Member Logo

Memahami Luka melalui Sajak, Puisi Berbasis Riset Selami Duka Anak Korban Perundungan

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 5 Aug, 2026

Est. 5 Menit

Memahami Luka melalui Sajak, Puisi Berbasis Riset Selami Duka Anak Korban Perundungan

Yogyakarta, Indonesia - Karya ilmiah dosen Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta (UNU Jogja) tentang upaya pencegahan perundungan mampu menembus jurnal bergengsi internasional. Uniknya, karya ilmiah tersebut disusun dalam bentuk sajak, sehingga diharapkan mampu menyentuh emosi pendidik dan pengambil kebijakan untuk mengatasi masalah di bidang pendidikan tersebut.  

A meringkuk di balik hoodie yang kebesaran.
Ibunya mengirim pesan dari giliran kerja malam:
 sudah, absen masuk sana.
Lalu tiga titik itu menghilang,
seperti janji yang terbang entah ke mana.

 

Buku panduan menyebutnya kasus.
Kita menyebutnya makan siang, koridor,
dan tawa yang meninggalkan luka—lelucon yang selalu menemukan
wajah yang sama.

"Katakan apa yang kau perlukan
agar merasa aman," kataku.

Lantai lebih banyak tahu
daripada orang-orang dewasa.
Keheningan menggambar peta
dengan garis yang tak kasat mata.

 

 Yang berpindah hanya bola, bukan kata maaf. 

A pun menunjuk sudut di belakang lemari piala—

titik buta di mana kamera berkedip

 bagai dewa-dewa yang kelelahan.

 

Klasisme tersamar di lembar absensi.
Ableisme bersembunyi di balik cap anak bermasalah.
Seksisme datang dengan kalimat,
"Jangan cengeng. Jadi anak laki-laki yang kuat."

Sementara kita terus berpura-pura
bahwa pena di tangan kita
menulis dengan tinta yang netral.

Demikian penggalan sajak berjudul “Lingkaran” yang merupakan bagian dari puisi panjang dari karya ilmiah “Circle, Screen, and Scar: Radical Casework in a Spectacle Society”.  Karya ilmiah ini ditulis oleh dosen Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Ilmu Pendidikan UNU Jogja, Dr. Hidar Amaruddin, M.Pd.

Pada medio Juli ini, karya ini terbit di Journal of Progressive Human Services (Taylor & Francis Group) volume 37. Terindeks di Scopus kuartil 2 (Q2), jurnal internasional ini berfokus pada riset tentang praktik kemanusiaan di bidang sosial dan pendidikan.

Hidar menjelaskan, karya ini berbentuk puisi panjang ilmiah, sebuah pendekatan arts-based scholarship di mana pengalaman lapangan dan analisis kritis disampaikan melalui karya sastra atau bahasa lirik, bukan laporan penelitian konvensional.

Akan tetapi, di Indonesia, khususnya di bidang pendidikan dasar, karya ilmiah sastrawi ini  sangat jarang dan belum banyak dipilih akademisi untuk publikasi ilmiah.

“Arts-based research seperti ini sudah menjadi tradisi yang cukup mapan dalam penelitian kualitatif di luar negeri. Jurnal-jurnal internasional tertentu, termasuk Journal of Progressive Human Services, memang menerima karya semacam ini karena dinilai mampu menangkap dimensi pengalaman manusia yang sering hilang dalam bahasa akademik biasa,” papar Hidar.

Dalam karya tersebut, narasi sajak mengisahkan anak bernama "A” yang menjadi korban perundungan. Kisah itu terbagi dalam empat bagian, yakni Circle, Screen, Scar, dan Aftercare, yang mengikuti pengalaman A menjadi korban perundungan di lorong sekolah, lantas viral di media sosial, masuk ke laporan resmi sekolah, hingga perundungan itu menjadi bekas luka yang menetap.

Hidar memaparkan, ide karya ini lahir dari pergulatannya selama bertahun-tahun dalam meneliti perundungan, termasuk saat melakukan riset doktoral. “Puisi ini adalah kesaksian reflektif yang dibangun dari berbagai perjumpaan saya selama meneliti dan mendampingi persoalan perundungan di sekolah dasar,” ujarnya.

Selama riset, ia mencatat pengalaman sejumlah anak yang menjadi  korban perundungan dan merangkumnya sebagai karakter A di karya tersebut. Sejumlah detail disamarkan untuk melindungi identitas anak, namun kebenaran emosional tetap dipertahankan.

“Ada hal-hal yang saya saksikan di lapangan yang terasa tidak selesai kalau hanya ditulis sebagai artikel riset. Karena outputnya puisi, ini memungkinkan saya bersaksi tanpa mengekspos anak siapa pun, sekaligus menghadirkan apa yang tidak bisa dimuat secara kuantitatif, seperti bagaimana rasanya luka yang ‘mengikuti’ anak,” tuturnya.

Menurutnya, dari riset ini ia hendak mengungkapkan bahwa bahasa institusional sering gagal menampung apa yang sesungguhnya dialami anak korban perundungan. Tak kalah menyedihkan, platform digital mengubah penderitaan anak menjadi tontonan.

“Sebagai tawaran, puisi ini membayangkan pemulihan bukan lewat pengawasan dan hukuman, melainkan lewat kedekatan, tanggung jawab bersama, dan praktik restoratif yang lambat namun sungguh-sungguh,” ungkapnya.

Hidar menegaskan bahwa karya ini ditujukan bagi pendidik, peneliti, dan praktisi pendidikan yang hendak memahami perundungan secara lebih dalam dan berupaya mencegahnya di lingkungan pendidikan.

“Puisi ini diharapkan menjadi pengingat bagi guru dan pihak sekolah bahwa penanganan perundungan tidak selesai hanya dengan rekaman CCTV dan berkas laporan. Yang menyembuhkan anak korban perundungan adalah kehadiran orang dewasa yang dekat dan mau mendengarkan,” ujar Hidar.

Sajak berbasis riset ini merupakan bagian dari penelitian panjangnya tentang perundungan di kalangan siswa. Karya tersebut akan dilanjutkan oleh riset mendalam dan empiris tentang perundungan di delapan SD di Yogyakarta.

Penelitian bertajuk “Children, Screens, and Everyday Bullying: Digital Popular Culture, Families, and Schools in Yogyakarta’s Elementary Education” ini meraih hibah dari Spencer Foundation, sebuah lembaga filantropi Amerika Serikat di bidang pendidikan.

“Dengan demikian, kesaksian puitik di karya ini kelak dilengkapi bukti lapangan yang bisa menjadi dasar panduan praktis bagi guru dan orang tua,” pungkasnya.[Arif]

Bagikan

Berita Terkait

Berawal dari Magang, Mahasiswa Informatika UNU Jogja Dipercaya Pimpin Pengembangan Teknologi Startup Medis

Berawal dari Magang, Mahasiswa Informatika UNU Jogja Dipercaya Pimpin Pengembangan Teknologi Startup Medis

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 7 Aug, 2026 | Durasi. 4 Menit

Fakultas Dirasah Islamiyah UNU Jogja Terbitkan Jurnal Perdana JoDI, Angkat Isu Keislaman Kontemporer hingga Ekonomi Syariah

Fakultas Dirasah Islamiyah UNU Jogja Terbitkan Jurnal Perdana JoDI, Angkat Isu Keislaman Kontemporer hingga Ekonomi Syariah

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 6 Aug, 2026 | Durasi. 4 Menit

UNU Jogja Bekali Mahasiswa Angkatan 2023 Hadapi Dunia Kerja lewat Laboratorium Sosial 2026 yang Berdampak Nyata

UNU Jogja Bekali Mahasiswa Angkatan 2023 Hadapi Dunia Kerja lewat Laboratorium Sosial 2026 yang Berdampak Nyata

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 6 Aug, 2026 | Durasi. 4 Menit

Mahasiswa Studi Islam Interdisipliner UNU Jogja Dampingi Puluhan UMK DIY Raih Sertifikat Halal melalui Mata Kuliah Halal Lifestyle

Mahasiswa Studi Islam Interdisipliner UNU Jogja Dampingi Puluhan UMK DIY Raih Sertifikat Halal melalui Mata Kuliah Halal Lifestyle

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 6 Aug, 2026 | Durasi. 3 Menit

Berita Populer

Mutiara Azzahra Tzabitah Zain Ababil, Mahasiswi Tuli Prodi Teknologi Hasil Pertanian UNU Jogja Raih Juara Harapan I Turnamen Futsal Tuli Antar Klub 2026

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 7 Aug, 2026 | Durasi. 3 Menit

Mahasiswa PGSD UNU Jogja Raih Juara II Lomba Cipta Lagu Anak Tingkat Nasional

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 7 Aug, 2026 | Durasi. 4 Menit

JQH IAC UNU Jogja Raih Juara 1 Putra dan Juara Umum Festival Barzanji Trophy PBNU XI

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 27 Jul, 2026 | Durasi. 2 Menit

Frequently Asked Questions (FAQ): BEASISWA TALENTA LESTARI 2026

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 21 Jul, 2026 | Durasi. 9 Menit