Member Logo

Prodi Agribisnis UNU Jogja dan IPB University Kolaborasi Kembangkan Ekosistem Wakaf Agraria

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 8 Sep, 2026

Est. 4 Menit

Prodi Agribisnis UNU Jogja dan IPB University Kolaborasi Kembangkan Ekosistem Wakaf Agraria

Yogyakarta, Indonesia - Program Studi Agribisnis Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta (UNU Jogja) memperkuat kolaborasi dengan Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3) IPB University melalui Workshop “Inovasi Ekosistem Wakaf Agraria: Strategi Pengaktifan Lahan Wakaf dan Pemberdayaan Masyarakat” yang digelar di Kampus UNU Yogyakarta bersama Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam) PWNU DIY dan Lembaga Wakaf dan Pertanahan Nahdlatul Ulama (LWPNU), Sabtu (5/9).

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program Dosen Pulang Kampung (Dospulkam) IPB University dan menjadi ruang kolaborasi antara perguruan tinggi dan Nahdlatul Ulama dalam merumuskan strategi pengembangan aset wakaf agar memberikan manfaat ekonomi dan sosial yang lebih luas bagi masyarakat.

Kolaborasi UNU Jogja dan IPB University diperkuat melalui penandatanganan Letter of Agreement (LoA) antara Program Studi Agribisnis UNU Jogja dan PSP3 IPB University. Kesepakatan tersebut menjadi landasan pengembangan kerja sama dalam bidang pendidikan, penelitian, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam pengembangan agribisnis serta pemanfaatan aset wakaf secara produktif dan berkelanjutan.

Ketua Program Studi Agribisnis UNU Jogja, Nur Saudah Al Arifa D., S.T.P., M.Sc., mengatakan bahwa wakaf agraria perlu dikembangkan dari sekadar aset yang belum termanfaatkan secara optimal menjadi bagian dari ekosistem ekonomi masyarakat.

Baca juga : UNU Jogja dan INSIMA Gelar Konferensi Internasional, Hadirkan Akademisi dari Benua Asia hingga Eropa

“Lahan wakaf memiliki potensi untuk menjadi sumber penghidupan dan penguatan ekonomi masyarakat. Karena itu, yang perlu dibangun bukan hanya bagaimana mengaktifkan lahannya, tetapi juga bagaimana menciptakan ekosistem agribisnis yang menghubungkan lahan, masyarakat, teknologi, kelembagaan, pembiayaan, hingga pasar,” ujarnya.

Menurutnya, Program Studi Agribisnis memiliki peran strategis dalam pengembangan ekosistem tersebut melalui kajian bisnis, pengembangan model usaha, pemetaan potensi komoditas, penguatan kelembagaan, hingga pendampingan masyarakat.

Workshop membahas berbagai strategi pengembangan aset wakaf, mulai dari pemetaan dan pendataan lahan, aspek hukum pemanfaatan, model pengembangan berbasis lahan, pembiayaan, hingga penyusunan model pemberdayaan masyarakat.

Pendekatan pengembangan disesuaikan dengan karakteristik wilayah. Lahan wakaf di kawasan perbukitan dan karst, misalnya, dapat dikembangkan melalui agroforestri dan kehutanan. Kawasan dengan dukungan irigasi dapat diarahkan untuk pertanian pangan, sedangkan aset wakaf di wilayah dengan kepadatan aktivitas ekonomi yang tinggi dapat dikembangkan untuk kegiatan perdagangan dan jasa.

Ketua Tim Dosen Pulang Kampung IPB University, Mohammad Shohibuddin, menjelaskan bahwa pemetaan aset menjadi tahap penting dalam merumuskan model pengembangan wakaf produktif. Data yang akurat diperlukan agar pemanfaatan aset dapat disesuaikan dengan kondisi fisik, status pengelolaan, potensi ekonomi, dan kebutuhan masyarakat.

Baca juga : Dosen UNU Jogja Didorong Tuntaskan RPKPS OBE Jelang Tahun 2026/2027

Berdasarkan data PWNU DIY, terdapat 1.172 bidang tanah wakaf dengan luas sekitar 316.488 meter persegi atau 31,6 hektare yang tersebar di 78 kapanewon dan kemantren pada lima kabupaten dan kota di DIY. Sebagian besar aset tersebut dimanfaatkan untuk masjid, mushola, sekolah, madrasah, pesantren, makam, dan fasilitas sosial lainnya.

Sementara itu, pemanfaatan aset wakaf secara khusus untuk kegiatan usaha produktif masih relatif terbatas. Kondisi tersebut menunjukkan adanya peluang untuk mengembangkan wakaf sebagai salah satu instrumen penguatan ekonomi masyarakat.

Hingga pelaksanaan workshop, proses pendataan telah menjangkau 270 bidang di 12 kapanewon dengan luas sekitar 72.852 meter persegi. Pendataan masih berlangsung dan ditargetkan selesai pada akhir 2026.

Kepala PSP3 IPB University, Dr. Ivanovich Agusta, berharap kolaborasi dengan UNU Yogyakarta dan PWNU DIY dapat mendorong percepatan pengembangan model wakaf yang mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus memperkuat kemandirian masyarakat.

“Kolaborasi ini diharapkan dapat mendorong kemandirian ekonomi NU dan warga Nahdliyin berbasis wakaf serta potensi ekonomi lokal,” ujarnya.

Selain LoA antara Program Studi Agribisnis UNU Jogja dan PSP3 IPB University, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara UNU Yogyakarta dan IPB University serta LoA antara PWNU DIY dan PSP3 IPB University.

Melalui kolaborasi tersebut, Program Studi Agribisnis UNU Jogja dan IPB University berkomitmen mengembangkan ekosistem wakaf agraria yang tidak hanya berorientasi pada pemanfaatan lahan, tetapi juga pada peningkatan kapasitas masyarakat, pengembangan usaha produktif, inovasi teknologi, penguatan kelembagaan, dan penciptaan nilai ekonomi yang berkelanjutan.

Kerja sama ini diharapkan menjadi langkah awal bagi pengembangan berbagai model inovasi wakaf agraria yang dapat direplikasi di berbagai wilayah, sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung kemandirian ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.*

Kontributor : Nur Saudah Al Arifa D., S.T.P., M.Sc., 

Editor : Latifah

Bagikan

Berita Terkait

Penelitian Dosen UNU Jogja tentang Bahasa Arab dan ChatGPT Bakal Dipresentasikan di Konferensi Asia Tenggara

Penelitian Dosen UNU Jogja tentang Bahasa Arab dan ChatGPT Bakal Dipresentasikan di Konferensi Asia Tenggara

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 25 Sep, 2026 | Durasi. 3 Menit

Living Labs Banda Neira, Inovasi Kolaboratif UNU Jogja Berikan Dampak Nyata ke Timur Indonesia

Living Labs Banda Neira, Inovasi Kolaboratif UNU Jogja Berikan Dampak Nyata ke Timur Indonesia

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 9 Sep, 2026 | Durasi. 4 Menit

UNU Jogja dan INSIMA Gelar Konferensi Internasional, Hadirkan Akademisi dari Benua Asia hingga Eropa

UNU Jogja dan INSIMA Gelar Konferensi Internasional, Hadirkan Akademisi dari Benua Asia hingga Eropa

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 7 Sep, 2026 | Durasi. 4 Menit

Berita Populer

Mewakili DIY, Agung Putra Darmara, Mahasiswa Prodi Manajemen UNU Jogja Raih Juara Harapan 2 Duta Genre Indonesia 2026

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 25 Sep, 2026 | Durasi. 6 Menit

Mahasiswa UNU Jogja Lolos Seleksi Program P2MW dan Peserta KMI Expo XVII Tahun 2026

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 15 Sep, 2026 | Durasi. 3 Menit

Mahasiswa dan Alumni UNU Jogja Ikuti Coinfest Asia 2026, Bersama Techie 90 Negara Tentukan Arah Pengembangan Teknologi dan Industri Digital Dunia

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 26 Aug, 2026 | Durasi. 4 Menit

Frequently Asked Questions (FAQ): BEASISWA TALENTA LESTARI 2026

Diterbitkan oleh Intan Agisti Nila Sari, 21 Jul, 2026 | Durasi. 9 Menit