Member Logo

Jurusan Agribisnis UNU Jogja Dorong Program Ketahanan Pangan Nasional melalui Penguatan Kelembagaan, Pembelajaran, dan Pendampingan Lapangan

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 11 Feb, 2026

Est. 6 Menit

Jurusan Agribisnis UNU Jogja Dorong Program Ketahanan Pangan Nasional melalui Penguatan Kelembagaan, Pembelajaran, dan Pendampingan Lapangan

Yogyakarta, Indonesia – Ketahanan pangan nasional saat ini berada pada titik krusial. Di satu sisi, negara menunjukkan komitmen yang cukup kuat melalui berbagai kebijakan strategis, seperti target swasembada pangan, peningkatan produksi domestik, dan pembangunan cadangan pangan. Namun di sisi lain, pendekatan ketahanan pangan masih cenderung berorientasi pada capaian kuantitatif, terutama produksi, sementara aspek struktural belum sepenuhnya tertangani.

Ketua Program Studi (Jurusan) Agribisnis UNU Jogja, Nur Sauda Al Arifa, menilai ketahanan pangan sejatinya tidak hanya soal ketersediaan pangan, tetapi juga menyangkut stabilitas pasokan, keadilan distribusi, keterjangkauan harga, serta kesejahteraan petani sebagai aktor utama sistem pangan.

“Dalam banyak kasus, peningkatan produksi justru tidak berbanding lurus dengan peningkatan pendapatan petani. Tekanan biaya produksi yang tinggi, fluktuasi harga, serta lemahnya posisi tawar dalam rantai pasok membuat petani berada pada posisi yang rentan,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa kondisi ini menunjukkan strategi ketahanan pangan nasional perlu melampaui pendekatan produksi semata. Penguatan kelembagaan pangan di tingkat lokal, seperti kelompok tani, menjadi kunci agar kebijakan nasional memiliki daya tahan dan keberlanjutan.

“Tanpa pondasi kelembagaan yang kuat di tingkat akar rumput, ketahanan pangan berisiko berhenti sebagai target makro tanpa dampak nyata bagi kesejahteraan petani dan masyarakat,” tambahnya.

Ketahanan Pangan dalam Pembelajaran Agribisnis UNU Jogja

Ketahanan pangan menjadi fokus penting dalam pembelajaran Jurusan Agribisnis di UNU Jogja. Isu ini tidak hanya dibahas secara konseptual, tetapi dikaji secara kritis dan lintas mata kuliah.

Dalam mata kuliah Kebijakan Agribisnis, mahasiswa mendalami kebijakan swasembada pangan serta menganalisis dampaknya bagi petani, pelaku usaha, dan masyarakat.

“Di sini mahasiswa diajak melihat kebijakan pangan secara utuh, mulai dari perumusan di tingkat nasional hingga implementasinya di tingkat lokal,” ungkap Nur Sauda.

Perspektif ketahanan pangan juga diperkuat melalui mata kuliah Kelembagaan Pertanian, yang membahas peran kelembagaan lokal seperti kelompok tani dan lumbung pangan dalam menjaga keberlanjutan sistem pangan.

Pada mata kuliah Manajemen Produksi dan Pemasaran, mahasiswa mempelajari bagaimana efisiensi produksi dan tata kelola pemasaran mempengaruhi ketersediaan serta keterjangkauan pangan. Sementara itu, Manajemen Mutu menekankan pentingnya kualitas dan keamanan pangan sebagai bagian tak terpisahkan dari ketahanan pangan.

“Dengan pendekatan yang terintegrasi ini, mahasiswa tidak hanya memahami ketahanan pangan sebagai target kebijakan, tetapi sebagai sistem yang dipengaruhi oleh aspek produksi, kelembagaan, pasar, dan kualitas pangan, serta memiliki implikasi sosial dan ekonomi yang nyata bagi masyarakat,” tambahnya.

Peran Mahasiswa di Tingkat Lokal

Mahasiswa Jurusan Agribisnis memiliki peran strategis sebagai agen pendamping dan penggerak di tingkat lokal dan daerah. Ketahanan pangan nasional pada dasarnya dibangun dari ketahanan pangan desa dan wilayah, sehingga keterlibatan mahasiswa di tingkat akar rumput menjadi sangat penting.

Melalui kegiatan lapangan, mahasiswa hadir untuk menjembatani pengetahuan akademik dengan praktik nyata di masyarakat.

Di lapangan, mahasiswa terlibat dalam penguatan kelembagaan pangan lokal, seperti kelompok tani. Selain itu, mahasiswa juga mendampingi UMKM lokal di bidang pangan dan agribisnis, khususnya dalam pengolahan hasil pertanian, peningkatan mutu produk, pengemasan, serta penguatan strategi pemasaran agar memiliki nilai tambah dan daya saing.

Pendampingan juga dilakukan pada peternak lokal, baik dalam aspek manajemen usaha, pencatatan biaya produksi, hingga penguatan rantai pemasaran hasil ternak.

“Peran ini mungkin tidak selalu berskala besar, tetapi berdampak langsung pada peningkatan kapasitas pelaku usaha pangan di tingkat lokal. Dengan pendekatan tersebut, mahasiswa Jurusan Agribisnis berkontribusi nyata dalam membangun ketahanan pangan yang lebih mandiri, inklusif, dan berkelanjutan dari bawah,” jelas Nur Sauda.

Riset, Magang, dan Pengabdian

Mahasiswa Jurusan Agribisnis UNU Jogja menjalankan berbagai program berbasis praktik lapangan yang dirancang untuk menjawab persoalan nyata di sektor pertanian dan pangan. Program tersebut meliputi magang Merdeka Belajar–Kampus Merdeka (MBKM), pengabdian kepada masyarakat, serta riset terapan yang terintegrasi dengan pembelajaran.

Salah satu kegiatan penting adalah keterlibatan mahasiswa dalam riset kolaboratif dosen–mahasiswa mengenai Lumbung Pangan Mataraman. Dalam kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya melakukan pengumpulan data, tetapi juga terlibat langsung dalam pendampingan pengelolaan lumbung pangan, penguatan tata kelola kelembagaan, serta pencatatan dan pemantauan stok pangan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan berbasis komunitas di Kelurahan Guwosari.

Selain itu, mahasiswa juga mengikuti magang industri di berbagai perusahaan agribisnis dan koperasi, yang memberi pengalaman langsung mengenai pengelolaan produksi, rantai pasok, dan pemasaran hasil pertanian.

Di bidang riset, mahasiswa terlibat dalam kajian regenerative agriculture di bawah bimbingan dosen Jurusan Agribisnis, yang berfokus pada praktik pertanian berkelanjutan, pemulihan ekosistem, dan ketahanan sistem produksi pangan jangka panjang.

Mahasiswa juga aktif dalam program pengabdian masyarakat yang secara spesifik diarahkan pada isu swasembada dan ketahanan pangan, khususnya melalui pendampingan Lumbung Pangan Mataraman.

“Melalui rangkaian kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya belajar secara akademik, tetapi juga berkontribusi langsung dalam penguatan sistem pangan lokal yang berkelanjutan dan berbasis masyarakat,” terang Nur Sauda.

Pembelajaran Berbasis Masalah

Pendekatan pembelajaran Jurusan Agribisnis di UNU Jogja secara konsisten berbasis problem based learning. Mahasiswa tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi sejak awal dihadapkan pada persoalan nyata yang dihadapi sektor pertanian dan pangan, baik di tingkat lokal maupun nasional. Dari persoalan tersebut, mahasiswa dilatih untuk menganalisis, merumuskan alternatif solusi, hingga menguji penerapannya di lapangan.

Pendekatan ini juga diterapkan dalam mata kuliah Agro Entrepreneur sejak semester dua. Mahasiswa diarahkan mengidentifikasi persoalan riil di sektor agribisnis, mulai dari keterbatasan nilai tambah produk hingga akses pasar, kemudian meresponsnya melalui pengembangan prototipe produk dan penyusunan business plan berbasis potensi lokal.

“Dengan cara ini, mahasiswa belajar memandang masalah bukan sebagai hambatan, tetapi sebagai peluang usaha,” ungkap Nur Sauda.

Tantangan dan Peran Mahasiswa Agribisnis

Tantangan terbesar petani saat ini adalah lemahnya posisi tawar dalam sistem agribisnis, ditambah ketidakpastian akibat perubahan iklim dan fluktuasi harga. Petani sering kali berada di posisi paling rentan, sementara nilai tambah terbesar justru dinikmati pelaku di tingkat hilir. Selain itu, regenerasi petani juga menjadi persoalan serius karena sektor pertanian belum sepenuhnya dipandang menjanjikan oleh generasi muda.

“Disini mahasiswa Jurusan Agribisnis berperan membantu menjawab tantangan tersebut melalui pendampingan berbasis pengetahuan, praktik lapangan, dan pendekatan problem based learning,” terang Nur Sauda.

Integrasi Teknologi

Integrasi teknologi difokuskan pada pendampingan UMKM pangan dan kelompok tani, serta diperkuat melalui mata kuliah E-Commerce. Mahasiswa membantu penerapan pencatatan digital sederhana untuk produksi, stok, dan biaya usaha kelompok tani agar pengelolaan lebih tertib dan terukur. Pada UMKM pangan, mahasiswa mendampingi pemanfaatan media digital dan pemasaran daring agar pelaku usaha mampu memperluas akses pasar secara mandiri.

Peran Lulusan Agribisnis

Lulusan Jurusan Agribisnis UNU Jogja diharapkan menjadi penggerak perubahan dalam sistem pangan Indonesia. Mereka tidak hanya memahami kebijakan swasembada pangan, tetapi mampu menerjemahkannya dalam praktik nyata di tingkat lokal.

“Lebih dari itu, mereka diarahkan menjadi agri-socio entrepreneur yang mampu menciptakan usaha berbasis pertanian dengan dampak sosial dan ekonomi yang nyata bagi masyarakat,” pungkas Nur Sauda. [Latifah]

Bagikan

Berita Terkait

Puasa dan Kesehatan Mental: Dosen UNU Jogja Jelaskan Peran Ramadan dalam Stabilitas Emosi Mahasiswa

Puasa dan Kesehatan Mental: Dosen UNU Jogja Jelaskan Peran Ramadan dalam Stabilitas Emosi Mahasiswa

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 4 Mar, 2026 | Durasi. 5 Menit

Puasa Aman, Obat Tetap Jalan: Dosen Farmasi UNU Jogja Ingatkan Pentingnya Atur Jadwal Minum Obat Saat Ramadan

Puasa Aman, Obat Tetap Jalan: Dosen Farmasi UNU Jogja Ingatkan Pentingnya Atur Jadwal Minum Obat Saat Ramadan

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 27 Feb, 2026 | Durasi. 3 Menit

Ramadan Melawan Budaya Scrolling Media Sosial, Saatnya Mahasiswa Bangkit Jadi Kreator Muslim Bernilai Ibadah

Ramadan Melawan Budaya Scrolling Media Sosial, Saatnya Mahasiswa Bangkit Jadi Kreator Muslim Bernilai Ibadah

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 23 Feb, 2026 | Durasi. 3 Menit

Tambah Deretan Doktor UNU Jogja, Dosen Agribisnis Teliti Ekoefisiensi Peternakan Sapi Perah di Sleman

Tambah Deretan Doktor UNU Jogja, Dosen Agribisnis Teliti Ekoefisiensi Peternakan Sapi Perah di Sleman

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 18 Feb, 2026 | Durasi. 3 Menit

Berita Populer

UNU Jogja Peringati Harlah ke-9, Tandai Fase Konsolidasi untuk Perkokoh Laju Akselerasi

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 12 Mar, 2026 | Durasi. 3 Menit

Mahasiswa Jurusan PGSD UNU Jogja Raih Juara 3 Kompetisi Dai di Tingkat DIY

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 9 Mar, 2026 | Durasi. 2 Menit

Civitas UNU Jogja Borong Prestasi dalam ANUGERAH LPTNU 2026

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 10 Mar, 2026 | Durasi. 3 Menit

Jelajahi Masa Depan Industri Olahraga di GSIC Summit APAC 2026!

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 5 Mar, 2026 | Durasi. 2 Menit