Mahasiswi Jurusan Farmasi UNU Jogja Raih Runner Up II dan Best Favorite Duta Kesehatan DIY 2026, Angkat Isu Sanitasi Lingkungan
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 17 Jun, 2026
Est. 4 Menit
-1781684630993.jpg?alt=media&token=b3a9ed15-7deb-47c7-bfbf-a6189bc320c4)
Yogyakarta, Indonesia – Mahasiswi jurusan S1 Farmasi Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta (UNU Jogja), Ghina Fadhilah angkatan 2024, berhasil menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Duta Kesehatan DIY 2026. Dalam kompetisi tersebut, Ghina meraih gelar Runner Up II Duta Kesehatan DIY 2026 sekaligus memperoleh penghargaan Best Favorite.
Dalam ajang ini, Ghina mengangkat isu kesehatan lingkungan dengan fokus pada sanitasi. Menurutnya, akses terhadap sanitasi yang layak merupakan salah satu faktor penting dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, produktif, dan berdaya. Berangkat dari kepedulian tersebut, ia menggagas program kerja bertajuk SAPA JOGJA (Sanitasi Terpadu Warga Yogyakarta).
Program SAPA JOGJA dirancang sebagai upaya meningkatkan kesadaran, partisipasi, dan akses informasi masyarakat terkait sanitasi yang sehat dan berkelanjutan. Program ini memiliki dua fokus utama. Pertama, Sanitation Mapping, yaitu pemetaan kondisi sanitasi serta titik-titik risiko pencemaran lingkungan, khususnya di kawasan permukiman padat penduduk. Kegiatan ini dilakukan melalui kolaborasi dengan kader kesehatan masyarakat, pemerintah setempat, dan Dinas Kesehatan guna memperoleh data yang akurat sebagai dasar penyusunan intervensi dan edukasi yang tepat sasaran.
Baca juga : Fakultas Ekonomi UNU Jogja Redesain Kurikulum untuk Hadapi Era AI dan Ekonomi Digital
Fokus kedua adalah Platform Edukasi dan Advokasi Digital, yaitu pemanfaatan media digital sebagai sarana penyebaran informasi mengenai sanitasi dan kesehatan lingkungan. Melalui platform tersebut, masyarakat dapat mengakses berbagai konten edukasi dan advokasi yang dikemas secara menarik, mudah dipahami, dan mudah dijangkau sehingga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran serta mendorong perubahan perilaku hidup bersih dan sehat.
"Melalui program SAPA JOGJA, saya berharap dapat menjadi jembatan antara masyarakat, tenaga kesehatan, dan pemangku kebijakan dalam mewujudkan lingkungan yang lebih sehat serta meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta," ujar Ghina.
Perjalanan Menuju Panggung Duta Kesehatan DIY 2026
Prestasi yang diraih Ghina tidak lepas dari berbagai persiapan yang dilakukan selama mengikuti kompetisi. Ia aktif mempersiapkan berbagai tahapan penilaian, mulai dari pembuatan video profil, penyusunan dan latihan speech, persiapan unjuk bakat, pelaksanaan kegiatan edukasi dan advokasi kesehatan kepada masyarakat, hingga pengembangan program sesuai dengan isu kesehatan yang diangkat.
Selain itu, Ghina juga melatih kemampuan public speaking, memperluas wawasan mengenai isu kesehatan terkini, serta membangun kedisiplinan dan manajemen waktu yang baik selama proses kompetisi berlangsung. Seluruh persiapan tersebut dilakukan untuk mewujudkan sosok Duta Kesehatan yang intelektual, bersahabat, serta mampu mengedukasi dan mengadvokasi masyarakat secara efektif.
Perjalanan Ghina dalam ajang Duta Kesehatan DIY 2026 dimulai sejak proses pendaftaran pada 19 Januari 2026. Setelah dinyatakan lolos seleksi administrasi pada 1 Maret 2026, ia mengikuti tes tulis dan wawancara pada 8 Maret 2026. Hasil seleksi diumumkan pada 11 Maret 2026 dan mengantarkannya menjadi salah satu finalis.
Sebagai finalis, Ghina mengikuti serangkaian kegiatan yang padat, mulai dari technical meeting pada 12 April 2026, sesi photoshoot, pembuatan video profil, kegiatan edukasi dan advokasi kesehatan, hingga penyusunan laporan presentasi program dan video unjuk bakat. Para finalis juga menjalani tiga tahap karantina serta berbagai sesi pelatihan catwalk sebagai bagian dari pembentukan kapasitas dan kesiapan menuju malam puncak.
Puncak kompetisi berlangsung dalam acara Grand Final Duta Kesehatan DIY 2026 pada 14 Juni 2026. Pada kesempatan tersebut, Ghina berhasil meraih predikat Runner Up II sekaligus dinobatkan sebagai Best Favorite.
"Saya sangat bersyukur atas pencapaian ini. Bagi saya, gelar yang diraih bukan hanya sebuah prestasi, tetapi juga amanah untuk terus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya kesehatan, khususnya kesehatan lingkungan dan sanitasi. Saya berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat serta membawa nama baik Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta," tuturnya.
Dukungan Kampus dalam Mendorong Mahasiswa Farmasi Berprestasi dan Berdampak
Sebagai kampus di Jogja yang berkomitmen mencetak tenaga kesehatan yang unggul dan berdaya saing global, UNU Jogja terus mendorong mahasiswa untuk mengembangkan potensi diri sejak awal masa perkuliahan. Mahasiswa tidak hanya dibekali dengan kompetensi akademik di bidang kefarmasian, tetapi juga didorong untuk aktif berkontribusi dalam menjawab berbagai persoalan kesehatan di tengah masyarakat.
Melalui berbagai program pengembangan kompetensi, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengasah kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kerja sama tim, serta kepekaan terhadap isu-isu kesehatan terkini. Kampus juga memberikan dukungan melalui pendampingan mengikuti kompetisi tingkat regional, nasional, maupun internasional sebagai ruang aktualisasi prestasi dan inovasi mahasiswa.
Selain itu, mahasiswa Farmasi mendapatkan pengalaman belajar yang mempertemukan teori dengan praktik, baik melalui kegiatan pengabdian masyarakat, program magang, maupun berbagai aktivitas kemahasiswaan yang memperkuat kemampuan profesional dan sosial. Pembelajaran di kelas pun dirancang untuk mendorong mahasiswa berpikir kritis, berani menyampaikan gagasan, serta mampu mengedukasi masyarakat berdasarkan landasan ilmiah yang kuat.
Ketua jurusan Farmasi UNU Jogja, Muhammad Alfian, menyampaikan apresiasi atas capaian yang diraih Ghina. Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa Farmasi tidak hanya dituntut unggul dalam aspek akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial serta kemampuan komunikasi kesehatan kepada masyarakat.
"Isu sanitasi yang diangkat Ghina sangat relevan dengan upaya promotif dan preventif dalam bidang kesehatan. Kami berharap prestasi ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk berani mengambil peran sebagai agen perubahan melalui edukasi dan advokasi kesehatan yang berbasis ilmu pengetahuan," ujarnya. [Latifah]
Bagikan
Berita Terkait

Seleksi Ketat 1.081 Peserta, Mahasiswi PGSD UNU Jogja Lolos GerakDampak Academy 2026 Indika Foundation dan Angkat Isu Kesehatan Mental Mahasiswa
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 24 Jun, 2026 | Durasi. 2 Menit

Mahasiswa PBI UNU Jogja Raih Dua Prestasi Nasional di NEC 2026, Angkat Isu Etika AI dan Dampak Lingkungan
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 23 Jun, 2026 | Durasi. 3 Menit

Alumni Jurusan Farmasi UNU Jogja Berkiprah di Pusat Krisis Kesehatan Regional Jawa Tengah Kemenkes RI
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 12 Jun, 2026 | Durasi. 2 Menit
Berita Populer
Seleksi Ketat 1.081 Peserta, Mahasiswi PGSD UNU Jogja Lolos GerakDampak Academy 2026 Indika Foundation dan Angkat Isu Kesehatan Mental Mahasiswa
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 24 Jun, 2026 | Durasi. 2 Menit
Mahasiswa PBI UNU Jogja Raih Dua Prestasi Nasional di NEC 2026, Angkat Isu Etika AI dan Dampak Lingkungan
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 23 Jun, 2026 | Durasi. 3 Menit
Mahasiswi Jurusan Farmasi UNU Jogja Raih Runner Up II dan Best Favorite Duta Kesehatan DIY 2026, Angkat Isu Sanitasi Lingkungan
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 17 Jun, 2026 | Durasi. 4 Menit
Alumni Jurusan Farmasi UNU Jogja Berkiprah di Pusat Krisis Kesehatan Regional Jawa Tengah Kemenkes RI
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 12 Jun, 2026 | Durasi. 2 Menit
