Indonesia menghadapi Tantangan dengan Inovasi

“Di era digital ini dan inovasi sekarang bagaimana mahasiswa bisa berperan dalam meningkatkan kemampuannya sendiri jangan terlalu bergantung kepada pada dosen mereka harus juga bisa mengelaborasikan dan mencari ilmu-ilmu baru yang jauh lebih hebat dari dosen”.

Itu salah satu pernyataan Dr. Ary Syahriar.Ph.D dalam kuliah umum yang diadakan oleh Universitas Nahdhatul Ulama pada hari selasa 17 Oktober 17, kuliah umum dengan judul “tantangan inovasi bagi Indonesia”. Di dalam perkuliahan itu beliau juga menyampaikan bagaimana mahasiswa harus bisa menghadapi persaingan global yang akan datang.

“Dengan posisi universitas di Indonesia yang hanya menempati urutan 251 yang membuat para mahasiswa harus berkerja ekstra keras dalam membuat inovasi, karena secara posisi Indonesia masih kalah dengan universitas di ASEAN”, begitu pemaparan beliau.

Indonesia sendiri hanya bisa menjadi target pasar para negara maju dan hanya bisa menjadi penikmat teknologi dan ketika masyarakat ekonomi ASEAN (MEA) berlaku kemungkinan akan susah bersaing dengan hanya memanfaatkan modal IPK.

Pertarungan ke depan bukan lagi siapa yang punya sumber daya alam yang paling kuat atau yang memiliki uang yang bisa kuat akan tetapi ke depan adalah yang memiliki sumber daya manusia lah yang dapat menguasai.

Menurut beliau”kesejahteraan suatu bangsa tergantung bagaimana inovasi tersebut sehingga perekonomian bisa terus maju dengan inovasi”. Maka untuk berinovasi mahasiswa harus pola pikirnya tidak ada kata menyerah di dalam pikirannya.

Di akhir segmen beliau mengatakan”bahwa sebenarnya bangsa Indonesia sangat bisa untuk maju dan memiliki modal asalkan mahasiswa nya mau mencari ilmu-ilmu yang baru, tidak hanya mengandalkan dosen saja karena siapa tahu mahasiswa lebih tahu dari pada dosennya”.(RZ)

 

Dian Kurnia Putri

Staff Administrasi UNU JOGJA
Close Menu