Member Logo

Untuk Smart City hingga Cegah Kerusakan Lingkungan, Inovasi Dosen UNU Jogja Dongkrak Performa Teknologi 6G

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 4 Aug, 2026

Est. 4 Menit

Untuk Smart City hingga Cegah Kerusakan Lingkungan, Inovasi Dosen UNU Jogja Dongkrak Performa Teknologi 6G

Yogyakarta, Indonesia - Teknologi telekomunikasi berbasis jaringan 6G baru akan beroperasi resmi pada tahun 2030. Negara-negara maju terus berpacu untuk menyempurnakan teknologi yang membuat data dapat dikirim supercepat di tengah miliaran perangkat yang terus bertambah.

Di tengah kompetisi pengembangan teknologi itu, akademisi UNU Jogja menemukan celah pada jaringan 6G dan menawarkan solusi. Hasilnya, bukan hanya kian cepat, data telekomunikasi di masa depan juga makin cerdas, mampu mencari jalur sendiri, dan efisien dalam penggunaan energi. 

Pemanfaatannya teknologi 6G pun terentang makin luas, dari peningkatan akurasi sinyal lalu lintas, pengembangan smart city, hingga sistem cerdas pencegahan kerusakan lingkungan.

Inovasi ini dikembangkan I Nyoman Apraz Ramatryana, dosen Fakultas Teknologi Informasi UNU Jogja, melalui teknologi Frequency-Time Index Modulation Multiple Access (FT-IMMA). 

Teknologi tersebut dipaparkan Apraz dalam karya ilmiah berjudul “An Uplink Frequency-Time Index Modulation Multiple Access for 6G Networks” yang telah dipublikasikan di jurnal IEEE Transactions on Vehicular Technology volume 74 edisi 5 tahun 2025. 

Jurnal IEEE terindeks di Scopus sebagai jurnal  Q1 yang merupakan tingkat tertinggi dalam pemeringkatan publikasi ilmiah. IEEE kependekan dari Institute of Electrical and Electronics Engineers, organisasi profesi di bidang teknologi terbesar di dunia dengan 533.000 anggota yang tersebar di lebih dari 190 negara. 

“Secara sederhana, riset ini mengusulkan sebuah metode baru agar banyak perangkat bisa mengirimkan data secara bersamaan di jaringan komunikasi 6G tanpa harus ‘mengantre’ atau meminta izin jadwal terlebih dahulu ke menara pemancar,” papar Apraz, dari Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA).

Baca juga : Expo Teknik Elektro UNU Jogja Tampilkan Inovasi Mahasiswa, Dorong Solusi Teknologi bagi UMKM dan Industri di DIY

Saat ini ia menjalani studi postdoktoral sebagai peneliti di Khalifa University, UEA. Sebelumnya Apraz meraih gelar doktor di bidang IT Convergence Engineering dari Kumoh National Institute of Technology, Korea Selatan.

Dibandingkan 5G yang berkembang saat ini, teknologi 6G menawarkan kecepatan hingga 100 kali lipat. Teknologi 6G yang dirancang untuk mendukung integrasi antara Kecerdasan Buatan (AI), Internet of Things (IoT), dan dunia virtual.

Teknologi 6G digadang-gadang dapat diterapkan di berbagai sektor  seperti memungkinkan bedah jarak jauh dan pemantauan pasien secara real-time dengan sangat akurat, transportasi & logistik berbasis lalu lintas cerdas, di mana mampu menggerakkan otomatisasi mesin dengan presisi tinggi di industri manufaktur, hingga membuka potensi menghubungkan perangkat dengan gelombang otak manusia.

Namun penerapan teknologi 6G masih terkendala sejumlah faktor. Mulai dari mahalnya biaya investasi infrastruktur, tantangan jangkauan frekuensi gelombang tinggi yang sangat pendek, hingga kesulitan menembus dinding gedung.

Dari permasalahan tersebut, Apraz mengibaratkan sistem telekomunikasi, termasuk pada generasi ke-6 atau 6G, layaknya jalan tol. Kendati bebas hambatan, arus kendaraan di jalur tersebut tetap perlu diatur. Data seperti kendaraan, di mana jalur dan waktu lewatnya membutuhkan pengelolaan tersendiri.

“Ibarat jalan tol, sebelumnya kendaraan (data) hanya bisa diatur masuk berdasarkan jalur (frekuensi) atau waktu (jam masuk) secara terpisah. Riset ini menggabungkan keduanya menjadi sistem dua dimensi, sehingga data bisa menyelinap masuk secara cerdas dengan memilih kombinasi sumber daya jalur frekuensi dan waktu tertentu,” jelasnya.

https://firebasestorage.googleapis.com/v0/b/unuy-internal-prod.appspot.com/o/WhatsApp%20Image%202026-08-04%20at%2007-1785832154138.jpeg?alt=media&token=b7e5ced9-2b3e-465e-9cce-5e698ab488fe

Melalui penelitian ini¸ Apraz menyatakan risetnya memiliki kebaruan dalam menggabungkan frekuensi dan waktu secara dua dimensi yang memberikan kebebasan ekstra bagi perangkat dalam mengirim data.

“Hasilnya, pengiriman data menjadi jauh lebih efisien secara spektrum dan energi, serta mampu menekan risiko tabrakan data dibandingkan metode konvensional,” ujarnya.

Menurutnya, riset FT-IMMA ini berperan penting saat diterapkan pada infrastruktur jaringan nirkabel 6G di masa depan. Setidaknya teknologi ini akan membawa kontribusi besar pada enam bidang yaitu immersive communication, smart cities and connectivity, industry 5.0, AI inteligent services, serta sustainability & green network.

Sebagai contoh, penerapannya di smart city adalah untuk meminimalkan tingkat kecelakaan melalui prediksi kecelakaan. Sistem FT IMMA dapat diterapkan pada sistem kereta api dan lampu lalu lintas, sehingga sinyal menjadi  lebih jelas dan akurat secara real time. “Ini bisa mengurangi kemacetan 15-30 persen dan meningkatkan public safety,” katanya.

Adapun di bidang sustainability and green network, kerusakan hutan dan area hijau dapat dipantau. “Teknologi ini mencegah potensi kerusakan lingkungan semakin parah dan mengatasi  persoalan iklim di masa depan,” imbuh Apraz.

Baca juga : JONED UNU Jogja Raih Akreditasi SINTA 3, Perkuat Langkah Menuju Jurnal Bereputasi Internasional

Yang jelas, di masa depan, akan ada miliaran perangkat pintar yang terus bertambah secara masif dan menghasilkan lalu lintas data yang luar biasa besar. 

Sebagai gambaran, mengutip data dari dua lembaga riset utama dunia, DataReportal dan Statista, saat ini terdapat 7,64 miliar unit smartphone aktif di dunia. Angka ini diyakini bakal terus bertambah dalam beberapa tahun ke depan, sehingga membebani jaringan dan berpotensi menghambat komunikasi.

“Sistem FT-IMMA memungkinkan perangkat-perangkat tersebut untuk saling berkomunikasi secara mulus. Hal ini akan sangat memangkas beban komunikasi jaringan (overhead) yang biasanya membuat koneksi menjadi lambat,” katanya.

Untuk mengatasi berbagai celah teknologi 6G, berbagai penelitian dan inovasi terus digenjot. Secara global, pengembangan metode akses untuk jaringan 6G juga terus dipacu dengan cepat, terutama di negara-negara maju.

“Melalui riset ini, para peneliti dari institusi di Indonesia, termasuk UNU Jogja membuktikan bahwa kita mampu berkontribusi aktif dan sejajar dengan kampus luar negeri di garis depan, terutama pada inovasi jaringan 6G,” tandas Apraz. [Arif]

Bagikan

Berita Terkait

Berawal dari Magang, Mahasiswa Informatika UNU Jogja Dipercaya Pimpin Pengembangan Teknologi Startup Medis

Berawal dari Magang, Mahasiswa Informatika UNU Jogja Dipercaya Pimpin Pengembangan Teknologi Startup Medis

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 7 Aug, 2026 | Durasi. 4 Menit

Fakultas Dirasah Islamiyah UNU Jogja Terbitkan Jurnal Perdana JoDI, Angkat Isu Keislaman Kontemporer hingga Ekonomi Syariah

Fakultas Dirasah Islamiyah UNU Jogja Terbitkan Jurnal Perdana JoDI, Angkat Isu Keislaman Kontemporer hingga Ekonomi Syariah

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 6 Aug, 2026 | Durasi. 4 Menit

UNU Jogja Bekali Mahasiswa Angkatan 2023 Hadapi Dunia Kerja lewat Laboratorium Sosial 2026 yang Berdampak Nyata

UNU Jogja Bekali Mahasiswa Angkatan 2023 Hadapi Dunia Kerja lewat Laboratorium Sosial 2026 yang Berdampak Nyata

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 6 Aug, 2026 | Durasi. 4 Menit

Mahasiswa Studi Islam Interdisipliner UNU Jogja Dampingi Puluhan UMK DIY Raih Sertifikat Halal melalui Mata Kuliah Halal Lifestyle

Mahasiswa Studi Islam Interdisipliner UNU Jogja Dampingi Puluhan UMK DIY Raih Sertifikat Halal melalui Mata Kuliah Halal Lifestyle

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 6 Aug, 2026 | Durasi. 3 Menit

Berita Populer

Mutiara Azzahra Tzabitah Zain Ababil, Mahasiswi Tuli Prodi Teknologi Hasil Pertanian UNU Jogja Raih Juara Harapan I Turnamen Futsal Tuli Antar Klub 2026

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 7 Aug, 2026 | Durasi. 3 Menit

Mahasiswa PGSD UNU Jogja Raih Juara II Lomba Cipta Lagu Anak Tingkat Nasional

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 7 Aug, 2026 | Durasi. 4 Menit

JQH IAC UNU Jogja Raih Juara 1 Putra dan Juara Umum Festival Barzanji Trophy PBNU XI

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 27 Jul, 2026 | Durasi. 2 Menit

Frequently Asked Questions (FAQ): BEASISWA TALENTA LESTARI 2026

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 21 Jul, 2026 | Durasi. 9 Menit