Maria Fauzi, Civitas Akademika UNU Jogja, Paparkan Gagasan Humanitarian Islam di Konferensi Internasional Roma
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 1 Jul, 2026
Est. 2 Menit

Roma, Italia – Civitas akademika Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta (UNU Jogja), Maria Fauzi, memaparkan gagasan tentang Humanitarian Islam dalam konferensi internasional Religious Humanism, Inclusive Citizenship, and Democracy yang diselenggarakan oleh University of Notre Dame Rome bersama John Cabot University di Roma, Italia, pada 24–27 Juni 2026.
Dalam forum yang dihadiri akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai negara di Eropa, Amerika Serikat, kawasan Arab, serta peserta program doctoral fellowship, Maria tampil sebagai pembicara pada panel "Humanitarian Islam and Democracy in Indonesia: The Humanitarian Islam Movement."
Pada kesempatan tersebut, Maria mempresentasikan makalah berjudul "The Making of Humanitarian Islam: From Pesantren Ethics to a Global Reform Project." Makalah itu membahas perkembangan nilai-nilai etik pesantren yang menjadi landasan gagasan Humanitarian Islam sebagai kontribusi Indonesia dalam mendorong perdamaian, dialog antara peradaban, dan reformasi global yang berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan.
Maria mengatakan, partisipasi dalam konferensi tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan perspektif keislaman Indonesia kepada komunitas akademik internasional sekaligus membangun jejaring kolaborasi dengan peneliti dari berbagai negara.
"Forum seperti ini membuka ruang dialog yang sangat penting untuk saling bertukar perspektif mengenai isu agama, demokrasi, dan kemanusiaan dalam konteks global," ujarnya.
Baca juga : Dosen UNU Jogja Perkuat Sinergi Akademik dalam Pengembangan Smart City Bantul
Selain mengikuti sesi presentasi ilmiah, peserta konferensi juga mengikuti rangkaian kunjungan akademik ke sejumlah institusi di Roma, di antaranya Dicastery for Interreligious Dialogue di Vatikan dan Istituto Luigi Sturzo. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari diskusi mengenai peran agama dalam membangun masyarakat yang inklusif, demokratis, dan menghargai keberagaman.
Konferensi ini menjadi ruang pertukaran gagasan sekaligus memperkuat kolaborasi akademik internasional dalam bidang kajian agama, demokrasi, dan kemanusiaan. Keikutsertaan Maria juga mencerminkan keterlibatan sivitas akademika UNU Jogja dalam forum ilmiah global serta upaya memperluas kontribusi akademik Indonesia pada isu-isu strategis di tingkat internasional. [Latifah]
Bagikan
Berita Terkait

UNU Jogja Buka Pendaftaran Bimtek Fasilitator Bimwin Catin, Cetak Pendamping Keluarga Sakinah yang Profesional
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 9 Jul, 2026 | Durasi. 2 Menit

UNU Jogja Buka Walk in Interview Dosen Tetap 2026 untuk Program Studi S2 Studi Islam
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 9 Jul, 2026 | Durasi. 2 Menit

UNU Jogja Bersama NU Care-LAZISNU DIY Siapkan Program Inkubasi Bisnis bagi UMKM DIY
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 10 Jun, 2026 | Durasi. 3 Menit

Tiga Pustakawan UNU Jogja Dipercaya Duduki Kepengurusan Organisasi Profesi Perpustakaan
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 8 Jul, 2026 | Durasi. 2 Menit
Berita Populer
UNU Jogja Raih Terbaik 1 Anugerah Kerja Sama Diktisaintek LLDIKTI Wilayah V 2026
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 8 Jul, 2026 | Durasi. 3 Menit
Abdul Latif, Mahasiswa Informatika UNU Jogja Raih Juara II Lomba Desain Poster Peksimiprov DIY 2026 Peksimiprov DIY 2026
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 6 Jul, 2026 | Durasi. 2 Menit
UNU Jogja Juara 1 untuk Pengelolaan Laman di Anugerah Humas Diktisaintek LLDIKTI Wilayah V
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 3 Jul, 2026 | Durasi. 4 Menit
Runner Up IV Putri Budaya Yogyakarta 2026, Mahasiswa Farmasi UNU Jogja Ajak Generasi Muda Berani Lestarikan Budaya
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 29 Jun, 2026 | Durasi. 4 Menit
