Member Logo

Tekan Angka Perceraian, UNU Jogja Perkuat Program Ketahanan Keluarga Bersama Kemenag RI

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 13 Apr, 2026

Est. 2 Menit

Tekan Angka Perceraian, UNU Jogja Perkuat Program Ketahanan Keluarga Bersama Kemenag RI

Yogyakarta, Indonesia – Dosen Jurusan Studi Islam Interdisipliner (SII) Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta (UNU Jogja) bersinergi dengan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI dalam program pembinaan dan ketahanan keluarga. 

Dalam sinergi tersebut, dosen jurusan SII UNU Jogja mengikuti pelatihan Bimbingan Teknis (Bimtek) Fasilitator Jejaring Lokal yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag RI di DI Yogyakarta pada 7–10 April 2026. Kegiatan ini dihadiri delegasi dari Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DI Yogyakarta.

Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Kemenag RI, Ahmad Zayadi, mengatakan Bimtek ini bertujuan memperkuat jejaring lintas sektor dalam mendukung pelaksanaan program pembinaan dan ketahanan keluarga di tingkat lokal.

Sejalan dengan itu, Ketua Jurusan SII UNU Jogja, Nuzulia Hidayati, mengatakan keterlibatan UNU Jogja sebagai kampus di Jogja sejalan dengan komitmen dalam mendukung program strategis pemerintah di bidang ketahanan keluarga. 

Melalui Fakultas Dirasah Islamiyah dan Pusat Studi Kependudukan dan Kesejahteraan Keluarga (Pusdeka), UNU Jogja tengah mengembangkan program bimbingan bagi calon pengantin (catin).

“Kami sedang mengajukan izin sebagai lembaga (fasilitator) penyelenggara bimbingan calon pengantin yang akan melibatkan dosen dan mahasiswa UNU Jogja,” ujarnya.

Bimbingan calon pengantin dinilai penting seiring tingginya angka perceraian di Indonesia. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, angka perceraian pada 2025 mencapai lebih dari 438 ribu kasus, meningkat sekitar 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 399 ribu kasus.

Menanggapi kondisi tersebut, Nuzulia menyatakan UNU Jogja memiliki peluang untuk berperan aktif dalam memberikan bimbingan pra-nikah sebagai upaya preventif menekan angka perceraian.

“Melihat kondisi ini, UNU Jogja memiliki peluang untuk ikut berperan aktif dalam memberikan bimbingan guna mempersiapkan calon pengantin agar dapat menekan angka perceraian,” ujarnya.

Ia menambahkan, dosen dan mahasiswa UNU Jogja yang terlibat akan disiapkan sebagai fasilitator dalam program bimbingan tersebut. Program ini juga terbuka bagi masyarakat umum.  

Saat ini, UNU Jogja memiliki sumber daya yang memadai, termasuk dukungan lintas fakultas serta mentor bersertifikat untuk mendukung pelaksanaan program tersebut. 

Nuzulia berharap keterlibatan UNU Jogja dapat memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung program pemerintah sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dalam penguatan ketahanan keluarga di masyarakat. [Latifah]

Bagikan

Berita Terkait

UNU Jogja Gandeng BRIN dan Industri Bahas Future Skills hingga Hilirisasi Riset

UNU Jogja Gandeng BRIN dan Industri Bahas Future Skills hingga Hilirisasi Riset

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 19 May, 2026 | Durasi. 3 Menit

UNU Jogja Buka Lowongan Kerja  Dosen Tetap Jurusan Farmasi, Ini Syaratnya

UNU Jogja Buka Lowongan Kerja Dosen Tetap Jurusan Farmasi, Ini Syaratnya

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 27 Apr, 2026 | Durasi. 1 Menit

SAH: UNU Jogja Jadi Kampus Pertama di Indonesia Peroleh Izin Penyelenggaraan Bimbingan Perkawinan Calon Pengantin

SAH: UNU Jogja Jadi Kampus Pertama di Indonesia Peroleh Izin Penyelenggaraan Bimbingan Perkawinan Calon Pengantin

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 23 Apr, 2026 | Durasi. 2 Menit

Berita Populer