Member Logo

Piala Dunia 2026, UNU Jogja Ajak Pelaku Ekonomi Kreatif Bangun Brand Lokal

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 18 Jun, 2026

Est. 4 Menit

Piala Dunia 2026, UNU Jogja Ajak Pelaku Ekonomi Kreatif Bangun Brand Lokal

Yogyakarta, Indonesia - Momen Piala Dunia 2026 dan tren gaya hidup sehat dengan berolahraga menjadi peluang bagi pengembangan ekonomi kreatif. Berbasis kajian akademik seperti yang dilakukan UNU Jogja, dampak ekonomi kreatif di sektor olahraga dapat diperluas melalui inkubasi bisnis, pengembangan produk, hingga penguatan unsur lokalitas.

Pembahasan tersebut mengemuka dalam acara dialog “Jogja Menyapa”, dengan tajuk “Demam Bola dan Geliat Ekonomi Kreatif”, yang disiarkan oleh RRI Pro 1 Yogyakarta, Kamis (18/6/2026) pagi. Dialog ini menghadirkan Wakil Rektor UNU Jogja Bidang Kerja Sama dan Pendanaan Kreatif Ian Agisti juga dosen Fakultas Ekonomi UNU Jogja Rahajeng Arundati.

 

Menangkap Peluang Pasar dari Tren Piala Dunia 2026 

Ian melihat tren gaya hidup sehat, terutama melalui olahraga, terus meningkat. Sejak pandemi, masyarakat mulai aktif melakukan aktivitas fisik, seperti lari, bersepeda, hingga sekadar berjalan kaki untuk menjaga kesehatan.

“Dari sisi ekonomi kreatif, gaya hidup sehat dan olaharga ini menjadi tren positif karena memberikan dampak berganda (multiplier effect). Misalnya muncul produk-produk olahraga hingga gelaran ajang olahraga  yang melibatkan UMKM. Pemerintah pun ikut senang karena perekonomian juga turut berkembang,” paparnya.

Apalagi di masa perhelatan Piala Dunia 2026 saat ini yang menjadi pesta sepak bola sejagat dan mendapat atensi secara global. Namun Ian menyatakan peristiwa dan tren global juga memiliki potensi tersendiri untuk dikembangkan di tingkat lokal.

“Pelaku usaha ekonomi kreatif harus menangkap peluang ini dengan membangun merek lokal dengan kualitas yang bagus dan harga yang lebih terjangkau. Apalagi saat ini mulai ada kebanggaan mengenakan produk-produk lokal. Antar-pelaku ekonomi kreatif juga mulai berkolaborasi, misalnya coffee shop yang melakukan co-branding dengan jersey lari,” ujar Ian yang juga seorang runner.

 

Peran Kampus dan Pentingnya Nilai Tambah Produk 

Sebagai perguruan tinggi, UNU Jogja melihat geliat ekonomi kreatif di sektor olahraga  dari aspek akademik dan dapat dikaji dari berbagai sudut pandang di ranah keilmuan. Hal ini akan menjadi kontribusi bagi universitas dalam mengembangkan perekonomian di tingkat lokal dan nasional. Para pelaku usaha, terutama wirausaha muda, yang ingin terjun di sektor ini juga dapat memanfaatkan riset-riset tersebut.

“UNU Jogja juga memiliki inkubasi bisnis yang  penting untuk memahami kebutuhan suatu brand, terutama bagi usaha yang tengah dikembangkan oleh gen Z. Dengan demikian, suatu usaha bukan sekadar mengikuti tren, tapi mampu terus bertahan serta menciptakan dampak sosial dan lingkungan secara berkelanjutan,” tutur Ian.

Dari perspektif manajemen, Rahajeng  menegaskan bahwa suatu tren, termasuk di bidang olahraga, sebaiknya bukan menjadi satu-satunya alasan untuk memulai usaha. Menurutnya, tren boleh diikuti, tapi suatu produk juga harus memiliki nilai tambah. Dengan begitu, ketika suatu tren berlalu, roda usaha tetap dapat berputar.

“Di bidang olahraga, perusahaan atau UMKM dapat menjual suatu produk yang dibutuhkan oleh segmen tertentu atau komunitas. Relasi dengan konsumen ini harus terus dijaga. Kalau hanya mengikuti tren, usaha bisa gagal,” jelasnya.

 

Konsistensi Branding dan Kolaborasi Lintas Sektor 

Rahajeng menambahkan, sebuah produk juga wajib memiliki pembeda. Citra atau branding produk tersebut juga harus digarap dengan baik supaya memiliki identitas yang jelas, mudah diingat, dan tak tergantikan oleh produk lain ketika tren berubah.

“Para pelaku ekonomi kreatif harus berani membangun usaha dengan memahami konsumen. Viral boleh, tapi ciptakan produk yang memiliki nilai dan dibutuhkan dalam jangka panjang. Kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan perguruan tinggi, mesti diperkuat dan berkelanjutan untuk membawa produk ekonomi kreatif naik kelas,” katanya.

Dipandu oleh host RRI Wulan Anita dan Paramita Putri, dialog ini juga mengundang Akhmad Farizal dari Asosiasi Provinsi (Asprov) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) DIY. Ia sepakat dengan dampak dan relasi antara tren global di dunia sepak bola dengan aspek lokalitas.

“Piala Dunia ini makin memotivasi anak-anak muda yang tengah belajar di sekolah-sekolah sepak bola di daerah. Warung-warung kopi juga banyak yang nongkrong sampai subuh. Toko sepatu bola juga ramai. Tapi untuk mengembangkan ekonomi kreatif, pelaku usaha juga harus terus kreatif, misalnya bikin acara-acara lokal dengan vibes Piala Dunia,” paparnya.  [Arif]

Bagikan

Berita Terkait

19 Mahasiswa Program Studi SII UNU Jogja Lolos Program Prima Magang PTKI Kemenag

19 Mahasiswa Program Studi SII UNU Jogja Lolos Program Prima Magang PTKI Kemenag

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 21 Sep, 2026 | Durasi. 2 Menit

Mengapa Kebijakan Pendidikan Perlu Menjadi Bagian dari Percakapan Kebijakan Nasional

Mengapa Kebijakan Pendidikan Perlu Menjadi Bagian dari Percakapan Kebijakan Nasional

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 18 Sep, 2026 | Durasi. 5 Menit

UNU Jogja Persiapkan Akreditasi Unggul, LPM Perkuat Mutu Fakultas dan Direktorat melalui PPEPP

UNU Jogja Persiapkan Akreditasi Unggul, LPM Perkuat Mutu Fakultas dan Direktorat melalui PPEPP

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 17 Sep, 2026 | Durasi. 2 Menit

UNU Jogja Sosialisasikan RIP, Renstra, dan Renop Menuju Kampus Unggul dan Berdaya Saing Global

UNU Jogja Sosialisasikan RIP, Renstra, dan Renop Menuju Kampus Unggul dan Berdaya Saing Global

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 14 Sep, 2026 | Durasi. 3 Menit

Berita Populer

Mewakili DIY, Agung Putra Darmara, Mahasiswa Prodi Manajemen UNU Jogja Raih Juara Harapan 2 Duta Genre Indonesia 2026

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 25 Sep, 2026 | Durasi. 6 Menit

Mahasiswa UNU Jogja Lolos Seleksi Program P2MW dan Peserta KMI Expo XVII Tahun 2026

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 15 Sep, 2026 | Durasi. 3 Menit

Mahasiswa dan Alumni UNU Jogja Ikuti Coinfest Asia 2026, Bersama Techie 90 Negara Tentukan Arah Pengembangan Teknologi dan Industri Digital Dunia

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 26 Aug, 2026 | Durasi. 4 Menit

Frequently Asked Questions (FAQ): BEASISWA TALENTA LESTARI 2026

Diterbitkan oleh Intan Agisti Nila Sari, 21 Jul, 2026 | Durasi. 9 Menit