Dr. Nur Hidayah, Dosen SII UNU Jogja, Raih Hibah Visiting Research LPTNU untuk Teliti Invisibilitas Maturidiyah di Pesantren Nusantara
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 1 Jul, 2026
Est. 3 Menit
-1782888641750.png?alt=media&token=134096a3-810f-4d92-a4e1-d18d14fd78c6)
Yogyakarta, Indonesia – Dr. Nur Hidayah, Lc., M.A., dosen jurusan Studi Islam Interdisipliner (SII) UNU Jogja, terpilih sebagai salah satu penerima Hibah LPTNU Visiting Research ke Uzbekistan 2026 yang diselenggarakan oleh Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU). Melalui program tersebut, ia akan melaksanakan riset di Imam Maturidi Institute, Tashkent, bersama sejumlah akademisi dari Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU).
Dr. Nur Hidayah menjadi satu dari dua peneliti yang ditempatkan di Imam Maturidi Institute. Ia mengusung penelitian berjudul "Hadir dalam Definisi, Absen dalam Kesadaran: Invisibilitas Maturidiyah di Pesantren Nusantara."
Penelitian tersebut mengkaji posisi mazhab Maturidiyah dalam tradisi Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah di Indonesia. Secara formal, teologi Aswaja merujuk pada dua mazhab, yakni Asy'ariyah dan Maturidiyah. Namun, dalam praktik pembelajaran di banyak pesantren, pembahasan mengenai Maturidiyah dinilai belum memperoleh ruang yang proporsional sehingga lebih sering hadir sebagai bagian dari definisi formal tanpa penjelasan yang mendalam.
Baca juga : UNU Jogja Kembangkan Inovasi Produk Herbal untuk Memperkuat Keberlanjutan Desa Wisata Jamu Kiringan
Melalui penelitian ini, Nur Hidayah berupaya menjelaskan mengapa Maturidiyah tetap diakui sebagai salah satu fondasi teologi Ahlussunnah wal Jamaah, tetapi relatif kurang hadir dalam kesadaran intelektual pesantren. Kajian tersebut menggunakan pendekatan Epistemic Injustice yang dikembangkan Miranda Fricker untuk membaca hilangnya pengakuan terhadap suatu tradisi keilmuan, serta metode Genealogi Pengetahuan Michel Foucault guna menelusuri relasi kuasa dalam perkembangan dan transmisi teologi Sunni dari Asia Tengah hingga Nusantara.
Kajian ini juga berangkat dari sejumlah temuan historis yang menunjukkan bahwa ajaran Maturidiyah memiliki jejak penting dalam proses islamisasi intelektual di Nusantara. Salah satunya ditunjukkan melalui keberadaan manuskrip terjemahan 'Aqa'id al-Nasafi dalam bahasa Melayu sejak abad ke-16, serta pengaruhnya terhadap tradisi pendidikan Islam di Aceh. Meski demikian, dalam perkembangannya, diskursus Asy'ariyah lebih dominan sehingga identitas intelektual Maturidiyah cenderung melebur dalam konstruksi umum Ahlussunnah wal Jamaah.
Dekan Fakultas Dirasah Islamiyah UNU Jogja, Hamdi Ahmad Putra, menyampaikan bahwa keberhasilan Dr. Nur Hidayah memperoleh hibah tersebut merupakan pengakuan atas kualitas riset dosen jurusan SII UNU Jogja yang semakin mampu bersaing di tingkat internasional.
"Penelitian ini sangat relevan karena mengangkat isu yang selama ini belum banyak mendapat perhatian, yaitu posisi Maturidiyah dalam konstruksi keilmuan Islam di Indonesia. Melalui kolaborasi dengan Imam Maturidi Institute di Tashkent, kami berharap lahir temuan-temuan akademik yang dapat memperkaya kajian Ahlussunnah wal Jamaah sekaligus memperkuat jejaring riset internasional yang dimiliki Fakultas Dirasah Islamiyah UNU Jogja," ujarnya.
Hamdi menambahkan, fakultas terus mendorong dosen menghasilkan riset yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memberikan kontribusi bagi pengembangan khazanah keislaman di tingkat global.
Baca juga : Mahasiswa Teknik Elektro Kembangkan Sistem Parkir Otomatis Berbasis Sistem Tertanam
"Keikutsertaan Dr. Nur Hidayah dalam program ini menjadi langkah strategis untuk menghadirkan perspektif Islam Nusantara dalam percakapan akademik internasional sekaligus memperkuat posisi UNU Jogja sebagai kampus yang aktif membangun kolaborasi riset lintas negara," katanya.
Program Visiting Research LPTNU ke Uzbekistan merupakan bagian dari upaya memperkuat kolaborasi akademik antara perguruan tinggi Nahdlatul Ulama dengan pusat-pusat kajian Islam di Asia Tengah. Bagi UNU Jogja sebagai salah satu kampus di Jogja yang yang aktif membangun jejaring akademik internasional, keikutsertaan Dr. Nur Hidayah diharapkan tidak hanya menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga memperluas jejaring riset internasional serta memperkuat kajian sejarah dan dinamika teologi Islam Nusantara. [Latifah]
Bagikan
Berita Terkait

Berawal dari Magang, Mahasiswa Informatika UNU Jogja Dipercaya Pimpin Pengembangan Teknologi Startup Medis
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 7 Aug, 2026 | Durasi. 4 Menit

Fakultas Dirasah Islamiyah UNU Jogja Terbitkan Jurnal Perdana JoDI, Angkat Isu Keislaman Kontemporer hingga Ekonomi Syariah
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 6 Aug, 2026 | Durasi. 4 Menit

UNU Jogja Bekali Mahasiswa Angkatan 2023 Hadapi Dunia Kerja lewat Laboratorium Sosial 2026 yang Berdampak Nyata
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 6 Aug, 2026 | Durasi. 4 Menit

Mahasiswa Studi Islam Interdisipliner UNU Jogja Dampingi Puluhan UMK DIY Raih Sertifikat Halal melalui Mata Kuliah Halal Lifestyle
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 6 Aug, 2026 | Durasi. 3 Menit
Berita Populer
Mutiara Azzahra Tzabitah Zain Ababil, Mahasiswi Tuli Prodi Teknologi Hasil Pertanian UNU Jogja Raih Juara Harapan I Turnamen Futsal Tuli Antar Klub 2026
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 7 Aug, 2026 | Durasi. 3 Menit
Mahasiswa PGSD UNU Jogja Raih Juara II Lomba Cipta Lagu Anak Tingkat Nasional
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 7 Aug, 2026 | Durasi. 4 Menit
JQH IAC UNU Jogja Raih Juara 1 Putra dan Juara Umum Festival Barzanji Trophy PBNU XI
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 27 Jul, 2026 | Durasi. 2 Menit
Frequently Asked Questions (FAQ): BEASISWA TALENTA LESTARI 2026
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 21 Jul, 2026 | Durasi. 9 Menit
