Member Logo

Mahasiswa UNU Jogja Lolos Seleksi Program P2MW dan Peserta KMI Expo XVII Tahun 2026

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 15 Sep, 2026

Est. 3 Menit

Mahasiswa UNU Jogja Lolos Seleksi Program P2MW dan Peserta KMI Expo XVII Tahun 2026

Yogyakarta, Indonesia -  Tiga mahasiswa Program Studi Islam Interdisipliner Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta (UNU Jogja) berhasil lolos dalam seleksi Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) dan seleksi peserta Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo XVII Tahun 2026. Program yang digelar oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tersebut menjadi wadah pembinaan dan pengembangan kewirausahaan mahasiswa, termasuk melalui dukungan pembiayaan usaha dan pendampingan pengembangan bisnis.  

Tiga mahasiswa Program Studi Islam Interdisipliner UNU Jogja tersebut beranggotakan Arifin Kurnia Setiatama, Fitria Ainur Rohmah dan Ahmad Murtaqiy Hanif Muwaffaq. Mereka berhasil mengembangkan gagasan  tentang Pengembangan Usaha Ternak Bebek Petelur dengan Pakan Alternatif dan Pemanfaatan Limbah.

Melalui gagasan itu, tim mengembangkan produksi telur bebek segar  dengan merek Golden Egg dengan mengaplikasikan siklus pemanfaatan sumber daya dalam proses produksinya.    

Arifin Kurnia Setiatama menjelaskan, dalam proses produksi Golden Egg, tim menerapkan sistem peternakan berkelanjutan dengan konsep cage free koloni, yaitu pemeliharaan bebek dalam kelompok pada area yang memungkinkan bebek bergerak lebih leluasa dan dapat beraktivitas secara alami.

“Sistem yang kami terapkan ini merupakan salah satu upaya dalam menciptakan lingkungan pemeliharaan yang lebih nyaman sekaligus mendukung produktivitas ternak,” jelasnya, Senin (14/9).

Selain itu, proses ini juga menerapkan konsep zero waste dengan memanfaatkan kotoran bebek sebagai pupuk organik. Pupuk tersebut kemudian digunakan untuk mendukung pertumbuhan tanaman, termasuk azolla yang mulai dikembangkan sebagai salah satu sumber pakan alternatif bagi bebek.  

Tidak berhenti di situ, tim melanjutkan proses budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) sebagai alternatif protein pakan bagi bebek. Maggot dibudidayakan dengan memanfaatkan bahan organik, seperti sisa azolla dan limbah dari buah dan sayuran yang tidak layak konsumsi.

Baca juga : UNU Jogja Bekali Mahasiswa melalui Student Impact Bootcamp sebelum Diterjunkan dalam Laboratorium Sosial

“Maggot ini merupakan upaya kami untuk mengoptimalkan sumber pakan alternatif yang tersedia di sekitar usaha,” ungkapnya.

Dari proses tersebut, terbentuk sebuah siklus pemanfaatan sumber daya dalam usaha Golden Egg. Bebek menghasilkan telur sebagai produk utama dan kotoran sebagai hasil samping. 

Kotoran kemudian dimanfaatkan menjadi pupuk organik untuk mendukung pengembangan azolla. Azolla selanjutnya dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari pakan bebek dan juga menjadi salah satu bahan dalam pengembangan maggot.

Sementara itu, limbah organik seperti sisa azolla, sayuran, dan buah yang tidak termanfaatkan dapat digunakan dalam budidaya maggot. Kemudian maggot dimanfaatkan kembali sebagai sumber protein pakan bebek. Dengan pola tersebut, Golden Egg berupaya mengurangi limbah sekaligus meningkatkan nilai guna sumber daya yang tersedia.

Inovasi tim tidak hanya dilakukan dalam proses produksi. Untuk meningkatkan nilai ekonomi produk, tim melakukan berbagai inovasi dengan mengembangkan Golden Egg menjadi berbagai varian, seperti telur asin dan telur asin rempah.

“Pengembangan produk olahan ini menjadi strategi kami untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan nilai ekonomi dari hasil peternakan,” ungkap Arifin. 

Dosen Program Studi Islam Interdisipliner sekaligus pembimbing tim, Nuzulia H, mengapresiasi inovasi yang dilakukan oleh mahasiswa. Menurutnya, salah satu keunggulan Golden Egg terletak pada pendekatan rantai pasok lokal dan berkelanjutan. Bahan dan sumber daya yang tersedia di sekitar peternakan diupayakan untuk dimanfaatkan kembali sehingga dapat mengurangi ketergantungan terhadap sumber daya dari luar. 

“Konsep ini menjadikan Golden Egg bukan sekadar usaha produksi telur, tetapi sebuah model usaha peternakan yang mengintegrasikan produksi telur, pemanfaatan limbah, pakan alternatif, pengolahan produk, dan pemasaran dalam satu sistem,” katanya.

Ia menambahkan, pengembangan usaha Golden Egg menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki peluang untuk mengembangkan keterampilan dan kompetensi kewirausahaan di luar bidang keilmuan yang mereka pelajari.*  

Reporter : Latifah

Bagikan

Berita Terkait

Mewakili DIY, Agung Putra Darmara, Mahasiswa Prodi Manajemen UNU Jogja Raih Juara Harapan 2 Duta Genre Indonesia 2026

Mewakili DIY, Agung Putra Darmara, Mahasiswa Prodi Manajemen UNU Jogja Raih Juara Harapan 2 Duta Genre Indonesia 2026

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 25 Sep, 2026 | Durasi. 6 Menit

Bagaimana Seharusnya Penyandang Disabilitas Diperlakukan Secara Setara di Kampus

Bagaimana Seharusnya Penyandang Disabilitas Diperlakukan Secara Setara di Kampus

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 25 Sep, 2026 | Durasi. 6 Menit

Dosen dan Mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan UNU Jogja Borong 4 Penghargaan di Ajang Konferensi Internasional

Dosen dan Mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan UNU Jogja Borong 4 Penghargaan di Ajang Konferensi Internasional

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 16 Sep, 2026 | Durasi. 3 Menit

Berita Populer

Mewakili DIY, Agung Putra Darmara, Mahasiswa Prodi Manajemen UNU Jogja Raih Juara Harapan 2 Duta Genre Indonesia 2026

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 25 Sep, 2026 | Durasi. 6 Menit

Mahasiswa UNU Jogja Lolos Seleksi Program P2MW dan Peserta KMI Expo XVII Tahun 2026

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 15 Sep, 2026 | Durasi. 3 Menit

Mahasiswa dan Alumni UNU Jogja Ikuti Coinfest Asia 2026, Bersama Techie 90 Negara Tentukan Arah Pengembangan Teknologi dan Industri Digital Dunia

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 26 Aug, 2026 | Durasi. 4 Menit

Frequently Asked Questions (FAQ): BEASISWA TALENTA LESTARI 2026

Diterbitkan oleh Intan Agisti Nila Sari, 21 Jul, 2026 | Durasi. 9 Menit