Member Logo

Ketika Gelar Saja Tak Cukup: Kompetensi Apa yang Dicari Dunia Kerja dari Lulusan Manajemen?

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 20 Aug, 2026

Est. 6 Menit

Ketika Gelar Saja Tak Cukup: Kompetensi Apa yang Dicari Dunia Kerja dari Lulusan Manajemen?

Sejak laporan Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia mengenai jurusan dengan angka pengangguran tertinggi di Indonesia muncul, diskusi tentang permasalahan pengangguran di kalangan lulusan baru kembali menghangat.  

Dalam laporan tersebut, lulusan Manajemen menempati posisi teratas sebagai penyumbang angka pengangguran terbanyak, dengan proporsi mencapai 10,3% dari total sarjana yang belum bekerja. Lantas, apakah gelar Sarjana Manajemen masih dianggap relevan di tengah perubahan dunia kerja?

Jurusan Manajemen menjadi jurusan yang paling banyak dibuka dan diminati

Menanggapi situasi tersebut, Dekan Fakultas Ekonomi UNU Jogja, Dr. Suhada menjelaskan, bahwa jurusan Manajemen merupakan salah satu jurusan yang paling banyak digemari oleh masyarakat. Ini terjadi karena jurusan Manajemen dianggap sebagai jurusan yang paling fleksibel dan dapat diterapkan di berbagai sektor, mulai pemerintahan, perbankan dan jasa keuangan, perdagangan, industri, teknologi, hingga wirausaha. 

Hal ini diperkuat dengan Laporan tahunan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) yang berjudul “Statistik Pendidikan Tinggi 2025”. Laporan tersebut mencatat Manajemen sebagai jurusan sarjana dengan jumlah mahasiswa terbanyak, yakni 1.096.786 mahasiswa. Posisi berikutnya ditempati Pendidikan Guru Sekolah Dasar dengan 544.740 mahasiswa dan Ilmu Hukum dengan 395.677 mahasiswa. 

Ia melanjutkan, melihat peminatan yang tinggi, menyebabkan hampir seluruh perguruan tinggi di Indonesia membuka jurusan Manajemen baik untuk studi di level strata satu dan strata dua. Bahkan, banyak juga mahasiswa alumni strata satu dari berbagai jurusan yang melanjutkan studi ke jenjang magister Manajemen.

Baca juga : Dari Pesantren untuk Generasi Sehat: Kolaborasi Danone Indonesia, LPTNU, UNU Jogja, dan UNU NTB Hadirkan “Ngaji Gizi Bareng Santri”

“Singkatnya, angka yang disebut-sebut bahwa lulusan jurusan Manajemen menyumbang angka terbesar sebagai lulusan yang belum terserap ke dalam dunia kerja itu relevan karena jumlah permintaannya sendiri adalah yang tertinggi. Jadi kita harus lebih dalam lagi dalam melihat data,” katanya.

Ia juga tidak memungkiri, situasi tersebut menjadi tantangan bagi pemerintah dan perguruan tinggi. Di mana pemerintah merespons melalui kebijakan, sementara perguruan tinggi dapat merespons melalui kebijakan akademik internal.

Selain bersaing dengan sesama lulusan Manajemen dan lulusan dari jurusan lain, lulusan Manajemen juga menghadapi perubahan akibat kemajuan teknologi. Oleh karena itu, lulusan harus punya daya tawar lagi di luar kemampuan lain di bidang jurusannya, baik soft skills maupun hard skills.

Kampus didorong adaptif pada perkembangan zaman

Perguruan tinggi sebagai lembaga pencetak sarjana dituntut untuk terus melakukan terobosan guna menghasilkan lulusan yang adaptif dan siap berkompetisi di tengah persaingan global.

Menjawab tantangan tersebut, UNU Jogja berupaya membekali mahasiswa Manajemen tidak hanya dengan pengetahuan akademik, tetapi juga pengalaman praktis dan keterampilan pendukung. Sejak semester awal, mahasiswa didorong untuk berinteraksi langsung dengan pelaku UMKM melalui berbagai program kolaborasi, salah satunya bersama BTPN Syariah. Melalui program tersebut, mahasiswa terlibat dalam upaya pendampingan UMKM untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan pendapatan. 

Di ruang kelas, mahasiswa tidak hanya didorong untuk menguasai pengetahuan akademik, tetapi juga dilatih menghadapi berbagai situasi yang membutuhkan keterampilan praktis. Kemampuan critical thinking, problem solving, dan komunikasi efektif menjadi bagian dari kompetensi yang dikembangkan untuk membekali mahasiswa menghadapi dunia kerja.    

Penguatan kemampuan komunikasi juga dilakukan melalui pembekalan bahasa asing dan public speaking. Sementara itu, pengalaman lapangan diperkuat melalui program magang dan Laboratorium Sosial, yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar menghadapi persoalan nyata di dunia kerja.

Menjelang memasuki dunia kerja, mahasiswa juga mendapatkan pendampingan untuk mempersiapkan diri menghadapi proses rekrutmen, mulai dari penyusunan curriculum vitae (CV), simulasi wawancara kerja, sertifikasi keahlian, hingga rekomendasi kepada mitra kerja. 

Baca juga : UNU Jogja Dorong Penguatan Mutu melalui Workshop SPMI Menuju Akreditasi Unggul

Upaya tersebut menjadi bagian dari ikhtiar UNU Jogja untuk memperkuat daya saing lulusan, sehingga mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki pengalaman dan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Lulusan Manajemen dituntut terus beradaptasi

Perubahan kebutuhan dunia kerja membuat pendidikan Manajemen tidak cukup berhenti pada penguasaan teori. Dosen Program Studi Manajemen UNU Jogja, Budi Sutiono, mengatakan mahasiswa perlu memahami bahwa perkuliahan tidak serta-merta membuat mereka langsung siap memasuki dunia kerja. Mahasiswa juga perlu secara mandiri mengenali kompetensi yang dibutuhkan industri dan melakukan self-assessment terhadap kemampuan yang dimiliki.

“Konsep kuliah itu tidak menciptakan mahasiswa yang siap kerja begitu saja. Mahasiswa harus memahami apa yang dibutuhkan oleh dunia industri, kemudian melihat dirinya sendiri, kompetensi apa yang sudah dimiliki dan apa yang masih perlu dikembangkan. Jadi, mahasiswa harus mandiri dalam menyiapkan kompetensi yang dibutuhkan,” jelasnya.

Menurutnya, salah satu persoalan yang masih dihadapi mahasiswa bukan hanya terkait kompetensi, tetapi juga keterbatasan informasi mengenai dunia kerja. Mahasiswa perlu mengetahui perusahaan yang memiliki peluang kerja bagi lulusan Manajemen, posisi yang tersedia, hingga kompetensi yang dibutuhkan untuk mengisi posisi tersebut.

“Mahasiswa seringkali kekurangan informasi, setelah lulus mau ke mana. Karena itu, perlu ada informasi yang lebih terstruktur mengenai perusahaan, industri, peluang kerja, dan kompetensi yang dibutuhkan. Jaringan alumni juga penting untuk membantu mahasiswa mendapatkan gambaran tentang dunia kerja,” katanya.

Di sisi lain, Budi menilai lulusan Manajemen memiliki keunggulan karena bidang keilmuannya relatif fleksibel. Lulusan tidak hanya dapat mengisi satu jenis pekerjaan, tetapi memiliki peluang untuk masuk ke berbagai bidang. Fleksibilitas tersebut, menurutnya, perlu diikuti kemampuan untuk menjadi pribadi yang adaptif dan memiliki lebih dari satu kompetensi.

Baca juga : Mahasiswa Informatika UNU Jogja Kembangkan PTSP Digital untuk Pengadilan Agama di Probolinggo

“Kalau ada dua orang sama-sama lulusan Manajemen dan sama-sama memiliki ijazah Sarjana Manajemen, yang membedakan adalah daya tawarnya. Lulusan Manajemen itu fleksibel, bisa mengerjakan banyak hal, lebih multitalenta, memiliki kemampuan kepemimpinan, dan lebih fleksibel dalam mencari serta menyesuaikan diri dengan peluang kerja,” ujarnya.

Fleksibilitas tersebut tidak hanya membuka peluang bagi lulusan Manajemen untuk mengisi berbagai posisi di perusahaan, tetapi juga memberi ruang untuk menciptakan peluangnya sendiri. Menurut Budi, pendidikan Manajemen tidak semestinya hanya diarahkan untuk mencetak pencari kerja. Mahasiswa juga perlu dibekali pola pikir kewirausahaan agar mampu melihat peluang dan menciptakan lapangan pekerjaan. 

Akhirnya, tantangan lulusan Manajemen bukan semata-mata tentang banyak atau sedikitnya lapangan kerja. Persaingan yang semakin terbuka membuat gelar akademik perlu berjalan beriringan dengan kemampuan membaca perubahan, memecahkan masalah, berkomunikasi secara efektif, memanfaatkan teknologi, dan menciptakan peluang.  

Bagi perguruan tinggi, kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah untuk terus menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan zaman. Bagi mahasiswa, gelar Sarjana Manajemen bukan lagi garis akhir, melainkan modal awal untuk terus mengembangkan kompetensi dan memperluas daya tawar di dunia kerja.*

Reporter : Latifah

Sumber : 

Laporan Labor Market Brief yang dirilis LPEM FEB UI pada Juli 2026  : https://lpem.org/ketika-akses-pendidikan-tinggi-bertambah-apakah-pasar-kerja-siap-labor-market-brief-juli-2026/

Statistik Pendidikan Tinggi 2025 : https://kemdiktisaintek.go.id/library/book/statistik-pendidikan-tinggi-2025

Bagikan

Berita Terkait

UNU Jogja Sosialisasikan RIP, Renstra, dan Renop Menuju Kampus Unggul dan Berdaya Saing Global

UNU Jogja Sosialisasikan RIP, Renstra, dan Renop Menuju Kampus Unggul dan Berdaya Saing Global

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 14 Sep, 2026 | Durasi. 3 Menit

UNU Jogja Bekali Mahasiswa melalui Student Impact Bootcamp sebelum Diterjunkan dalam Laboratorium Sosial

UNU Jogja Bekali Mahasiswa melalui Student Impact Bootcamp sebelum Diterjunkan dalam Laboratorium Sosial

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 11 Sep, 2026 | Durasi. 4 Menit

Dari UNU Jogja ke Panggung Global, Mahasiswa PBI dan PGSD Diseminasikan Program English & STEAM pada Konferensi Internasional TEYL

Dari UNU Jogja ke Panggung Global, Mahasiswa PBI dan PGSD Diseminasikan Program English & STEAM pada Konferensi Internasional TEYL

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 8 Sep, 2026 | Durasi. 3 Menit

Dosen UNU Jogja Didorong Tuntaskan RPKPS OBE Jelang Tahun 2026/2027

Dosen UNU Jogja Didorong Tuntaskan RPKPS OBE Jelang Tahun 2026/2027

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 4 Sep, 2026 | Durasi. 3 Menit

Berita Populer

Mahasiswa UNU Jogja Lolos Seleksi Program P2MW dan Peserta KMI Expo XVII Tahun 2026

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 15 Sep, 2026 | Durasi. 3 Menit

Mahasiswa dan Alumni UNU Jogja Ikuti Coinfest Asia 2026, Bersama Techie 90 Negara Tentukan Arah Pengembangan Teknologi dan Industri Digital Dunia

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 26 Aug, 2026 | Durasi. 4 Menit

Frequently Asked Questions (FAQ): BEASISWA TALENTA LESTARI 2026

Diterbitkan oleh Intan Agisti Nila Sari, 21 Jul, 2026 | Durasi. 9 Menit

Mutiara Azzahra Tzabitah Zain Ababil, Mahasiswi Tuli Prodi Teknologi Hasil Pertanian UNU Jogja Raih Juara Harapan I Turnamen Futsal Tuli Antar Klub 2026

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 7 Aug, 2026 | Durasi. 3 Menit