UNU Jogja dan BTPN Syariah Jajaki Kolaborasi Pemberdayaan Masyarakat di DIY
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 11 Aug, 2026
Est. 6 Menit

Yogyakarta, Indonesia – Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta (UNU Jogja) dan BTPN Syariah menjajaki program bersama dan inisiasi pilot project untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat melalui riset dan inovasi produk, pengembangan teknologi tepat guna, digitalisasi usaha, pendampingan pemasaran, perluasan akses pasar, dan layanan sosial-kesehatan masyarakat. Penjajakan tersebut dibahas dalam Workshop Inovasi Berdampak dan Pemberdayaan Masyarakat yang mempertemukan jajaran UNU Jogja dengan BTPN Syariah, Senin (10/8).
Dari UNU Jogja hadir Wakil Rektor Bidang Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Dr. Suhadi, Direktur Pengabdian Masyarakat dan Labsos Joko Susilo, S.IP., CMT., Direktur Penelitian dan Publikasi Irwan Novianto, S.T., M.Eng., Direktur Kerja Sama Filantropi Nissa Lilia Azhari, M.Sc., Dekan Fakultas Teknologi Informasi Dr. Eng. Mochamad Syamsiro, serta Dekan Fakultas Ekonomi Dr. Ir. Suhada, S.T., M.B.A., IPU. Turut hadir sejumlah ketua program studi dan dosen dari Informatika, Manajemen, Farmasi, Teknologi Hasil Pertanian, Agribisnis, dan Teknik Elektro, serta Kepala Unit Halal Center Dr. Fahmaninda Listiyani, B.Ecs. (Hons), MPE. Dari BTPN Syariah hadir Daya Activation & Partnership Head Vini Daru Perdana, S.E., MBA., Elda Sofiana, Daya Partnership Leader dan Ahmad Fadhillah dari Daya Activation & Partnership.
Dalam workshop tersebut, UNU Jogja memaparkan sejumlah potensi pemberdayaan masyarakat yang dapat dikembangkan melalui kolaborasi lintas bidang. Salah satunya adalah pengembangan Desa Wisata Jamu Kiringan, Bantul, yang dikoordinasikan oleh Ketua Program Studi Agribisnis UNU Jogja, Nur Saudah Al Arifah, S.T.P., M.Sc.
Nur Saudah memaparkan pengembangan kelompok usaha jamu, inovasi produk, optimalisasi rumah produksi, hingga pengembangan wisata edukasi. Sejumlah produk yang telah dikembangkan antara lain wedang jeruk berbahan kunyit dan jeruk nipis serta ice cream jamu instan berbasis temulawak.
Pengembangan Kiringan juga diarahkan pada wisata edukasi melalui greenhouse tanaman obat keluarga. Namun, menurut Nur Saudah, pengembangan tersebut masih membutuhkan penguatan sarana produksi, standarisasi mutu, promosi, dan akses pasar agar potensi usaha masyarakat dapat berkembang lebih luas.
Dari sisi keilmuan Farmasi, pengembangan Desa Wisata Jamu Kiringan juga mendapat dukungan melalui analisis kandungan gizi dan zat aktif terhadap produk jamu yang dikembangkan masyarakat. Ketua Program Studi Farmasi UNU Jogja, apt. Muhammad Alfian, M.Farm., mengatakan Program Studi Farmasi berperan dalam menganalisis kadar dan aktivitas produk jamu sebagai bagian dari upaya pengembangan kualitas produk.
Baca juga : Berawal dari Magang, Mahasiswa Informatika UNU Jogja Dipercaya Pimpin Pengembangan Teknologi Startup Medis
Menurut Alfian, hasil analisis tersebut selanjutnya dapat dikembangkan menjadi bahan riset dan publikasi ilmiah. Dengan demikian, keterlibatan Program Studi Farmasi tidak hanya mendukung pengembangan produk dari aspek kualitas dan keamanan, tetapi juga membuka peluang pengembangan jamu masyarakat melalui riset berbasis akademik.
Potensi lainnya disampaikan Ketua Program Studi Teknologi Hasil Pertanian UNU Jogja, Subekti Hartiningsih, S.T.P., M.Sc. Ia memaparkan inovasi pengolahan hasil bersama kelompok usaha masyarakat di Kulonprogo, seperti emping melinjo rendah purin, olahan singkong kemasan vakum, dan briket berbahan limbah melinjo.
Menurut Subekti, kelompok usaha tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama dalam pemasaran, standardisasi produk, ketersediaan peralatan produksi, dan perluasan pasar. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pengembangan produk masyarakat tidak cukup hanya berhenti pada inovasi produk, tetapi juga membutuhkan dukungan agar produk dapat memenuhi standar dan menjangkau konsumen yang lebih luas.
Berbagai potensi tersebut kemudian mendapat respons dari BTPN Syariah. Daya Activation & Partnership Head BTPN Syariah, Vini Daru Perdana, S.E., MBA., mengatakan pengembangan usaha masyarakat perlu dibarengi dengan akses terhadap pengetahuan, pembiayaan, kebutuhan dasar usaha, dan pasar.
Menurut Vini, BTPN Syariah memiliki komunitas perempuan pelaku usaha mikro yang tersebar di berbagai wilayah. Kondisi tersebut membuka peluang untuk menghubungkan komunitas pelaku usaha dengan sumber daya dan kompetensi yang dimiliki UNU Jogja.
Baca jga : Mahasiswa PGSD UNU Jogja Raih Juara II Lomba Cipta Lagu Anak Tingkat Nasional
“Produk yang sudah dikembangkan perlu dipikirkan akses market-nya. Kami berharap dalam program ini ada yang membantu memikirkan bagaimana produk tersebut bisa dipasarkan dan terus berkembang,” kata Vini.
Salah satu kebutuhan yang dapat dikembangkan melalui kolaborasi tersebut, menurut Vini, adalah aplikasi yang menjadi penghubung antara pelaku usaha dan pasar. Aplikasi tersebut dapat membantu pemilik usaha memperkenalkan produk sekaligus membuka akses konsumen terhadap produk yang dihasilkan komunitas.
Kebutuhan tersebut kemudian mendapat respons dari UNU Jogja melalui penguatan aspek pemasaran dan teknologi. Dekan Fakultas Ekonomi UNU Jogja, Dr. Ir. Suhada, S.T., M.B.A., IPU., mengatakan Fakultas Ekonomi memiliki komunitas mahasiswa yang bergerak dalam edukasi pemasaran. Komunitas tersebut dapat dilibatkan untuk membantu pelaku usaha meningkatkan kemampuan pemasaran, termasuk dalam memanfaatkan kanal digital.
Sementara itu, dari sisi teknologi, Dekan Fakultas Teknologi Informasi UNU Jogja, Dr. Eng. Mochamad Syamsiro, melihat peluang pengembangan aplikasi sederhana yang dapat menjadi penghubung antara komunitas usaha dan konsumen. Platform tersebut dapat memuat informasi produk sekaligus mendukung proses pemesanan.
Penguatan pemasaran dan teknologi tersebut nantinya dapat berjalan beriringan dengan pendampingan langsung di lapangan yang diintegrasikan dalam Laboratorium Sosial (Labsos) skema community development oleh mahasiswa dan riset pengabdian dosen. Direktur Pengabdian Masyarakat dan Labsos UNU Jogja, Joko Susilo, S.IP., CMT., mengatakan dosen dan mahasiswa akan dilibatkan dalam program sesuai dengan tematik kluster isu dan kolaborasi lintas disiplin program studi.
Mulai September 2026, mahasiswa semester tujuh dari berbagai program studi di UNU Jogja akan melaksanaan Laboratorium Sosial untuk menginisiasi program berdampak bersama masyarakat. Sebelum penerjunan ke berbagai lokasi, mahasiswa akan mendapatkan penguatan kompetensi melalui bootcamp. Mereka akan mendukung proses pendampingan pelaku usaha yang menjadi shohibul Labsos UNU Jogja dan binaan BTPN Syariah.
Menurut Joko Susilo, keterlibatan dosen dan mahasiswa akan dikoordinasikan bersama program studi agar pendampingan dapat disesuaikan dengan kompetensi akademik sekaligus kebutuhan masyarakat. Dengan pendekatan tersebut, program diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi pelaku usaha, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa melalui pengalaman langsung di masyarakat.
Sebagai penutup, Wakil Rektor UNU Jogja Bidang Penelitian dan Pengabdian, Dr. Suhadi, mengatakan kerja sama antara UNU Jogja dengan BTPN Syariah terbuka untuk dikembangkan dengan melibatkan pihak lain, termasuk lembaga filantropi. Menurutnya, BAZNAS maupun lembaga wakaf dan zakat produktif dapat dilibatkan untuk memperluas dukungan terhadap program pemberdayaan masyarakat.
“Saya melihat peluang kolaborasi antara UNU Jogja dengan BTPN Syariah membuka kerja sama dengan pihak lainnya. Ada lembaga filantropi seperti BAZNAS, maupun lembaga wakaf dan zakat produktif yang bisa dilibatkan untuk menambah dan memperkuat program pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.
Penjajakan tersebut selanjutnya akan ditindaklanjuti melalui program yang melibatkan dosen, mahasiswa, dan komunitas pelaku usaha. Digitalisasi, inovasi produk, pemasaran, riset, serta penguatan akses pasar menjadi sejumlah bidang yang akan dikembangkan bersama UNU Jogja dan BTPN Syariah. [Latifah]
Bagikan
Berita Terkait

Living Labs Banda Neira, Inovasi Kolaboratif UNU Jogja Berikan Dampak Nyata ke Timur Indonesia
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 9 Sep, 2026 | Durasi. 4 Menit

Prodi Agribisnis UNU Jogja dan IPB University Kolaborasi Kembangkan Ekosistem Wakaf Agraria
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 8 Sep, 2026 | Durasi. 4 Menit

UNU Jogja dan INSIMA Gelar Konferensi Internasional, Hadirkan Akademisi dari Benua Asia hingga Eropa
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 7 Sep, 2026 | Durasi. 4 Menit

Dosen UNU Jogja Jadi Narasumber dalam Pelatihan Penyusunan RPS Berbasis OBE di Fakultas Agama Islam Universitas Islam Lamongan
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 2 Sep, 2026 | Durasi. 4 Menit
Berita Populer
Mahasiswa UNU Jogja Lolos Seleksi Program P2MW dan Peserta KMI Expo XVII Tahun 2026
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 15 Sep, 2026 | Durasi. 3 Menit
Mahasiswa dan Alumni UNU Jogja Ikuti Coinfest Asia 2026, Bersama Techie 90 Negara Tentukan Arah Pengembangan Teknologi dan Industri Digital Dunia
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 26 Aug, 2026 | Durasi. 4 Menit
Frequently Asked Questions (FAQ): BEASISWA TALENTA LESTARI 2026
Diterbitkan oleh Intan Agisti Nila Sari, 21 Jul, 2026 | Durasi. 9 Menit
Mutiara Azzahra Tzabitah Zain Ababil, Mahasiswi Tuli Prodi Teknologi Hasil Pertanian UNU Jogja Raih Juara Harapan I Turnamen Futsal Tuli Antar Klub 2026
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 7 Aug, 2026 | Durasi. 3 Menit
