UNU Jogja Gandeng BRIN dan Industri Bahas Future Skills hingga Hilirisasi Riset
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 19 May, 2026
Est. 3 Menit

Yogyakarta, Indonesia - Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta (UNU Jogja) menggandeng mitra industri dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam Focus Group Discussion (FGD) guna memperkuat relevansi perguruan tinggi terhadap kebutuhan industri, pengembangan future skills, serta hilirisasi riset, Senin (18/5).
Kegiatan tersebut menghadirkan Dr. Suprapedi, M.Eng.Sc. dari Pusat Riset Kebijakan Publik BRIN sebagai narasumber utama. Forum diikuti dosen dari Program Studi Agribisnis, Teknologi Hasil Pertanian, Informatika, Teknik Elektro, dan Teknik Komputer.
Wakil Rektor Kerja Sama dan Pendanaan Kreatif UNU Jogja, Ian Agisti Dewi Rani, mengatakan kolaborasi lintas sektor menjadi langkah penting agar perguruan tinggi mampu beradaptasi dengan perubahan kebutuhan dunia kerja dan industri yang berkembang cepat.
“Untuk menyeimbangkan perubahan kebutuhan dunia kerja dan industri, diskusi ini penting sebagai sarana pengembangan dosen sekaligus mendukung target luaran universitas,” ujarnya.
Ia menjelaskan forum tersebut dirancang sebagai ruang eksplorasi gagasan dan penguatan pengetahuan yang relevan dengan tantangan pendidikan tinggi saat ini. Menurutnya, dosen perlu didorong untuk menghasilkan luaran akademik yang tidak hanya kuat secara teoritis, tetapi juga memiliki dampak nyata bagi masyarakat dan industri.
Melalui strategi “5 Go” yang meliputi Global, Innovative, Digital, Collabs, dan Professional, UNU Jogja menargetkan diri menjadi Professional Hub yang mampu membangun jejaring kolaboratif dan menghasilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Dalam sesi diskusi, Koordinator Pusat Studi UNU Jogja, Sunaji Zamroni, turut menekankan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan dunia industri untuk memperkuat pengembangan akademik yang lebih adaptif.
Menurutnya, koordinasi yang baik antara kampus dan mitra industri dapat membuka peluang kolaborasi yang lebih luas, mulai dari pengembangan riset, peningkatan kompetensi dosen, hingga penciptaan inovasi yang sesuai kebutuhan lapangan.
“Koordinasi yang baik antara universitas dan mitra industri tidak hanya mendukung pengembangan personal dosen, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas institusi pendidikan tinggi secara keseluruhan,” katanya.
FGD tersebut membahas penguatan karya tulis ilmiah, pengembangan karya terapan, hingga eksplorasi karya seni dan kreatif sebagai solusi inovatif terhadap persoalan sosial maupun industri. Forum juga menyoroti pentingnya sinkronisasi antara kurikulum akademik, kebijakan riset nasional, dan kebutuhan industri.
Selain itu, diskusi turut mengangkat perubahan kebutuhan keterampilan global di masa depan. Mengacu pada laporan Future of Jobs Report 2025 dari World Economic Forum, sekitar 39 persen keterampilan utama diperkirakan akan berubah pada 2030. Kompetensi seperti artificial intelligence (AI), big data, cybersecurity, creative thinking, analytical thinking, hingga leadership diprediksi menjadi kebutuhan utama dunia industri.
Dalam pemaparannya mengenai hilirisasi riset dan inovasi, Dr. Suprapedi menilai banyak hasil riset akademik belum mampu berkembang hingga tahap implementasi karena minimnya strategi bisnis dan desain inovasi yang matang sejak awal.
“Banyak akademisi yang berhenti pada tahap pembuatan paten tanpa strategi bisnis yang jelas. Karena itu, perlu adanya desain gagasan sejak awal agar inovasi dapat masuk ke pasar. Hal ini penting untuk menghindari frustasi dan stagnasi inovasi di ‘lembah kematian’,” ungkapnya.
Ia berharap perguruan tinggi, termasuk UNU Jogja, dapat memperkuat ekosistem hilirisasi riset agar inovasi yang dihasilkan tidak berhenti pada publikasi akademik, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan industri secara nyata.
Melalui forum tersebut, UNU Jogja sebagai kampus di Jogja menegaskan komitmennya membangun ekosistem pendidikan tinggi yang lebih adaptif, kolaboratif, dan relevan terhadap perkembangan teknologi serta tantangan sosial-ekonomi di masa depan. [Latifah]
Bagikan
Berita Terkait

Dari Koran Tertua hingga Platform Gen Z, UNU Jogja Perkuat Kolaborasi Media untuk Sebarluaskan Riset Berdampak
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 12 Jun, 2026 | Durasi. 4 Menit

Dosen UNU Jogja Presentasikan Riset Critical Speaking pada Konferensi Internasional AsiaTEFL 2026 di China
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 11 Jun, 2026 | Durasi. 3 Menit

Lowongan Pekerjaan, UNU Jogja Buka Penerimaan Dosen Tetap Program Studi Manajemen Tahun 2026
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 8 Jun, 2026 | Durasi. 2 Menit
Berita Populer
Alumni Jurusan Farmasi UNU Jogja Berkiprah di Pusat Krisis Kesehatan Regional Jawa Tengah Kemenkes RI
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 12 Jun, 2026 | Durasi. 2 Menit
Mahasiswa UNU Jogja Raih Juara Harapan 2 Lomba Inovasi Nasional 2026 Lewat Teknologi Penghasil Air Bersih
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 11 Jun, 2026 | Durasi. 3 Menit
Dosen UNU Jogja Presentasikan Riset Critical Speaking pada Konferensi Internasional AsiaTEFL 2026 di China
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 11 Jun, 2026 | Durasi. 3 Menit
Mahasiswa Farmasi dan Informatika UNU Jogja Raih Silver Medal pada Kompetisi Esai Nasional IDEA FEST 5
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 11 Jun, 2026 | Durasi. 2 Menit
