Harga Emas Melonjak, Dosen Jurusan Akuntansi UNU Jogja Luruskan Soal Keuntungan Pedagang
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 2 Feb, 2026
Est. 3 Menit

Yogyakarta, Indonesia – Fluktuasi harga emas kerap mendorong masyarakat untuk membeli atau menjual logam mulia. Banyak orang beranggapan bahwa ketika harga emas naik, semua pemilik emas otomatis memperoleh keuntungan. Namun dari sudut pandang akuntansi, kondisi tersebut tidak selalu sesederhana itu.
Dosen Akuntansi Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta (UNU Jogja), Melvin Rahma Sayuga Subroto, S.Pd., M.Acc., menjelaskan bahwa pergerakan harga emas memang bisa membawa peluang bagi pedagang maupun pembeli, tetapi keuntungan secara akuntansi baru diakui ketika transaksi benar-benar terjadi.
Bagi pedagang emas, logam mulia yang dipajang di toko dicatat sebagai persediaan barang dagangan. Artinya, kenaikan harga emas di pasar belum bisa langsung dihitung sebagai keuntungan usaha sampai emas tersebut terjual.
“Pedagang baru benar-benar mendapat keuntungan saat emas itu terjual. Kalau masih disimpan di etalase, nilainya memang bisa naik, tetapi uangnya belum masuk ke kas,” jelasnya.
Ia menambahkan, kesalahpahaman ini cukup sering terjadi. Sebagian pelaku usaha merasa usahanya untung besar karena harga pasar meningkat, padahal secara keuangan belum tentu ada tambahan uang tunai yang diterima.
Sebagai gambaran sederhana, seorang pedagang membeli emas seharga Rp 3,1 juta per gram. Beberapa waktu kemudian, harga pasar naik menjadi Rp 3,3 juta per gram. Secara nilai, emas tersebut memang terlihat lebih mahal. Namun selama belum terjual, kenaikan tersebut belum dapat diakui sebagai keuntungan riil.
“Keuntungan diakui ketika barang sudah terjual, bukan hanya karena harga pasar naik. Jadi meskipun nilai emas meningkat, kas usaha belum bertambah,” ujarnya.
Prinsip yang sama juga berlaku bagi masyarakat yang membeli emas sebagai tabungan atau investasi. Kenaikan harga memang menunjukkan potensi keuntungan, tetapi keuntungan tersebut baru benar-benar dirasakan setelah emas dijual kembali.
Karena itu, pemahaman tentang pencatatan dan pengelolaan keuangan menjadi penting, tidak hanya bagi pelaku usaha tetapi juga masyarakat umum. Dengan memahami perbedaan antara kenaikan nilai aset dan keuntungan nyata, masyarakat dapat mengambil keputusan keuangan dengan lebih bijak.
Menurut Melvin, topik seperti ini juga dipelajari mahasiswa di jurusan Akuntansi UNU Jogja. Mahasiswa diajarkan memahami akuntansi tidak hanya melalui teori, tetapi juga lewat contoh kasus yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, termasuk perdagangan emas.
“Melalui pembukuan, mahasiswa dilatih menghitung, membaca pergerakan nilai, serta menganalisis risiko dan kemungkinan keputusan ekonomi di masa depan,” jelasnya.
Ia menambahkan, kemampuan analisis tersebut menjadi bekal penting agar lulusan akuntansi mampu melihat kondisi keuangan secara lebih komprehensif dan tidak hanya terpaku pada angka permukaan.
Melalui pendekatan pembelajaran yang kontekstual dan aplikatif, UNU Jogja berupaya menyiapkan lulusan akuntansi yang tidak hanya mahir mengolah angka, tetapi juga mampu menjelaskan persoalan keuangan dengan bahasa yang mudah dipahami masyarakat. [Latifah]
Bagikan
Berita Terkait
Puasa dan Kesehatan Mental: Dosen UNU Jogja Jelaskan Peran Ramadan dalam Stabilitas Emosi Mahasiswa
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 4 Mar, 2026 | Durasi. 5 Menit

Puasa Aman, Obat Tetap Jalan: Dosen Farmasi UNU Jogja Ingatkan Pentingnya Atur Jadwal Minum Obat Saat Ramadan
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 27 Feb, 2026 | Durasi. 3 Menit

Ramadan Melawan Budaya Scrolling Media Sosial, Saatnya Mahasiswa Bangkit Jadi Kreator Muslim Bernilai Ibadah
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 23 Feb, 2026 | Durasi. 3 Menit

Tambah Deretan Doktor UNU Jogja, Dosen Agribisnis Teliti Ekoefisiensi Peternakan Sapi Perah di Sleman
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 18 Feb, 2026 | Durasi. 3 Menit
Berita Populer
UNU Jogja Peringati Harlah ke-9, Tandai Fase Konsolidasi untuk Perkokoh Laju Akselerasi
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 12 Mar, 2026 | Durasi. 3 Menit
Mahasiswa Jurusan PGSD UNU Jogja Raih Juara 3 Kompetisi Dai di Tingkat DIY
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 9 Mar, 2026 | Durasi. 2 Menit
Civitas UNU Jogja Borong Prestasi dalam ANUGERAH LPTNU 2026
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 10 Mar, 2026 | Durasi. 3 Menit
Jelajahi Masa Depan Industri Olahraga di GSIC Summit APAC 2026!
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 5 Mar, 2026 | Durasi. 2 Menit
