UNU Jogja dan Kanwil Kemenag DIY Matangkan Bimtek Fasilitator dan Bimwin Catin, Dorong Penguatan Program Keluarga Sakinah hingga Jepang, Tiongkok, Korea Selatan, dan Inggris
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 22 Jun, 2026
Est. 3 Menit

Yogyakarta, Indonesia – Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta (UNU Jogja) melalui Fakultas Dirasah Islamiyah (FDI) dan Pusat Studi Kependudukan dan Kesejahteraan Keluarga (Pusdeka) melakukan audiensi dengan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY, Dr. H. Ahmad Bahiej, S.H., M.Hum, untuk mematangkan rencana pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Fasilitator dan Bimbingan Perkawinan Calon Pengantin (Bimwin Catin), Rabu (17/6).
Pertemuan yang berlangsung di Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan Kementerian Agama dalam penguatan program keluarga sakinah yang akan dikembangkan melalui pelaksanaan Bimtek dan Bimwin di lingkungan UNU Jogja.
Audiensi ini dihadiri oleh jajaran Tim Pengelola Program Penguatan Keluarga Sakinah Kementerian Agama RI dari UNU Jogja, yang terdiri atas Dekan FDI Hamdi Ahmad Putra, S.Ag., M.Phil., Koordinator Pusat Studi Sunaji Zamroni, S.Si., M.Si., Direktur Pusdeka Rindang Farihah, serta Penasihat Centre for GEDSI UNU Jogja Wiwin Rohmawati.
Dalam forum tersebut, Kepala Kanwil Kemenag DIY, Dr. H. Ahmad Bahiej, menekankan pentingnya pengembangan program Bimwin dan Bimtek agar tidak hanya berhenti pada level lokal, tetapi juga mampu menjangkau Warga Negara Indonesia (WNI) di luar negeri melalui skema digital. Ia mendorong agar program ini dapat diperluas ke negara-negara dengan konsentrasi WNI tinggi seperti Jepang, Tiongkok, Korea Selatan, dan Inggris.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa sertifikasi Bimtek memiliki potensi strategis sebagai penguatan kompetensi tambahan bagi ASN maupun masyarakat umum. Sertifikat tersebut dapat menjadi dasar bagi seseorang untuk berperan sebagai konsultan keluarga di masyarakat.
“Kompetensi ini bisa menjadi penguatan baru di luar bidang utama seseorang. Termasuk dosen, penyuluh, maupun ASN yang nantinya dapat berperan lebih luas dalam pendampingan keluarga,” demikian arahannya.
Kemenag DIY juga mendorong agar program ini dikembangkan ke berbagai fakultas atau program studi di universitas, seperti Psikologi, Dakwah, dan Syariah, serta dilakukan perluasan jejaring sosialisasi melalui kantor-kantor Kemenag di daerah.
Baca juga : Ratusan Mahasiswa UNU Jogja Ikuti Kuliah Umum Kepemimpinan dan Inovasi untuk Menyongsong Masa Depan
Selain penguatan substansi, konsep pelaksanaan Bimtek dan Bimwin juga didorong untuk lebih kontekstual dan aplikatif. Salah satu gagasan yang mengemuka adalah pengemasan kegiatan berbasis pengalaman lapangan, termasuk pelaksanaan di luar ruang seperti kawasan wisata atau lokasi sosial tertentu yang mendukung proses pembelajaran.
Pendekatan ini mengadopsi konsep rihlah dalam tradisi keilmuan Nahdlatul Ulama, di mana proses pembelajaran tidak hanya berlangsung melalui penyampaian materi di dalam kelas, tetapi juga diperluas melalui pengalaman langsung di lapangan.
Dalam skema ini, peserta dilibatkan dalam pembelajaran berbasis kelompok dengan mengunjungi berbagai lembaga terkait, seperti lembaga perlindungan hak perempuan dan anak, lembaga hukum, serta institusi lain yang relevan, sehingga mereka memperoleh pemahaman yang lebih kontekstual dan aplikatif terhadap materi yang dipelajari.
Baca juga : Alumni Jurusan Farmasi UNU Jogja Berkiprah di Pusat Krisis Kesehatan Regional Jawa Tengah Kemenkes RI
Menanggapi hal tersebut, Direktur Pusdeka UNU Jogja menyampaikan bahwa pihaknya siap menindaklanjuti arahan tersebut dengan pengembangan konsep Bimtek dan Bimwin berbasis daring untuk menjangkau WNI di luar negeri, sekaligus merancang model khas UNU Jogja dalam pelaksanaannya.
Sebagai salah satu kampus di Jogja yang berkomitmen pada pengabdian kepada masyarakat, UNU Jogja turut membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam Bimbingan Teknis Fasilitator dan Bimwin Catin melalui Fakultas Dirasah Islamiyah UNU Jogja. [Latifah]
Bagikan
Berita Terkait

UNU Jogja Bersiap Menjadi Zona KHAS, Perkuat Komitmen Hadirkan Kantin Halal, Aman, dan Sehat
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 26 Jun, 2026 | Durasi. 3 Menit

Decarbonomics Center UNU Jogja bersama PT. Inovasi Karbon Klinik Gagas Pembentukan Pesantren Decarbonization Hub
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 24 Jun, 2026 | Durasi. 4 Menit

Dari Koran Tertua hingga Platform Gen Z, UNU Jogja Perkuat Kolaborasi Media untuk Sebarluaskan Riset Berdampak
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 12 Jun, 2026 | Durasi. 4 Menit
Berita Populer
Seleksi Ketat 1.081 Peserta, Mahasiswi PGSD UNU Jogja Lolos GerakDampak Academy 2026 Indika Foundation dan Angkat Isu Kesehatan Mental Mahasiswa
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 24 Jun, 2026 | Durasi. 2 Menit
Mahasiswa PBI UNU Jogja Raih Dua Prestasi Nasional di NEC 2026, Angkat Isu Etika AI dan Dampak Lingkungan
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 23 Jun, 2026 | Durasi. 3 Menit
Mahasiswi Jurusan Farmasi UNU Jogja Raih Runner Up II dan Best Favorite Duta Kesehatan DIY 2026, Angkat Isu Sanitasi Lingkungan
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 17 Jun, 2026 | Durasi. 4 Menit
Alumni Jurusan Farmasi UNU Jogja Berkiprah di Pusat Krisis Kesehatan Regional Jawa Tengah Kemenkes RI
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 12 Jun, 2026 | Durasi. 2 Menit
