Ratusan Mahasiswa UNU Jogja Ikuti Kuliah Umum Kepemimpinan dan Inovasi untuk Menyongsong Masa Depan
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 15 Jun, 2026
Est. 3 Menit

Yogyakarta, Indonesia – Ratusan mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta (UNU Jogja) angkatan 2025 mengikuti kuliah umum bertajuk Manajemen Kepemimpinan dan Inovasi yang diselenggarakan di Hall Kampus UNU Jogja, Rabu (10/6). Kegiatan ini menghadirkan Direktur Laboratorium Sosial UNU Jogja, Joko Susilo, sebagai narasumber utama dan dosen jurusan Farmasi UNU Jogja, apt. Nurul Faizah, M.Sc sebagai moderator.
Joko Susilo merupakan analis kebijakan, foresighter, dan pegiat sosial-pendidikan yang aktif dalam pengembangan kepemimpinan, inovasi sosial, serta kajian masa depan (future studies). Ia pernah terlibat dalam penyusunan Visi Indonesia 2045 bersama Kementerian PPN/Bappenas serta berbagai dokumen perencanaan strategis nasional. Selain itu, ia juga merupakan Fellow Valdai Think Tank Rusia dan Nalar Institute yang aktif mengembangkan kajian transformasi sosial dan pembangunan berkelanjutan.
Direktur Tata Kelola Akademik UNU Jogja, Dr. Taufan Jannata, mengatakan agenda ini merupakan bagian dari pembelajaran Mata Kuliah Manajemen Kepemimpinan dan Inovasi yang bertujuan membekali mahasiswa dengan wawasan dan keterampilan untuk menghadapi tantangan masa depan.
Baca juga : Dosen UNU Jogja Presentasikan Riset Critical Speaking pada Konferensi Internasional AsiaTEFL 2026 di China
Menurutnya, perkembangan teknologi, perubahan ekonomi global, hingga berbagai persoalan sosial dan lingkungan menuntut generasi muda untuk terus beradaptasi dan mengembangkan kapasitas diri.
"Kita harus mampu berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Jangan sampai manusia dikendalikan teknologi, tetapi kitalah yang harus mampu mengendalikan teknologi untuk memberikan manfaat bagi kehidupan," ujarnya.
Ia menambahkan, kuliah umum ini sengaja menghadirkan narasumber yang memiliki pengalaman akademik sekaligus praktik di lapangan sehingga mahasiswa dapat memperoleh perspektif yang lebih komprehensif mengenai kepemimpinan dan inovasi.
Dalam pemaparannya, Joko Susilo mengajak mahasiswa untuk mengenali diri sebagai langkah awal membangun kepemimpinan yang efektif. Menurutnya, kemampuan memimpin tidak hanya ditentukan oleh jabatan atau posisi, tetapi juga oleh integritas, kemampuan berkomunikasi, kemauan belajar, dan kesediaan melakukan refleksi diri.
Baca juga : Mahasiswa UNU Jogja Raih Juara Harapan 2 Lomba Inovasi Nasional 2026 Lewat Teknologi Penghasil Air Bersih
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pemimpin masa depan harus memiliki wawasan yang luas, kemampuan membaca perubahan, serta keberanian mengambil keputusan berdasarkan data, ilmu pengetahuan, dan kepentingan jangka panjang. Ia mencontohkan kisah seorang wali kota di Jepang yang tetap melanjutkan pembangunan infrastruktur pelindung pantai meskipun sempat mendapat kritik masyarakat, namun keputusan tersebut kemudian terbukti menyelamatkan banyak nyawa ketika tsunami melanda wilayah tersebut.
"Seorang pemimpin visioner harus mampu melihat jauh ke depan. Terkadang keputusan yang diambil terlihat tidak populer saat ini, tetapi justru menjadi solusi bagi tantangan di masa mendatang," ungkapnya.
Menurut Joko, kepemimpinan yang relevan di era modern juga harus dibangun di atas empati, kemampuan mendengarkan, dan kesadaran sosial. Ia menjelaskan bahwa dunia saat ini sedang menghadapi berbagai tantangan besar, mulai dari perubahan iklim, degradasi lingkungan, hingga disrupsi teknologi yang mengubah berbagai aspek kehidupan.
Baca juga : Mahasiswa Farmasi dan Informatika UNU Jogja Raih Silver Medal pada Kompetisi Esai Nasional IDEA FEST 5
Karena itu, generasi muda perlu membekali diri dengan kemampuan menguasai teknologi sekaligus menjaga nilai-nilai kemanusiaan agar mampu menjadi penggerak perubahan yang positif di masyarakat.
Menutup diskusi, apt. Nurul Faizah, M.Sc. menyampaikan bahwa materi yang disampaikan menjadi pengingat bahwa masa depan tidak hanya menuntut kompetensi akademik, tetapi juga kemampuan beradaptasi, berinovasi, dan memimpin perubahan. Menurutnya, mahasiswa perlu mulai membiasakan diri melihat tantangan sebagai peluang untuk menghadirkan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat.
"Kami berharap mahasiswa UNU Jogja mampu menjadi generasi yang tidak hanya siap menghadapi masa depan, tetapi juga mampu menciptakan masa depan melalui inovasi, kolaborasi, dan kontribusi nyata yang berkelanjutan," ujarnya. [Latifah]
Bagikan
Berita Terkait

Realisasikan Kampus Berdampak, PKKMB UNU Jogja Kampanyekan SDGs bersama Warga Kampung Dowangan dan Kaliabu, Sleman, Yogyakarta
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 25 Sep, 2026 | Durasi. 4 Menit

Mahasiswa Baru Diajak Masuki Kampus 5.0 di GENIUS UNU Jogja, dari Strategi Menjadi Pilot AI sampai Game Pengenalan Universitas
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 23 Sep, 2026 | Durasi. 4 Menit

Menjadi Pemimpin dan Berdampak, GENIUS 2026 Bekali Mahasiswa Baru UNU Jogja Penguatan Karakter
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 22 Sep, 2026 | Durasi. 5 Menit

UNU Jogja Bersiap Sambut Mahasiswa Baru 2026, Tekankan Layanan dan Pembentukan Karakter
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 21 Sep, 2026 | Durasi. 3 Menit
Berita Populer
Mewakili DIY, Agung Putra Darmara, Mahasiswa Prodi Manajemen UNU Jogja Raih Juara Harapan 2 Duta Genre Indonesia 2026
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 25 Sep, 2026 | Durasi. 6 Menit
Mahasiswa UNU Jogja Lolos Seleksi Program P2MW dan Peserta KMI Expo XVII Tahun 2026
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 15 Sep, 2026 | Durasi. 3 Menit
Mahasiswa dan Alumni UNU Jogja Ikuti Coinfest Asia 2026, Bersama Techie 90 Negara Tentukan Arah Pengembangan Teknologi dan Industri Digital Dunia
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 26 Aug, 2026 | Durasi. 4 Menit
Frequently Asked Questions (FAQ): BEASISWA TALENTA LESTARI 2026
Diterbitkan oleh Intan Agisti Nila Sari, 21 Jul, 2026 | Durasi. 9 Menit
