sekaligus Ketua Program Studi Agribisnis UNU Jogja, Nur Saudah Al Arifa, mengatakan revitalisasi greenhouse TOGA dirancang tidak hanya sebagai tempat budidaya tanaman, tetapi juga sebagai media pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat.

Baca juga : Mahasiswa Informatika UNU Jogja Kembangkan Platform NusaGo dan The Kost Lewat Magang Industri

"Greenhouse TOGA ini diharapkan menjadi pusat pembelajaran mengenai tanaman obat sekaligus memperkuat branding Desa Wisata Jamu Kiringan sebagai destinasi wisata edukasi. Selain menjadi media belajar bagi masyarakat, mahasiswa, dan wisatawan, hasil panennya juga dapat dimanfaatkan oleh anggota kelompok jamu sebagai bahan baku produksi sehingga mendukung keberlanjutan usaha jamu tradisional di Kiringan," ujarnya.

Menurutnya, keberadaan greenhouse akan melengkapi pengalaman wisata di Kampung Jamu Kiringan. Pengunjung tidak hanya dapat menikmati jamu tradisional yang menjadi ciri khas desa, tetapi juga memperoleh edukasi mengenai berbagai jenis tanaman obat, teknik budidaya, manfaat tanaman herbal, hingga proses pemanfaatannya sebagai bahan baku jamu. Konsep tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah wisata sekaligus memperpanjang lama kunjungan wisatawan.

https://firebasestorage.googleapis.com/v0/b/unuy-internal-prod.appspot.com/o/WhatsApp%20Image%202026-07-30%20at%2012-1785478866624.jpeg?alt=media&token=a3af80e3-1f5b-46da-9631-6faa046541bd

Dalam kegiatan tersebut, seluruh peserta bersama-sama melakukan praktik budidaya berbagai jenis tanaman obat keluarga di greenhouse yang telah dikembangkan. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola tanaman obat sekaligus memperkuat daya tarik Desa Wisata Jamu Kiringan sebagai destinasi wisata berbasis kearifan lokal.

Berbagai tanaman obat yang dibudidayakan meliputi jahe merah, jahe emprit, temulawak, kunyit, kencur, temu mangga, serta berbagai tanaman herbal lainnya yang menjadi bahan baku utama jamu tradisional. Ke depan, koleksi tanaman akan terus diperkaya melalui penambahan beragam jenis TOGA sehingga greenhouse berkembang menjadi etalase edukasi tanaman obat yang lebih lengkap dan representatif.

Ketua Kelompok Marguna, Sudiyatmi, menyambut baik kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam pengembangan greenhouse TOGA. Menurutnya, program tersebut menjadi langkah strategis untuk mendukung keberlanjutan Desa Wisata Jamu Kiringan.

Baca juga : Tingkatkan Produktivitas Peternakan, Mahasiswa UNU Jogja Kembangkan Inovasi Smart Incubator Penetas Ayam

"Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut sehingga pengembangan greenhouse TOGA benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Selain menjadi sarana edukasi, greenhouse ini diharapkan mampu menyediakan bahan baku tanaman obat bagi anggota kelompok jamu dan terus dikembangkan melalui penambahan berbagai jenis TOGA agar manfaatnya semakin luas dan berkelanjutan," katanya.

Sebagai kampus di Jogja yang berkomitmen mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, UNU Jogja terus menghadirkan berbagai program yang mengintegrasikan pendidikan, pelestarian keanekaragaman hayati, penguatan ekonomi masyarakat, dan pengembangan pariwisata. Melalui Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat BIMA Kemendiktisaintek, keberadaan greenhouse TOGA diharapkan menjadi investasi sosial jangka panjang yang memperkuat identitas Desa Wisata Jamu Kiringan sebagai sentra jamu tradisional sekaligus destinasi edukasi tanaman obat yang mampu menarik minat wisatawan, pelajar, peneliti, maupun masyarakat luas. [Latifah]

Bagikan

Berita Terkait

Dosen UNU Jogja Perkuat Sinergi Akademik dalam Pengembangan Smart City Bantul

Dosen UNU Jogja Perkuat Sinergi Akademik dalam Pengembangan Smart City Bantul

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 29 Jun, 2026 | Durasi. 3 Menit

Atasi Masalah Kekeringan Desa Giripurwo, Program Kosabangsa UNU Jogja Raih Ranking 74 Dunia

Atasi Masalah Kekeringan Desa Giripurwo, Program Kosabangsa UNU Jogja Raih Ranking 74 Dunia

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 25 Jun, 2026 | Durasi. 8 Menit

Kerja dari Mana Saja, Tapi Tidak Selalu Terhubung: Krisis Spiritualitas Kerja di Era Teleworking

Kerja dari Mana Saja, Tapi Tidak Selalu Terhubung: Krisis Spiritualitas Kerja di Era Teleworking

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 22 Jun, 2026 | Durasi. 4 Menit

Berita Populer

Mutiara Azzahra Tzabitah Zain Ababil, Mahasiswi Tuli Prodi Teknologi Hasil Pertanian UNU Jogja Raih Juara Harapan I Turnamen Futsal Tuli Antar Klub 2026

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 7 Aug, 2026 | Durasi. 3 Menit

Mahasiswa PGSD UNU Jogja Raih Juara II Lomba Cipta Lagu Anak Tingkat Nasional

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 7 Aug, 2026 | Durasi. 4 Menit

JQH IAC UNU Jogja Raih Juara 1 Putra dan Juara Umum Festival Barzanji Trophy PBNU XI

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 27 Jul, 2026 | Durasi. 2 Menit

Frequently Asked Questions (FAQ): BEASISWA TALENTA LESTARI 2026

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 21 Jul, 2026 | Durasi. 9 Menit