Member Logo

Prodi Agribisnis UNU Jogja Kupas Best Practice Koperasi Petani Jepang dalam Ruang Pakar

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 10 Dec, 2025

Est. 3 Menit

Prodi Agribisnis UNU Jogja Kupas Best Practice Koperasi Petani Jepang dalam Ruang Pakar

Yogyakarta, Indonesia — Program Studi Agribisnis UNU Jogja menyelenggarakan Diskusi Ruang Pakar bertema ‘Dari Ladang ke Konsumen: Best Practice Sistem Pemasaran Agribisnis Terintegrasi Koperasi Petani di Jepang’, Rabu (10/12) di Ruang The Forum Kampus UNU Yogyakarta. Kegiatan ini menghadirkan Dina Faoziah, Ph.D., pegiat koperasi pertanian di Jepang, dan diikuti oleh lebih dari 100 mahasiswa. Acara dipandu oleh Ketua Program Studi Agribisnis, Nur Saudah Al Arifa D., S.T.P., M.Sc.

Dalam paparannya, Dina menjelaskan karakteristik geografis Jepang yang memiliki keterbatasan lahan pertanian. Dari total daratan sekitar 378.000 km², sebanyak 73 persen wilayahnya berupa pegunungan sehingga hanya 12 persen yang dapat dimanfaatkan untuk pertanian. Kondisi ini membentuk pola pertanian skala kecil namun intensif, berteknologi tinggi, dan berorientasi pada kualitas premium.

“Keterbatasan lahan tidak menghalangi Jepang untuk menghasilkan pertanian berkualitas tinggi. Justru dari keterbatasan itu inovasi tumbuh, efisiensi diperkuat, dan koperasi memainkan peran kunci,” ujar Dina.

Tantangan Demografis dan Modernisasi Pertanian Jepang

Dina menjelaskan, Jepang saat ini menghadapi tantangan serius berupa penyusutan jumlah petani dan meningkatnya usia rata-rata petani yang sudah berada di atas 65 tahun. Kondisi ini mendorong percepatan adopsi teknologi seperti drone, sensor tanah, otomasi, serta sistem produksi bernilai tambah tinggi seperti buah premium dan wagyu.

Selain itu, rata-rata lahan pertanian yang dikelola petani Jepang berada di bawah 2 hektare. Meski kecil, kualitas tanah serta pengelolaan produksi yang ketat memungkinkan Jepang menghasilkan komoditas unggulan dengan branding yang kuat.

Urban Farming dan Sistem Pasar Langsung

Dina juga menyoroti perkembangan pertanian perkotaan di wilayah metropolitan seperti Tokyo dan Osaka. Melalui chokubaijo atau pasar langsung petani, masyarakat dapat membeli produk segar dengan rantai pasok lebih pendek dan harga yang lebih transparan. Sistem ini berkembang berkat kesadaran masyarakat Jepang akan kualitas, keamanan pangan, dan keberlanjutan.

Japan Agricultural Cooperatives (JA): Pilar Utama Pertanian Jepang

Salah satu fokus penting kuliah umum ini adalah peran strategis Japan Agricultural Cooperatives (JA) atau nokyo. JA dikenal sebagai salah satu sistem koperasi paling berpengaruh di dunia karena mampu mengintegrasikan fungsi produksi, pemasaran, keuangan, penyuluhan, hingga advokasi kebijakan.

JA berperan dalam konsolidasi dan standardisasi hasil panen petani skala kecil, penyediaan sarana produksi melalui pembelian kolektif, penyediaan layanan keuangan dan asuransi melalui JA Bank dan JA Kyosai, pendampingan teknis oleh penyuluh profesional, serta advokasi kebijakan pangan nasional. JA bahkan menyediakan layanan sosial seperti toko komunitas, rumah sakit, hingga dukungan kebencanaan.

Melalui JA Zen-noh, koperasi ini juga mengelola logistik nasional, impor pakan ternak, dan ekspor produk premium.

“Tanpa JA, keberlanjutan petani kecil Jepang akan sangat sulit terjaga. JA menjadi penghubung vital antara petani, pasar, modal, teknologi, dan kebijakan,” tegas Dina.

Komitmen Prodi Agribisnis UNU Jogja

Dalam sesi penutup, Nur Saudah Al Arifa menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Prodi Agribisnis UNU Jogja dalam memperluas perspektif mahasiswa mengenai praktik agribisnis global.

“Model Jepang menunjukkan bahwa kekuatan kelembagaan, konsolidasi petani, dan inovasi mampu menjadikan pertanian yang terbatas secara geografis tetap tangguh dan kompetitif. Ini pembelajaran penting bagi pembangunan agribisnis Indonesia,” ujarnya.

Ia menambahkan pentingnya pemahaman mahasiswa terhadap ekosistem agribisnis secara menyeluruh, mulai dari produksi hingga pemasaran, untuk menghadapi dinamika sektor pertanian modern. [Latifah]

Bagikan

Berita Terkait

UNU Jogja Peringati Harlah ke-9, Tandai Fase Konsolidasi untuk Perkokoh Laju Akselerasi

UNU Jogja Peringati Harlah ke-9, Tandai Fase Konsolidasi untuk Perkokoh Laju Akselerasi

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 12 Mar, 2026 | Durasi. 3 Menit

Bedah Buku “Imajinasi The Future Society”, Sumbangsih Pemikiran NU dan UNU Jogja untuk Masa Depan

Bedah Buku “Imajinasi The Future Society”, Sumbangsih Pemikiran NU dan UNU Jogja untuk Masa Depan

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 2 Apr, 2026 | Durasi. 2 Menit

Halalbihalal UNU Jogja, Momen Kuatkan Silaturahmi dan Tingkatkan Kinerja

Halalbihalal UNU Jogja, Momen Kuatkan Silaturahmi dan Tingkatkan Kinerja

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 31 Mar, 2026 | Durasi. 2 Menit

Ngaji Civitas Putri UNU Jogja: Menguatkan Relasi Sosial Berbasis Kitab As Sittin al 'Adliyyah Karya Asy Syaikh Faqihuddin Abdil Qodir

Ngaji Civitas Putri UNU Jogja: Menguatkan Relasi Sosial Berbasis Kitab As Sittin al 'Adliyyah Karya Asy Syaikh Faqihuddin Abdil Qodir

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 25 Feb, 2026 | Durasi. 2 Menit

Berita Populer

UNU Jogja Peringati Harlah ke-9, Tandai Fase Konsolidasi untuk Perkokoh Laju Akselerasi

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 12 Mar, 2026 | Durasi. 3 Menit

Mahasiswa Jurusan PGSD UNU Jogja Raih Juara 3 Kompetisi Dai di Tingkat DIY

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 9 Mar, 2026 | Durasi. 2 Menit

Civitas UNU Jogja Borong Prestasi dalam ANUGERAH LPTNU 2026

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 10 Mar, 2026 | Durasi. 3 Menit

Jelajahi Masa Depan Industri Olahraga di GSIC Summit APAC 2026!

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 5 Mar, 2026 | Durasi. 2 Menit