Menjadi Pemimpin dan Berdampak, GENIUS 2026 Bekali Mahasiswa Baru UNU Jogja Penguatan Karakter
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 22 Sep, 2026
Est. 5 Menit

Yogyakarta, Indonesia - Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta (UNU Jogja) menggelar program Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) GENIUS 2026. Ajang ini menjadi momen transformasi mahasiswa baru untuk mulai merancang masa depan, bertumbuh dan menjadi pemimpin, serta memberi dampak lebih luas bagi masyarakat.
Tahun ini, GENIUS atau Gebyar Orientasi dan Unjuk Ekspresi yang diadakan pada 22-24 September 2026 mengusung tema “Upgrade New U: Lead, Impact, and Grow Together”. Plt Rektor UNU Jogja Fahmy Akbar Idries menyatakan tema tersebut merupakan pesan, ajakan, sekaligus dorongan moral bagi mahasiswa baru untuk bertransformasi menjadi pribadi baru dengan versi terbaik dari setiap individu.
“Pertama, lead atau memimpin. Menjadi pemimpin yang dimulai dari memimpin diri sendiri, menjaga disiplin, membina integritas, serta mematangkan karakter melalui keteladanan akhlak,” ujarnya saat membuka GENIUS 2026 di Kampus UNU Jogja, Selasa (23/9/2026).

Kedua adalah impact atau memberi dampak, yakni memastikan bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi yang dipelajari tidak berhenti di ruang kelas, tetapi mewujud menjadi solusi nyata (khairunnas anfahum linnas) bagi keberlanjutan masyarakat dan kemanusiaan.
Baca juga : Mahasiswa UNU Jogja Lolos Seleksi Program P2MW dan Peserta KMI Expo XVII Tahun 2026
Adapun pesan ketiga adalah grow together atau tumbuh bersama. “Ini artinya mengedepankan semangat kolaborasi dan kebersamaan atau ukhuwah di atas sikap individualistis, sehingga kita dapat melangkah maju secara berkelanjutan sebagai satu ekosistem yang utuh,” tuturnya.
Inklusivitas Mahasiswa Baru
Mahasiswa baru angkatan 2026 UNU Jogja datang dari berbagai daerah dari ujung barat hingga ujung timur Indonesia. Selain dari Pulau Jawa, mahasiswa juga berasal dari sejumlah wilayah di Sumatera, Sulawesi, Maluku, hingga Nusa Tenggara. Dari titik terjauh, dari ujung barat terdapat mahasiswa dari Kabupaten Aceh Tamiang, Banda Aceh. Sementara, dari ujung timur terdaftar mahasiswa dari Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat.
Di antara mereka terdapat mahasiswa yang diterima melalui jalur beasiswa dan mengantongi sertifikat prestasi. Sebanyak 92 mahasiswa baru memperoleh Beasiswa Talenta Lestari karena perhatian besar mereka pada agenda-agenda keberlanjutan. Sedangkan 19 mahasiswa merupakan tahfiz yang hafal 30 juz Al Quran. Para penerima beasiswa dapat mengikuti kuliah secara cuma-cuma selama 8 semester.

Sebagai kampus inklusif, UNU Jogja juga terbuka untuk semua kalangan, termasuk mahasiswa dari berbagai agama dan penyandang disabilitas. Tahun ini terdapat dua mahasiswa difabel yang sejak awal di GENIUS 2026 ini telah mendapat dukungan juru bahasa isyarat.
Baca juga : UNU Jogja Sukses Pertahankan Opini WTP Empat Kali Berturut-Turut
Sepanjang hari seluruh mahasiswa UNU Jogja angkatan 2026 berbaur bersama rekan-rekan mereka dan para pendamping dari mahasiswa angkatan sebelumnya. Sejak pagi mereka diajak mengenal lebih dekat dengan kampus barunya. Mulai dari berkenalan dengan para pimpinan di tingkat rektorat, direktorat dan fakultas, hingga agenda “Prodi Connect” untuk lebih akrab dengan lingkup akademik masing-masing, seperti dosen, himpunan mahasiswa, dan alumni.
Penguatan Karakter dan Literasi Keuangan
Di sela berbagai agenda pengenalan kampus, hari pertama GENIUS 2026 juga diisi dengan rangkaian program penguatan karakter. Penguatan karakter kepada mahasiswa baru, terutama dalam memupuk rasa cinta Tanah Air, disampaikan melalui talkshow bertajuk "Merajut Nasionalisme dan Integritas: Peran Mahasiswa Baru dalam Bela Negara".
Sejumlah pembicara mengisi diskusi ini yaitu Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DIY KH. Ahmad Zuhdi Muhdlor, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bawaslu DIY Mohammad Najib, dan psikolog dari Korem 072/ Pamungkas Yogyakarta Wahyu Apriliyanti.

Ketua Tanfidziyah PWNU DIY, KH. Ahmad Zuhdi Muhdlor, mengingatkan bahwa rasa cinta Tanah Air NU telah dibuktikan sejak zaman penjajahan. “Untuk itu, sebagai mahasiswa UNU Jogja, kalian harus terus mengembangkan sikap nasionalisme dan harus belajar dengan baik. Karena kecintaan kepada bangsa juga bisa dengan cara mengembangkan tiga hal, yaitu intelektualitas, skill, dan akhlak,” tuturnya.
Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bawaslu DIY Mohammad Najib menyatakan mahasiswa mesti turut berkontribusi dalam bela negara dan pembangunan bangsa, seperti pencegahan korupsi. “Pemberantasan korupsi bisa dimulai dari diri sendiri, seperti tidak melakukan cara-cara curang dalam kehidupan sehari-hari. Ini adalah salah satu cara bela negara oleh generasi muda,” tandasnya.
Sementara itu, perwakilan Korem 072/ Pamungkas Yogyakarta, Wahyu Apriliyanti, menegaskan pentingnya disiplin diri pada generasi muda. Apalagi saat ini mahasiswa hidup di tengah dunia maya di mana berbagai hal bisa disebarluaskan dari sana, mulai gaya hidup instan, informasi hoaks, hingga narkotika. “Generasi muda harus disiplin memperkuat jati diri. Jangan karena kesenangan sesaat teman-teman kehilangan jati diri,” tegasnya.
Selain penguatan integritas dan nasionalisme, mahasiswa baru juga menerima literasi keuangan mengingat saat ini banyak kaum muda menjadi korban kejahatan layanan keuangan illegal. Untuk itu, digelar talkshow “Cerdas Finansial, Bebas dari Jerat Penipuan dan Pinjaman Online Ilegal" yang diisi oleh lembaga keuangan dan praktisi professional.

Rosi Kho Arliyani, pengawas di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIY, mengajak mahasiswa baru untuk mewaspadai pinjaman online (pinjol) dan investasi ilegal. Sebab dari data yang dipaparkannya, demografi terbanyak aduan pinjol ilegal di DIY adalah rentang usia 18-25 tahun yang termasuk usia mahasiswa. “Selalu awas dan teliti saat gunakan layanan keuangan digital. Jangan ragu pula untuk melaporkan aktivitas keuangan illegal ke sipasti.ojk.go.id,” tandasnya.
Selain dari OJK, hadir pula Head of PR & Corporate Communication Bibit.id, William, dan Pratiwi Hamdhana, seorang financial planner dan enterpreneur. Keduanya menyampaikan pentingnya generasi muda untuk mulai memikirkan perencanaan keuangan dan investasi, serta memiliki spirit kewirausahaan.
Namun mahasiswa diajak pula untuk mengambil keputusan berinvestasi secara bijaksana dan dilandasi prinsip kehati-hatian, serta untuk tak ragu untuk memulai usaha. “Kebiasaan mengatur keuangan sejak kuliah, seperti menyusun anggaran bulanan, menyiapkan dana darurat, atau menghindari gaya hidup konsumtif, bisa mempengaruhi masa depan kita,” kata Pratiwi.*
Reporter : Arif
Bagikan
Berita Terkait

Realisasikan Kampus Berdampak, PKKMB UNU Jogja Kampanyekan SDGs bersama Warga Kampung Dowangan dan Kaliabu, Sleman, Yogyakarta
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 25 Sep, 2026 | Durasi. 4 Menit

Mahasiswa Baru Diajak Masuki Kampus 5.0 di GENIUS UNU Jogja, dari Strategi Menjadi Pilot AI sampai Game Pengenalan Universitas
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 23 Sep, 2026 | Durasi. 4 Menit

UNU Jogja Bersiap Sambut Mahasiswa Baru 2026, Tekankan Layanan dan Pembentukan Karakter
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 21 Sep, 2026 | Durasi. 3 Menit
Berita Populer
Mewakili DIY, Agung Putra Darmara, Mahasiswa Prodi Manajemen UNU Jogja Raih Juara Harapan 2 Duta Genre Indonesia 2026
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 25 Sep, 2026 | Durasi. 6 Menit
Mahasiswa UNU Jogja Lolos Seleksi Program P2MW dan Peserta KMI Expo XVII Tahun 2026
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 15 Sep, 2026 | Durasi. 3 Menit
Mahasiswa dan Alumni UNU Jogja Ikuti Coinfest Asia 2026, Bersama Techie 90 Negara Tentukan Arah Pengembangan Teknologi dan Industri Digital Dunia
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 26 Aug, 2026 | Durasi. 4 Menit
Frequently Asked Questions (FAQ): BEASISWA TALENTA LESTARI 2026
Diterbitkan oleh Intan Agisti Nila Sari, 21 Jul, 2026 | Durasi. 9 Menit
