Puasa Aman, Obat Tetap Jalan: Dosen Farmasi UNU Jogja Ingatkan Pentingnya Atur Jadwal Minum Obat Saat Ramadan
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 27 Feb, 2026
Est. 3 Menit

Yogyakarta, Indonesia – Penggunaan obat selama Ramadan memerlukan perhatian khusus karena perubahan pola makan dan waktu konsumsi yang dapat mempengaruhi efektivitas terapi.
Dosen Jurusan Studi Farmasi Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta (UNU Jogja), apt. Nurul Faizah, M.Sc mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan mengatur jadwal minum obat saat menjalankan ibadah puasa.
Menurutnya, perubahan waktu makan dari pagi–siang–malam menjadi hanya saat berbuka hingga sahur dapat mempengaruhi farmakokinetika obat, yaitu proses penyerapan, distribusi, metabolisme, dan ekskresi obat dalam tubuh.
“Jika jadwal tidak disesuaikan dengan benar, efektivitas obat bisa menurun, bahkan berisiko menimbulkan efek samping karena diminum dalam kondisi perut kosong yang tidak sesuai aturan,” jelasnya.
Kesalahan yang Sering Terjadi
Nurul Faizah menjelaskan, kesalahan yang paling sering terjadi di masyarakat adalah menggabungkan dosis obat menjadi dua kali minum sekaligus saat sahur dan berbuka tanpa konsultasi tenaga kesehatan. Ada pula pasien yang menghentikan obat secara sepihak karena merasa sudah sembuh, padahal terapi belum tuntas.
“Kesalahan lain adalah salah waktu konsumsi, misalnya minum obat yang seharusnya sebelum makan justru diminum setelah sahur atau setelah berbuka, atau sebaliknya,” ujarnya.
Cara Aman Mengatur Jadwal Obat
Ia menegaskan bahwa kunci utama pengaturan obat saat Ramadan adalah pembagian waktu antara berbuka hingga sahur. Untuk obat dengan dosis satu kali sehari, dapat diminum saat berbuka atau sahur sesuai anjuran. Jika dua kali sehari, umumnya dikonsumsi saat sahur dan berbuka.
Sementara untuk obat tiga kali sehari, pasien perlu berkonsultasi dengan apoteker atau dokter.
“Dalam beberapa kasus, apoteker dapat merekomendasikan obat dengan durasi kerja lebih panjang sehingga cukup diminum satu atau dua kali sehari. Jika tetap tiga kali, biasanya dijadwalkan saat sahur, tengah malam, dan berbuka,” jelasnya.
Tidak Semua Obat Membatalkan Puasa
Nurul Faizah juga meluruskan persepsi bahwa semua obat membatalkan puasa. Ia menjelaskan bahwa berdasarkan pandangan ulama, obat yang tidak melalui saluran pencernaan tidak membatalkan puasa.
Contohnya adalah inhaler untuk asma, salep atau obat oles, suntikan intramuskular (kecuali nutrisi parenteral), obat kumur selama tidak tertelan, serta semprotan hidung yang tidak sampai ke saluran cerna.
Risiko bagi Pasien Penyakit Kronis
Ia menekankan pentingnya kepatuhan minum obat bagi pasien penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, dan epilepsi. Menghentikan obat secara tiba-tiba dapat menyebabkan lonjakan gula darah, tekanan darah tidak terkontrol, hingga meningkatkan risiko stroke dan serangan jantung.
“Puasa bukan alasan untuk menghentikan pengobatan. Justru perlu pengaturan yang tepat agar ibadah tetap berjalan dan kesehatan tetap terjaga,” tegasnya.
Komitmen Edukasi Prodi Farmasi
Sebagai bentuk kontribusi kepada masyarakat, Jurusan Farmasi UNU Jogja berkomitmen melakukan edukasi melalui kegiatan pengabdian masyarakat dan literasi digital. Melalui kontribusi ini mahasiswa turut diberdayakan untuk membuat konten edukatif terkait penggunaan obat selama puasa agar mudah dipahami masyarakat awam.
Nurul Faizah berharap literasi kesehatan masyarakat semakin meningkat selama Ramadan. “Dengan pemahaman yang baik, masyarakat bisa mandiri dalam menjaga kesehatan. Ibadah dan pengobatan bisa berjalan selaras jika dikelola dengan benar,” pungkasnya. [Latifah]
Bagikan
Berita Terkait
Puasa dan Kesehatan Mental: Dosen UNU Jogja Jelaskan Peran Ramadan dalam Stabilitas Emosi Mahasiswa
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 4 Mar, 2026 | Durasi. 5 Menit

Ramadan Melawan Budaya Scrolling Media Sosial, Saatnya Mahasiswa Bangkit Jadi Kreator Muslim Bernilai Ibadah
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 23 Feb, 2026 | Durasi. 3 Menit

Tambah Deretan Doktor UNU Jogja, Dosen Agribisnis Teliti Ekoefisiensi Peternakan Sapi Perah di Sleman
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 18 Feb, 2026 | Durasi. 3 Menit
Berita Populer
UNU Jogja Peringati Harlah ke-9, Tandai Fase Konsolidasi untuk Perkokoh Laju Akselerasi
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 12 Mar, 2026 | Durasi. 3 Menit
Mahasiswa Jurusan PGSD UNU Jogja Raih Juara 3 Kompetisi Dai di Tingkat DIY
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 9 Mar, 2026 | Durasi. 2 Menit
Civitas UNU Jogja Borong Prestasi dalam ANUGERAH LPTNU 2026
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 10 Mar, 2026 | Durasi. 3 Menit
Jelajahi Masa Depan Industri Olahraga di GSIC Summit APAC 2026!
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 5 Mar, 2026 | Durasi. 2 Menit
