Perkuat Strategi Pemecahan Masalah, UNU Jogja Gelar Workshop Metodologi Transdisiplin Diikuti Akademisi dan Praktisi Profesional
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 19 Aug, 2026
Est. 4 Menit

Yogyakarta, Indonesia - Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta (UNU Jogja) melalui Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Laboratorium Sosial bekerja sama dengan Center for Restoration and Regeneration Studies (CeRRes) menggelar Workshop Metodologi Transdisiplin dengan tema Menenun Pengetahuan, Nilai, dan Aksi Transdisiplin untuk Transformasi Berkelanjutan, Rabu (19/8).
Workshop tersebut digelar sebagai ruang pembelajaran untuk memperkenalkan pendekatan transdisiplin dalam memahami sekaligus merespons berbagai persoalan sosial-ekologis yang kompleks dan saling berkaitan.
Direktur Pengabdian Masyarakat dan Laboratorium Sosial, Joko Susilo, S.IP., CMT., mengatakan agenda yang diinisiasi bersama dengan CeRRes tersebut berangkat dari situasi tantangan keberlanjutan, seperti krisis iklim, konflik sumber daya, ketimpangan sosial, kerusakan ekologis, serta berbagai persoalan pembangunan yang saling berkaitan dan menuntut solusi baru.
“Kami melihat banyaknya tantangan yang muncul dalam berbagai persoalan pembangunan yang mendorong kita untuk mempertanyakan kembali cara kita mengetahui dan memahami serta bagaimana bertindak yang tepat pada persoalan tersebut. Oleh karena itu dalam kesempatan ini kami menawarkan metodologi transdisiplin dalam proses melihat atau memecahkan masalah,” katanya.
Baca juga : UNU Jogja Gelar Lokakarya Audit Mutu Internal 2026, Perkuat Budaya Mutu di Fakultas dan Program Studi
Ia menjelaskan, tujuan workshop ini adalah untuk memperkenalkan perspektif transdisiplin sebagai pendekatan untuk memahami dan merespons persoalan sosial-ekologis yang kompleks. Selain itu, agenda ini juga sebagai sarana untuk mengembangkan kapasitas reflektif dan kemampuan mendiagnosis diri dalam mempertemukan berbagai pengetahuan, pengalaman, nilai dan perspektif.
“Tujuan kami selain untuk mengembangkan kapasitas peserta dalam mendiagnosis diri, juga untuk mendorong kemampuan kolaboratif lintas batas pada peserta, agar mampu bekerja secara terbuka, kritis, kontekstual, dan responsif terhadap keberagaman cara memahami suatu persoalan,” tuturnya.
Dalam agenda tersebut, workshop digelar selama dua hari dengan tahapan pembelajaran yang saling berkesinambungan. Peserta diajak terlebih dahulu membaca kompleksitas dengan fokus pada pembongkaran cara pandang konvensional terhadap berbagai persoalan keberlanjutan. Selanjutnya, peserta diajak untuk ‘mendengarkan dan menenun’ dengan pengembangan kapasitas relasional dan reflektif yang dibutuhkan dalam kerja transdisiplin. Pada tahap berikutnya, peserta mengeksplorasi bagaimana pengetahuan dibentuk melalui perjumpaan dengan berbagai perspektif, pengalaman, tubuh, nilai, dan cara berada yang berbeda. Proses tersebut kemudian diarahkan pada kemampuan menghubungkan berbagai pengetahuan dan perspektif untuk mendorong aksi transformatif.
Workshop ini diikuti oleh peneliti, pekerja profesional, dan akademisi dari berbagai institusi. Para peserta diajak untuk memahami pendekatan transdisiplin sekaligus melihat bagaimana berbagai pengetahuan dan pengalaman dapat dipertemukan dalam merespons persoalan yang kompleks.
Baca juga : Peringati HUT ke-81 RI, UNU Jogja Semarakkan Kemerdekaan Bersama Sivitas dan Masyarakat
Kegiatan tersebut menghadirkan Yulia Sugandi, Ph.D., pakar metodologi transdisipliner transformatif dan fasilitator yang merupakan lulusan Universitas Münster; Laksmi Adriani Savitri, Ph.D., lulusan Universität Kassel yang saat ini aktif sebagai Dewan Pembina Yayasan Pusaka Bentala Rakyat, Pengawas FIAN Indonesia, serta Direktur Eksekutif Center for Restoration and Regeneration Studies (CeRRes); dan Dr. Zuhdi Siswanto, seniman sekaligus peneliti dan fasilitator di CeRRes yang berfokus pada isu kebudayaan, masyarakat adat, ekologi, serta transformasi sosial.
Salah satu peserta, Fajrin Fahmi, akademisi dari Institut Pertanian Bogor (IPB) mengaku tertarik dengan isu yang diangkat dalam workshop. Ia menilai metodologi transdisiplin menjadi pendekatan yang menarik untuk dipelajari.
“Saya sangat tertarik dengan isu metodologi transdisiplin. Dari awal acara digelar, dan menikmati materi sesi pertama tadi sangat menarik dan bagus,” katanya saat ditemui di sela istirahat.
Ketertarikan serupa disampaikan oleh Widi dari Sleman. Ia mengatakan kompleksitas persoalan yang semakin beragam membuat pendekatan lintas perspektif menjadi penting untuk dipahami.
“Saya mendaftar acara ini karena tertarik mengenal lebih dalam pendekatan transdisipliner. Seiring waktu, kompleksitas suatu masalah rasanya kian bertambah dan saling berkaitan. Saya menjadi yakin, bahwa masalah tersebut tidak bisa dipahami atau dilihat hanya dari satu perspektif, katanya.
Sejalan dengan itu, Nurlina Harli S.P., M.Sc., dosen Program Studi Agribisnis UNU Jogja menambahkan, workshop tersebut memberinya perspektif baru dalam melihat suatu persoalan. Menurutnya, pendekatan transdisiplin mendorong peneliti untuk tidak melihat persoalan hanya dari satu sudut pandang, tetapi mempertimbangkan berbagai perspektif hingga memahami akar permasalahan.
“Menariknya acara ini adalah membuat kita sebagai peneliti dan akademisi untuk melihat suatu persoalan tidak hanya dari satu arah. Banyak hal yang perlu diperhitungkan dan kita harus melihat dari berbagai sisi. Sebagai akademisi, terutama dalam penelitian, realitas yang kita lihat tidak cukup hanya di permukaan, tetapi perlu digali lebih dalam sampai pada akar masalahnya,” ujarnya.*
Reporter : latifah
Bagikan
Berita Terkait

Halaqah PTNU di Muktamar ke-35 NU, Plt Rektor UNU Yogyakarta Ungkap Strategi Wujudkan Cendekiawan Modern Berkarakter Annahdliyah
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 30 Aug, 2026 | Durasi. 5 Menit

Pimpinan UNU Yogyakarta Ucapkan Selamat Atas Terpilihnya Rais Aam dan Ketua Umum PBNU Masa Khidmat 2026-2031
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 31 Aug, 2026 | Durasi. 4 Menit

Peringati HUT ke-81 RI, UNU Jogja Semarakkan Kemerdekaan Bersama Sivitas dan Masyarakat
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 18 Aug, 2026 | Durasi. 3 Menit
Berita Populer
Mahasiswa UNU Jogja Lolos Seleksi Program P2MW dan Peserta KMI Expo XVII Tahun 2026
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 15 Sep, 2026 | Durasi. 3 Menit
Mahasiswa dan Alumni UNU Jogja Ikuti Coinfest Asia 2026, Bersama Techie 90 Negara Tentukan Arah Pengembangan Teknologi dan Industri Digital Dunia
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 26 Aug, 2026 | Durasi. 4 Menit
Frequently Asked Questions (FAQ): BEASISWA TALENTA LESTARI 2026
Diterbitkan oleh Intan Agisti Nila Sari, 21 Jul, 2026 | Durasi. 9 Menit
Mutiara Azzahra Tzabitah Zain Ababil, Mahasiswi Tuli Prodi Teknologi Hasil Pertanian UNU Jogja Raih Juara Harapan I Turnamen Futsal Tuli Antar Klub 2026
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 7 Aug, 2026 | Durasi. 3 Menit
