Iduladha di UNU Jogja, Libatkan RPH untuk Hasilkan Daging Kurban Berstandar ASUH
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 31 May, 2026
Est. 4 Menit

Yogyakarta, Indonesia - Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta (UNU Jogja) menyelenggarakan ibadah kurban untuk memperingati Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Penyembelihan hewan kurban melibatkan Rumah Pemotongan Hewan (RPH) untuk menjaga kualitas daging kurban sesuai standar aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH).
Dalam ibadah kurban kali ini, UNU Jogja menerima hewan kurban berupa empat sapi dan tujuh kambing. Penyembelihan sapi berlangsung di RPH Giwangan, Kota Yogyakarta, sedangkan pemotongan kambing beserta pengemasan seluruh daging kurban dilakukan di halaman Kampus Terpadu, Sabtu (30/5).
Plt Rektor UNU Jogja Fahmy Akbar Idries menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan para sohibul kurban dalam melaksanakan ibadah kurban di UNU Jogja. Ia berharap, ibadah kurban ini menjadi ladang pahala bagi sohibul kurban sekaligus mempererat tali silaturahmi dengan UNU Jogja.
Ia menjelaskan, pelibatan RPH menjadikan penyembelihan sapi kurban berlangsung efektif dan efisien. Pemotongan pun dilakukan oleh para tenaga terlatih dari juru sembelih halal, sehingga kondisi hewan dan kualitas dagingnya tetap terjaga.
Selain itu, lingkungan kampus juga terjaga kebersihannya dan tetap kondusif untuk kegiatan perkuliahan. Yang tak kalah penting, penyembelihan hewan di RPH juga sesuai imbauan pemerintah guna menghasilkan daging sesuai prinsip ASUH.
“Secara waktu, pemotongan daging di RPH lebih cepat karena dilakukan oleh para tukang jagal profesional. Kita juga berupaya menjaga kebersihan kampus dan menghindari adanya bau yang tidak sedap,” tutur Fahmy di sela-sela meninjau pelaksanaan ibadah kurban.
Ketua Panitia Kurban UNU Jogja Udin Kusuma menjelaskan, penyembelihan sapi kurban di RPH Giwangan berlangsung selepas subuh. Pada pagi harinya, proses kurban dilanjutkan di kampus untuk penyembelihan kambing beserta pengemasan seluruh daging.
“Proses ibadah kurban ini dilakukan sesuai syariat Islam dan memperhatikan aspek-aspek lingkungan dan kebersihan. Semua petugas menggunakan alat pelindung diri (APD), seperti masker, sarung tangan, dan penutup kepala serta tidak merokok,” paparnya.
Lebih dari 500 paket kurban akan dibagikan ke sivitas dan warga sekitar kampus di Dowangan, Gamping, Sleman. Paket daging kurban tersebut juga dikemas dalam bahan yang ramah lingkungan untuk menekan jumlah sampah dan limbah.
UNU jogja menerima sebanyak empat sapi dan tujuh kambing dari para sohibul kurban, diantaranya dari Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) RI Pratikno, Plt Rektor UNU Jogja Fahmy Akbar Idries, Rektor UNU Jogja 2022-2026 Widya Priyahita, serta sejumlah sivitas UNU Jogja. Sejumlah mitra strategis UNU Jogja juga menjadi sohibul kurban, seperti Danone Indonesia, LazisNU PBNU, dan Baznas DIY.
Supaya Daging Kurban Tahan Lama
Di sela proses ibadah kurban ini, dosen Prodi Teknologi Hasil Pertanian (THP) Fakultas Industri Halal (FIH) UNU Jogja Andra Tersiana mengingatkan, daging merupakan komoditas hasil peternakan yang mudah rusak. Padahal pada momen Iduladha seperti ini, daging kurban yang diperoleh warga terkadang tak langsung habis dalam sekali konsumsi.
Untuk itu, penyimpanan daging yang tepat dapat bermanfaat untuk mempertahankan kondisi, melindungi dari kerusakan dan menyediakan bahan makanan dalam jumlah, macam, dan mutu yang memadai.
“Daging mengandung zat makanan lengkap dalam komposisi serasi, bergizi tinggi, dan mempunyai kadar air yang tinggi, serta sumber protein bagi tubuh. Kandungan gizi tinggi pada daging menyebabkan mudah rusak karena mikroorganisme dapat tumbuh yang berakibat terjadinya perubahan fisik dan kimia,” paparnya.
Andra menjelaskan, penyimpanan pada suhu rendah menjadi suatu cara dalam mempertahankan kualitas daging. Daging diletakkan di bagian atas kulkas yang berfungsi untuk membekukan daging.
Selain itu, ada sejumlah tips penyimpanan daging yang baik, seperti memisahkan daging sapi dan kambing untuk menghindari kontaminasi silang dan bau khas kambing, serta memisahkan daging dari jeroan. Daging juga semestinya disimpan per porsi masak untuk memudahkan saat proses thawing atau pencairan daging beku.
“Alangkah lebih baik daging disimpan dalam plastik bening tebal atau wadah makanan yang dapat menutup rapat, serta diberi tanda dengan kode dan tanggal penyimpanan,” ujar Andra.
Adapun ciri daging yang disimpan dengan baik adalah bau khas dagingnya segar, tanpa bau busuk. Untuk daging sapi, warnanya merah dan lemaknya keras dengan warna kuning, serta memiliki otot berserat halus.
“Selain dalam bentuk daging segar, upaya memperpanjang umur simpan daging juga dapat dilakukan dengan mengolah daging, seperti dengan membuat beef patty, olahan daging cincang, yang pernah dipratikkan THP UNU Jogja bersama ibu–ibu PKK Dusun Kauman, Desa Wijirejo, Bantul,” pungkasnya. [Arif]
Bagikan
Berita Terkait
Mahasiswa Manajemen UNU Jogja Salurkan Empat Ekor Kambing Kurban ke Bantul, Sleman, dan Klaten
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 3 Jun, 2026 | Durasi. 3 Menit

KKN Jadi Ancaman Pembangunan, UNU Jogja Ajak Mahasiswa Bangun Budaya Integritas
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 4 Jun, 2026 | Durasi. 3 Menit

YKPI Goes to Campus! Mahasiswa UNU Jogja Diajak Jadi Agen Perubahan hingga Tingkat ASEAN
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 25 May, 2026 | Durasi. 3 Menit
Berita Populer
Hobi Baca Novel Tere Liye, Mahasiswa Informatika UNU Jogja Jadi Runner Up di “Hardiknas Olympiad” untuk Bidang Bahasa Indonesia
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 26 May, 2026 | Durasi. 3 Menit
Dari Perjuangan Merantau hingga Menjadi Kepala CSSD Rumah Sakit Awal Bros Botania Batam
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 18 May, 2026 | Durasi. 3 Menit
Dari Laboratorium Kampus ke Industri Farmasi Nasional, Alumni UNU Jogja Kini Berkarier di PT Combiphar
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 21 May, 2026 | Durasi. 3 Menit
Alumni SII UNU Jogja Jadi Pengajar Profesional di MCAS Darul Arqam Singapura
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 12 May, 2026 | Durasi. 2 Menit
