Member Logo

Ekonom UNU Jogja Usulkan “1 Juta Teleworker Indonesia”, Diproyeksikan Dorong Devisa hingga Triliunan Rupiah

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 19 Jun, 2026

Est. 2 Menit

Ekonom UNU Jogja Usulkan “1 Juta Teleworker Indonesia”, Diproyeksikan Dorong Devisa hingga Triliunan Rupiah

Yogyakarta, Indonesia – Ekonom dari Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta (UNU Jogja) mengusulkan pengembangan program nasional bertajuk “1 Juta Teleworker Indonesia” sebagai strategi memperkuat daya saing tenaga kerja digital Indonesia di pasar global sekaligus mendorong peningkatan devisa negara.

Usulan tersebut merupakan bagian dari temuan dalam riset Suhada Model, sebuah kerangka analisis kinerja pekerja jarak jauh yang dikembangkan oleh Ekonom sekaligus dosen Manajemen UNU Jogja, Dr. Ir. Suhada, ST., MBA., IPU., QRGP.

Program ini dirancang untuk menjawab peluang ekonomi digital global yang semakin terbuka, di mana pekerjaan berbasis jarak jauh (remote work) kini memungkinkan tenaga kerja di Indonesia terhubung langsung dengan perusahaan maupun klien internasional tanpa harus bermigrasi ke luar negeri.

Baca juga : Mahasiswi Jurusan Farmasi UNU Jogja Raih Runner Up II dan Best Favorite Duta Kesehatan DIY 2026, Angkat Isu Sanitasi Lingkungan

Menurut Dr. Suhada, peluang tersebut tidak otomatis dapat dimanfaatkan tanpa kesiapan ekosistem yang memadai di dalam negeri. Karena itu, pengembangan teleworker skala nasional dinilai memerlukan dukungan serius dari pemerintah yang komprehensif, mulai dari pemerataan infrastruktur digital di berbagai daerah, pelatihan keterampilan digital yang berkelanjutan, penguatan sertifikasi kompetensi global, hingga pengembangan ekosistem kerja digital yang sehat melalui coworking space, komunitas profesional, dan platform kolaborasi digital.  

“Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu pemain utama dalam ekonomi digital global. Namun hal ini membutuhkan sistem yang tidak hanya fokus pada teknologi, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia,” ujar Suhada.

Dalam simulasi yang dilakukan dalam penelitian tersebut, jika 20 persen dari 100.000 teleworker Indonesia mampu bekerja untuk klien internasional dengan pendapatan rata-rata Rp30 juta per bulan, maka potensi devisa yang dapat masuk ke Indonesia diperkirakan mencapai sekitar Rp7,2 triliun per tahun.

Baca juga : Piala Dunia 2026, UNU Jogja Ajak Pelaku Ekonomi Kreatif Bangun Brand Lokal

Angka tersebut dinilai dapat meningkat signifikan apabila jumlah teleworker diperluas hingga mencapai target satu juta pekerja digital yang aktif di pasar global.

Dr. Suhada menilai bahwa teleworking dapat menjadi salah satu instrumen penting dalam transformasi ekonomi Indonesia dari berbasis tenaga kerja konvensional menuju ekonomi digital berbasis pengetahuan (knowledge-based economy).

Selain itu, program ini juga dipandang berpotensi membuka akses kerja global bagi generasi muda di daerah tanpa harus berpindah ke kota besar, sehingga dapat mengurangi kesenjangan ekonomi regional.

Baca juga : Melalui Field Study, UNU Jogja Bekali Mahasiswa Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga dengan Pengalaman Akademik dan Kelembagaan

Lebih lanjut, penelitian ini menekankan bahwa keberhasilan transformasi tersebut tidak hanya bergantung pada infrastruktur digital, tetapi juga pada penguatan aspek kompetensi digital, inovasi kerja, serta budaya kerja yang adaptif terhadap sistem kerja jarak jauh.

“Dengan demikian, konsep “1 Juta Teleworker Indonesia” tidak hanya diposisikan sebagai program ketenagakerjaan, tetapi juga sebagai strategi pembangunan ekonomi digital jangka panjang”, pungkasnya. [Latifah]

Bagikan

Berita Terkait

19 Mahasiswa Program Studi SII UNU Jogja Lolos Program Prima Magang PTKI Kemenag

19 Mahasiswa Program Studi SII UNU Jogja Lolos Program Prima Magang PTKI Kemenag

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 21 Sep, 2026 | Durasi. 2 Menit

Mengapa Kebijakan Pendidikan Perlu Menjadi Bagian dari Percakapan Kebijakan Nasional

Mengapa Kebijakan Pendidikan Perlu Menjadi Bagian dari Percakapan Kebijakan Nasional

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 18 Sep, 2026 | Durasi. 5 Menit

UNU Jogja Persiapkan Akreditasi Unggul, LPM Perkuat Mutu Fakultas dan Direktorat melalui PPEPP

UNU Jogja Persiapkan Akreditasi Unggul, LPM Perkuat Mutu Fakultas dan Direktorat melalui PPEPP

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 17 Sep, 2026 | Durasi. 2 Menit

UNU Jogja Sosialisasikan RIP, Renstra, dan Renop Menuju Kampus Unggul dan Berdaya Saing Global

UNU Jogja Sosialisasikan RIP, Renstra, dan Renop Menuju Kampus Unggul dan Berdaya Saing Global

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 14 Sep, 2026 | Durasi. 3 Menit

Berita Populer

Mewakili DIY, Agung Putra Darmara, Mahasiswa Prodi Manajemen UNU Jogja Raih Juara Harapan 2 Duta Genre Indonesia 2026

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 25 Sep, 2026 | Durasi. 6 Menit

Mahasiswa UNU Jogja Lolos Seleksi Program P2MW dan Peserta KMI Expo XVII Tahun 2026

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 15 Sep, 2026 | Durasi. 3 Menit

Mahasiswa dan Alumni UNU Jogja Ikuti Coinfest Asia 2026, Bersama Techie 90 Negara Tentukan Arah Pengembangan Teknologi dan Industri Digital Dunia

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 26 Aug, 2026 | Durasi. 4 Menit

Frequently Asked Questions (FAQ): BEASISWA TALENTA LESTARI 2026

Diterbitkan oleh Intan Agisti Nila Sari, 21 Jul, 2026 | Durasi. 9 Menit