Mewakili DIY, Agung Putra Darmara, Mahasiswa Prodi Manajemen UNU Jogja Raih Juara Harapan 2 Duta Genre Indonesia 2026
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 25 Sep, 2026
Est. 6 Menit
Yogyakarta, Indonesia - Mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta (UNU Jogja), Agung Putra Darmara, berhasil meraih Juara Harapan 2 Putra Duta Genre Indonesia dalam ajang Duta dan Jambore Ajang Kreativitas Remaja Genre Tingkat Nasional Tahun 2026 (ADUJAKNAS 2026).
Dalam kompetisi tersebut, Agung mengusung gagasan program inovasi dan advokasi terpadu bernama SERAYA (Sehatkan Rasa, Wujudkan Remaja Berdaya) yang diperkuat dengan rekam jejak aksi nyata di lapangan. Ia berkompetisi bersama delegasi dari 34 Provinsi yang terdiri atas 68 finalis, yakni sepasang Duta Genre Putra dan Putri terbaik dari masing-masing provinsi.
“Saya mewakili DIY berpasangan bersama Duta Genre Putri DIY 2026 Shufia Agnia. Selain itu, kami juga berjuang bersama tim delegasi Kontingen Forum Genre DIY yang berkompetisi pada rangkaian Jambore Ajang Kreativitas,” jelasnya, Jumat (25/9).
SERAYA, Gerakan Agung Dampingi Remaja Kelola Emosi
SERAYA hadir untuk mempersiapkan remaja menyongsong fase dewasa dan kehidupan berkeluarga melalui penguatan kematangan emosional, komunikasi sehat, relasi suportif, dan pembentukan kebiasaan positif.
Menurut Agung, persiapan kehidupan berkeluarga tidak cukup dimulai sesaat menjelang pernikahan, tetapi perlu dibangun sejak masa remaja ketika fondasi pola pikir, emosi, dan karakter mulai terbentuk. Pengembangan program SERAYA dilakukan melalui alur Kenali Diri, Kelola Rasa, Bentuk Kebiasaan, Siapkan Masa Depan.
Baca juga : 19 Mahasiswa Program Studi SII UNU Jogja Lolos Program Prima Magang PTKI Kemenag
SERAYA kemudian dikembangkan melalui tiga pilar inovasi. Pertama, Rumah Rasa, yakni pameran edukasi imersif berbentuk instalasi rumah sebagai ruang aman bagi remaja untuk mengenali diri, mengelola emosi, berdialog, hingga memaknai kembali esensi konsep rumah yang ingin dibangun pada masa depan.
Rumah Rasa menghadirkan zona ruang tamu, meja makan, konseling sebaya, bilik refleksi, dan sarana ekspresi seni. Program ini sekaligus menjadi ruang pemulihan rasa bagi remaja, termasuk anak rantau di Yogyakarta. Pilar tersebut telah menjangkau 524 remaja.
Kedua, Lembar Rasa, yakni program tantangan 30 hari berupa habit tracker dan reflective journal untuk melatih regulasi emosi harian, refleksi diri, pembentukan kebiasaan positif, dan komunikasi sehat. Kelas Rasa bergerak secara fleksibel dengan menyasar 132 remaja.
Ketiga, Kelas Rasa, berupa rangkaian edukasi dan ruang diskusi interaktif mengenai kesehatan emosi, relasi sehat, komunikasi terbuka, dan kesiapan hidup berkeluarga. Program ini bergerak secara fleksibel dengan menyasar sekolah, kampus, komunitas, ruang publik, hingga angkringan. Kelas Rasa telah mengedukasi 7.025 remaja.
“Dengan tiga pilar tersebut, total penerima manfaat langsung dari program SERAYA mencapai 7.681 remaja,” ungkapnya.
Rekam Jejak Edukasi Agung Menjangkau 10.000 Remaja
Selain program SERAYA, kiprah Agung sebagai public speaker dan fasilitator di lapangan turut memperkuat rekam jejaknya sebagai Duta Genre.
Agung dipercaya menjadi narasumber, trainer, dan youth facilitator dalam lebih dari 70 forum dan kegiatan yang melibatkan kepemudaan, sekolah, kampus, dan komunitas.
Ia juga terjun langsung memberikan edukasi kepada ribuan siswa dan mahasiswa di berbagai institusi, di antaranya SMPN 2 Kalasan, SMAN 1 Wonosari, MAN 1 Yogyakarta, MTsN 5 Sleman, MAN 3 Sleman, SMPII Al Abidin, SMA Kalasan, SLB N 1 Bantul, hingga komunitas marjinal.
Materi yang disampaikan mencakup isu keremajaan secara komprehensif, kepemimpinan pemuda (youth leadership), fasilitasi teman sebaya (peer educator/counselor), pencegahan stunting dan gizi remaja, Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP), kesehatan reproduksi, life skills, kesehatan mental, serta kampanye anti-bullying.
Agung juga menguasai dan mengimplementasikan kurikulum resmi Genre, mulai dari Modul Tentang Kita dengan segmentasi Berani, Beraksi, dan Berkolaborasi, fasilitasi Modul Olahrasa, hingga berbagai modul dinamika kelompok kepemudaan.
Selain itu, ia memimpin aksi pembinaan dan reaktivasi di 10 kelompok PIK-R/PIK-M di DIY, yang terdiri atas lima PIK-R tereaktivasi dan lima kelompok PIK-R/M binaan bersama Dinas P3AP2KB. Secara keseluruhan, jika mencakup berbagai kegiatan edukasi di luar tiga pilar SERAYA, akumulasi jangkauan edukasi lapangan yang dilakukan Agung mencapai lebih dari 10.000 remaja.
Dari Pengabdian di Yogyakarta ke Panggung Nasional
Perjalanan Agung menuju panggung nasional dimulai dari Daerah Istimewa Yogyakarta setelah terpilih sebagai Duta Genre DIY 2025. Selama persiapan menuju tingkat nasional, ia menjalani masa pengabdian dan melaksanakan aksi nyata melalui program kerja selama satu tahun di Yogyakarta.
Di sela masa pengabdian tersebut, Agung mengaplikasikan gagasan SERAYA kepada masyarakat. Ia juga menggerakkan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) serta berbagai kegiatan edukasi lainnya.
“Rekam jejak itu yang menjadi nilai dan verifikasi untuk diusung ke tingkat nasional dalam ajang ADUJAKNAS 2026,” jelasnya.
Pada proses seleksi nasional yang digelar pada 21–22 September 2026, Agung berhasil melaju ke malam puncak grand final setelah melewati babak TOP 10 dari 68 finalis, kemudian melanjutkan ke babak TOP 5.
Pada babak tersebut, Agung bersama empat peserta lainnya diuji melalui sesi Question and Answer (Q&A) di hadapan dewan juri kehormatan. Sesi tersebut menguji ketajaman berpikir kritis, kedewasaan bersikap, serta kemampuan komunikasi panggung secara spontan.
“Melalui sesi penentu ini, alhamdulillah saya berhasil meraih predikat Juara Harapan 2 Duta Genre Indonesia Putra 2026,” katanya.
Agung mengungkapkan, selama proses seleksi ia sempat merasa cemas ketika melihat seluruh delegasi dari Sabang sampai Merauke membawa portofolio dan prestasi yang luar biasa. Namun, ia kemudian mengubah cara pandangnya terhadap kompetisi menjadi ruang untuk belajar dan bertukar nilai.
“Sempat terpikir apakah gagasan dan daya jangkau yang saya bawa dari daerah cukup kompetitif di panggung sebesar ini. Namun ketika fokus dialihkan dari membandingkan diri menjadi niat tulus untuk memberikan kebermanfaatan gagasan SERAYA, rasa cemas tersebut berganti menjadi energi percaya diri dan keterbukaan untuk belajar bersama rekan-rekan se-Nusantara,” katanya.
Modal Keahlian di Dunia Advokasi Remaja
Pengalaman sebagai Peer Counselor (Konselor Sebaya) dan Fasilitator Remaja menjadi salah satu fondasi utama Agung dalam menjalankan advokasi remaja. Pendekatan teman sebaya (peer-to-peer) membuat isu sensitif seputar perencanaan keluarga dan kesehatan emosional dapat disampaikan secara hangat, empatik, dan tanpa kesan menggurui.

Keahlian tersebut diperkuat dengan keterampilan komunikasi panggung, seperti public speaking dan storytelling, serta kompetensi manajemen operasional yang ia pelajari di Program Studi Manajemen UNU Jogja.
Bekal tersebut membantunya menyusun linimasa advokasi yang terukur, menganalisis akar masalah secara kritis (root-cause analysis), serta menyajikan argumen secara lugas dalam setiap sesi penjurian.
Dukungan Kampus di Balik Langkah Agung
Dalam proses pengembangan kapasitas dan pelaksanaan berbagai kegiatannya, Agung juga mendapatkan dukungan dari lingkungan kampus. Perkuliahan di Program Studi Manajemen memberikan bekal keilmuan yang konkret, mulai dari manajemen operasional, manajemen proyek, hingga komunikasi bisnis.
Bekal tersebut ia terapkan dalam aktivitas advokasi dengan menyusun program berdasarkan target yang terukur, linimasa yang terstruktur, serta analisis kelayakan yang matang, bukan sekadar gagasan.
Di luar kegiatan akademik, berbagai forum kemahasiswaan dan kepanitiaan di kampus turut membentuk mentalitas kepemimpinan dan keluwesan Agung ketika berhadapan dengan publik.
“Dukungan moral dan administratif dari jajaran Program Studi Manajemen, Dekanat Fakultas Ekonomi, hingga restu dan doa langsung dari Bapak Rektor sebelum keberangkatan menjadi kekuatan moral yang sangat berharga,” akunya.*
Reporter: Latifah
Bagikan
Berita Terkait

Bagaimana Seharusnya Penyandang Disabilitas Diperlakukan Secara Setara di Kampus
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 25 Sep, 2026 | Durasi. 6 Menit
-1789639391524.jpg?alt=media&token=ff76426c-4f1e-4fd8-9436-7c873d973703)
Dosen dan Mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan UNU Jogja Borong 4 Penghargaan di Ajang Konferensi Internasional
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 16 Sep, 2026 | Durasi. 3 Menit

Mahasiswa UNU Jogja Lolos Seleksi Program P2MW dan Peserta KMI Expo XVII Tahun 2026
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 15 Sep, 2026 | Durasi. 3 Menit
Berita Populer
Mewakili DIY, Agung Putra Darmara, Mahasiswa Prodi Manajemen UNU Jogja Raih Juara Harapan 2 Duta Genre Indonesia 2026
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 25 Sep, 2026 | Durasi. 6 Menit
Mahasiswa UNU Jogja Lolos Seleksi Program P2MW dan Peserta KMI Expo XVII Tahun 2026
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 15 Sep, 2026 | Durasi. 3 Menit
Mahasiswa dan Alumni UNU Jogja Ikuti Coinfest Asia 2026, Bersama Techie 90 Negara Tentukan Arah Pengembangan Teknologi dan Industri Digital Dunia
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 26 Aug, 2026 | Durasi. 4 Menit
Frequently Asked Questions (FAQ): BEASISWA TALENTA LESTARI 2026
Diterbitkan oleh Intan Agisti Nila Sari, 21 Jul, 2026 | Durasi. 9 Menit
