Member Logo

Dari Pesantren untuk Generasi Sehat: Kolaborasi Danone Indonesia, LPTNU, UNU Jogja, dan UNU NTB Hadirkan “Ngaji Gizi Bareng Santri”

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 18 Aug, 2026

Est. 4 Menit

Dari Pesantren untuk Generasi Sehat: Kolaborasi Danone Indonesia, LPTNU, UNU Jogja, dan UNU NTB Hadirkan “Ngaji Gizi Bareng Santri”

Mataram, Indonesia — Upaya membangun ekosistem pesantren yang sehat membutuhkan lebih dari sekadar edukasi. Ia membutuhkan kolaborasi, pendampingan, penguatan kelembagaan, serta upaya bersama untuk menerjemahkan pengetahuan menjadi kebiasaan hidup sehat. Berangkat dari semangat tersebut, Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU), Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta (UNU Jogja) melalui Center for Sharia Finance and Digital Economy (SHAFIEC), Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat (UNU NTB), dan Danone Indonesia meluncurkan program “Ngaji Gizi Bareng Santri” di Ballroom ATQIA UNU NTB, Sabtu (15/8).

 

Peluncuran program bertema “Membangun Ekosistem Pesantren Sehat melalui Penguatan Literasi Gizi dan Kesehatan” ini dirangkai dengan Seminar Gizi dan Kesehatan Pesantren yang mempertemukan perspektif akademisi, praktisi kesehatan, pengasuh pesantren, kalangan Nahdlatul Ulama, dan sektor industri. Forum lintas sektor ini menghadirkan pakar kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Mataram Dr. dr. Ima Arum Lestari, M.Si.Med, Sp.PK., Dewan Kesehatan Kabupaten Lombok Barat sekaligus Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Madinah Lombok Barat Dr. Buya Muhammad Subki Sasaki, M.H., serta jajaran PWNU NTB. Dalam kemitraan ini, SHAFIEC UNU Yogyakarta berperan sebagai pengelola utama program dan UNU NTB bertindak sebagai mitra pelaksana lapangan di wilayah Nusa Tenggara Barat.

 

Urgensi Gizi Remaja dan Peran Strategis Pesantren

 

Penguatan literasi gizi di pesantren menjadi kian mendesak di tengah tantangan kesehatan generasi muda. Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 mencatat angka prevalensi stunting nasional berada di 19,8 persen, sementara target 2029 dipatok turun hingga 14,2 persen. Selain itu, data Riskesdas menunjukkan anemia masih dialami 26,8 persen anak usia 5–14 tahun dan 32 persen kelompok usia 15–24 tahun.

 

Public Affairs and Sustainability Director Danone Indonesia, Karyanto Wibowo, menyampaikan bahwa tantangan gizi remaja tersebut perlu ditempatkan sebagai bagian dari agenda pembangunan manusia Indonesia.

 

“Tantangan gizi remaja bukan hanya isu kesehatan, tetapi juga isu pembangunan manusia. Pesantren memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya berakhlak dan berpengetahuan, tetapi juga sehat dan berdaya. Melalui program Ngaji Gizi Bareng Santri, kami bersama LPTNU, UNU Jogja, dan UNU NTB ingin menghadirkan edukasi gizi dan kesehatan yang mudah dipahami, aplikatif, serta selaras dengan nilai-nilai pesantren,” ujarnya.

 

Sekretaris Jenderal LPTNU, Dr. rer. pol. Faisal Aminuddin, menambahkan bahwa salah satu kekuatan utama program Ngaji Gizi Bareng Santri terletak pada semangat kolaborasi lintas institusi, mitra, dan lembaga pendidikan. Menurutnya, keterlibatan perguruan tinggi NU, pesantren, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi modal penting untuk memastikan bahwa program memiliki dampak yang lebih luas.

 

Baca juga : Mahasiswa Informatika UNU Jogja Kembangkan PTSP Digital untuk Pengadilan Agama di Probolinggo

 

“Program ini merupakan ikhtiar untuk mengkolaborasikan berbagai institusi, mitra, dan lembaga pendidikan yang memiliki perhatian terhadap penguatan kualitas sumber daya manusia. Kolaborasi ini diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan, tetapi menghasilkan output yang konkret, baik dalam bentuk pengetahuan, model, maupun instrumen program yang nantinya dapat menjadi pondasi untuk direplikasi dan dikembangkan secara berkelanjutan di lingkungan NU,” terangnya.

 

Hilirisasi Riset dan Dampak Berkelanjutan

 

Rektor UNU NTB, Dr. Hj. Baiq Mulianah, M.Pd.I., menyoroti peran sentral pesantren dalam pembentukan karakter santri.

 

“Pesantren tidak hanya menjadi tempat untuk membangun karakter dan memperkuat pendidikan keagamaan, tetapi juga memiliki peran strategis dalam membentuk pola hidup sehat para santri. Karena itu, literasi gizi dan kesehatan perlu menjadi bagian dari ekosistem pendidikan pesantren, sekaligus mendukung agenda nasional untuk menyiapkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas,” ujarnya.

 

Sementara itu, Plt. Rektor UNU Jogja, Dr. Fahmy Akbar Idries, menyampaikan bahwa keterlibatan UNU Jogja melalui SHAFIEC merupakan bentuk komitmen perguruan tinggi dalam menghadirkan keilmuan dan riset terapan yang berdampak langsung pada masyarakat.

 

“Bagi UNU Jogja, kolaborasi ini adalah bagian dari ikhtiar strategis hilirisasi pengetahuan dan inovasi kampus. Pesantren adalah pilar penting masa depan bangsa dan membangun santri berdaya saing global membutuhkan keunggulan intelektual, spiritual, serta fisik yang prima. Kolaborasi multi-helix bersama industri dan pesantren ini menjadi model ideal penerapan riset terapan kampus yang langsung menjawab kebutuhan masyarakat. Melalui SHAFIEC, kami merancang program ini dengan pendekatan yang terstruktur, kontekstual, dan berbasis bukti agar dapat diukur keberhasilannya,” ungkap Fahmy.

 

Direktur SHAFIEC UNU Jogja, Maria Fauzi, menegaskan bahwa keberhasilan program tidak semata-mata diukur dari terlaksananya seluruh rangkaian kegiatan, tetapi dari sejauh mana manfaatnya benar-benar dirasakan oleh penerima manfaat.

 

“Harapan kami, kolaborasi Ngaji Gizi Bareng Santri ini menjadi ruang belajar bersama. Pengetahuan yang kita bangun harus bisa dirasakan oleh santri, diterapkan dalam keseharian mereka, dan pada akhirnya memberi manfaat yang lebih luas bagi warga Nahdliyyin. Harapannya, bukan hanya santri yang belajar tentang gizi, tetapi seluruh ekosistem pesantren ikut bergerak membangun lingkungan yang mendukung hidup sehat,” pungkas Maria. 

 

Inisiatif “Ngaji Gizi Bareng Santri” mencakup rangkaian edukasi gizi, pendampingan berkala, penyusunan modul, hingga penguatan kelembagaan pesantren sasaran. Melalui kolaborasi ini, perubahan perilaku sehat diharapkan tumbuh dari para santri dan menjangkau keluarga serta masyarakat luas.*

 

Kontributor: Maria Fauzi

Editor: Intan Agisti

Bagikan

Berita Terkait

Living Labs Banda Neira, Inovasi Kolaboratif UNU Jogja Berikan Dampak Nyata ke Timur Indonesia

Living Labs Banda Neira, Inovasi Kolaboratif UNU Jogja Berikan Dampak Nyata ke Timur Indonesia

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 9 Sep, 2026 | Durasi. 4 Menit

Prodi Agribisnis UNU Jogja dan IPB University Kolaborasi Kembangkan Ekosistem Wakaf Agraria

Prodi Agribisnis UNU Jogja dan IPB University Kolaborasi Kembangkan Ekosistem Wakaf Agraria

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 8 Sep, 2026 | Durasi. 4 Menit

UNU Jogja dan INSIMA Gelar Konferensi Internasional, Hadirkan Akademisi dari Benua Asia hingga Eropa

UNU Jogja dan INSIMA Gelar Konferensi Internasional, Hadirkan Akademisi dari Benua Asia hingga Eropa

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 7 Sep, 2026 | Durasi. 4 Menit

Dosen UNU Jogja Jadi Narasumber dalam Pelatihan Penyusunan RPS Berbasis OBE di Fakultas Agama Islam Universitas Islam Lamongan

Dosen UNU Jogja Jadi Narasumber dalam Pelatihan Penyusunan RPS Berbasis OBE di Fakultas Agama Islam Universitas Islam Lamongan

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 2 Sep, 2026 | Durasi. 4 Menit

Berita Populer

Mahasiswa UNU Jogja Lolos Seleksi Program P2MW dan Peserta KMI Expo XVII Tahun 2026

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 15 Sep, 2026 | Durasi. 3 Menit

Mahasiswa dan Alumni UNU Jogja Ikuti Coinfest Asia 2026, Bersama Techie 90 Negara Tentukan Arah Pengembangan Teknologi dan Industri Digital Dunia

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 26 Aug, 2026 | Durasi. 4 Menit

Frequently Asked Questions (FAQ): BEASISWA TALENTA LESTARI 2026

Diterbitkan oleh Intan Agisti Nila Sari, 21 Jul, 2026 | Durasi. 9 Menit

Mutiara Azzahra Tzabitah Zain Ababil, Mahasiswi Tuli Prodi Teknologi Hasil Pertanian UNU Jogja Raih Juara Harapan I Turnamen Futsal Tuli Antar Klub 2026

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 7 Aug, 2026 | Durasi. 3 Menit