Member Logo

Dari Perjuangan Merantau hingga Menjadi Kepala CSSD Rumah Sakit Awal Bros Botania Batam

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 18 May, 2026

Est. 3 Menit

Dari Perjuangan Merantau hingga Menjadi Kepala CSSD Rumah Sakit Awal Bros Botania Batam

ALUMNI - Perjalanan hidup Apt. Novindi Mega Liani, S.Farm., menjadi bukti bahwa kerja keras, doa orang tua, dan keteguhan hati mampu membawa seseorang melampaui berbagai keterbatasan. Di balik pencapaiannya sebagai Kepala Ruangan Sterilisasi Sentral (CSSD/Central Sterile Supply Department) di Rumah Sakit Awal Bros Botania Batam, terdapat kisah panjang tentang perjuangan seorang anak rantau yang tidak pernah menyerah mengejar cita-cita.

Keputusan besar untuk meninggalkan kampung halaman menjadi langkah awal Novindi dalam mewujudkan impiannya menjadi seorang farmasis. Dengan membawa harapan keluarga dan semangat untuk mengubah masa depan, ia memulai perjalanan pendidikan S1 Farmasi di tengah berbagai tantangan hidup mandiri.

“Merantau mengajarkan saya untuk bertahan dan terus berjuang. Jauh dari keluarga memang tidak mudah, tetapi saya percaya semua proses itu akan membawa saya pada tujuan yang lebih baik,” ungkap Novindi.

Masa perkuliahan menjadi fase penuh perjuangan. Selain harus beradaptasi dengan lingkungan baru dan tuntutan akademik yang tinggi, ia juga menghadapi situasi keluarga yang tidak mudah. Di saat sang ayah jatuh sakit, sosok ibu menjadi kekuatan terbesar yang terus menopang langkahnya.

Novindi menyaksikan sendiri bagaimana ibunya tetap berjuang demi memastikan pendidikan anaknya tidak terhenti. Di tengah keterbatasan, sang ibu terus bekerja keras, menahan lelah, dan mengorbankan banyak hal demi masa depan keluarga.

“Dari ibu saya belajar bahwa mimpi harus diperjuangkan dengan keteguhan hati. Pengorbanan beliau menjadi alasan terbesar saya untuk terus bertahan,” tuturnya.

Setelah berhasil menyelesaikan pendidikan S1 Farmasi, Novindi tidak berhenti sampai di sana. Ia melanjutkan pendidikan profesi Apoteker dengan semangat yang semakin kuat. Pendidikan profesi tersebut menjadi tahap penting dalam membentuk dirinya sebagai tenaga kesehatan yang profesional.

Selama menjalani pendidikan profesi, Novindi harus menghadapi berbagai tantangan baru, mulai dari praktik di fasilitas kesehatan hingga tanggung jawab yang lebih besar dalam pelayanan kesehatan. Seluruh proses itu menjadi pengalaman berharga yang memperkuat kompetensi dan kedewasaannya dalam dunia kerja.

Perjuangan panjang tersebut akhirnya membawanya dipercaya bergabung dengan Rumah Sakit Awal Bros sebagai Kepala Ruangan Sterilisasi Sentral atau CSSD. Posisi ini memiliki peran penting dalam memastikan seluruh alat kesehatan yang digunakan dalam tindakan medis berada dalam kondisi steril dan aman bagi pasien.

Sebagai seorang apoteker, Novindi memiliki kompetensi dalam pengelolaan mutu, pengendalian kontaminasi, keamanan alat kesehatan, hingga penerapan prinsip sterilitas. Pengetahuan di bidang farmasi, seperti mikrobiologi, bahan kimia, stabilitas produk, dan manajemen risiko menjadi bagian penting dalam mendukung sistem sterilisasi rumah sakit.

Menurut Novindi, keberadaan sistem sterilisasi yang baik memiliki pengaruh besar terhadap keselamatan pasien dan kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit.

“Sterilisasi bukan hanya soal alat yang bersih, tetapi tentang bagaimana rumah sakit menjaga keselamatan pasien secara menyeluruh. Karena itu, setiap proses harus dilakukan dengan sangat teliti dan sesuai standar,” jelasnya.

Tidak hanya dipercaya memimpin CSSD, Novindi juga mendapatkan amanah sebagai Ketua Komite Tenaga Kesehatan Lainnya di Rumah Sakit Awal Bros. Kepercayaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi, komitmen, dan kontribusinya dalam dunia pelayanan kesehatan.

Bagi Novindi, seluruh pencapaian yang diraih hari ini bukanlah hasil instan. Ada proses panjang yang dipenuhi pengorbanan, air mata, serta doa orang tua yang selalu menyertai setiap langkah perjuangannya.

Ia berharap kisah hidupnya dapat menjadi motivasi bagi banyak anak muda, khususnya mereka yang sedang berjuang meraih pendidikan dan cita-cita di tengah keterbatasan.

“Saya percaya tidak ada perjuangan yang sia-sia. Selama kita terus berusaha, berdoa, dan tidak menyerah, akan selalu ada jalan menuju keberhasilan,” pungkasnya. [Latifah]

Bagikan

Berita Terkait

Alumnus Farmasi UNU Jogja Berkarier sebagai Penanggung Jawab Teknis dan Sales Engineering di PT Byon Lab Infinity Indonesia

Alumnus Farmasi UNU Jogja Berkarier sebagai Penanggung Jawab Teknis dan Sales Engineering di PT Byon Lab Infinity Indonesia

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 4 Jun, 2026 | Durasi. 2 Menit

Hobi Baca Novel Tere Liye, Mahasiswa Informatika UNU Jogja Jadi Runner Up di “Hardiknas Olympiad” untuk Bidang Bahasa Indonesia

Hobi Baca Novel Tere Liye, Mahasiswa Informatika UNU Jogja Jadi Runner Up di “Hardiknas Olympiad” untuk Bidang Bahasa Indonesia

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 26 May, 2026 | Durasi. 3 Menit

Dari Laboratorium Kampus ke Industri Farmasi Nasional, Alumni UNU Jogja Kini Berkarier di PT Combiphar

Dari Laboratorium Kampus ke Industri Farmasi Nasional, Alumni UNU Jogja Kini Berkarier di PT Combiphar

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 21 May, 2026 | Durasi. 3 Menit

Berita Populer

Hobi Baca Novel Tere Liye, Mahasiswa Informatika UNU Jogja Jadi Runner Up di “Hardiknas Olympiad” untuk Bidang Bahasa Indonesia

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 26 May, 2026 | Durasi. 3 Menit

Dari Perjuangan Merantau hingga Menjadi Kepala CSSD Rumah Sakit Awal Bros Botania Batam

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 18 May, 2026 | Durasi. 3 Menit

Dari Laboratorium Kampus ke Industri Farmasi Nasional, Alumni UNU Jogja Kini Berkarier di PT Combiphar

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 21 May, 2026 | Durasi. 3 Menit

Alumni SII UNU Jogja Jadi Pengajar Profesional di MCAS Darul Arqam Singapura

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 12 May, 2026 | Durasi. 2 Menit