UNU Jogja Siapkan Pilot Project Madrasah Unggulan Bilingual Bersama Madrasah Ibtidaiyah NU di Bantul
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 3 Jul, 2026
Est. 3 Menit

Yogyakarta, Indonesia – Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta (UNU Jogja) bersiap mengembangkan pilot project madrasah unggulan bilingual di Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai tindak lanjut hasil riset Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU DIY) mengenai inisiasi sekolah unggulan NU.
Persiapan program tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang dihadiri Direktur Pengabdian kepada Masyarakat dan Laboratorium Sosial (Labsos) UNU Jogja Joko Susilo, tim Labsos Yusnita Ike Christanti dan Saeroni, Direktur Akademik Harisna Hikmah, Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Khusnul Harsul, Direktorat Kerja Sama Strategis Tri Yuliani, perwakilan Lakpesdam NU Bantul Umi Masruroh, serta tim MI Ma'arif Giriloyo II Bantul, yaitu Afif Zuyyina dan Nurul.
Program tersebut direncanakan akan dilaksanakan melalui kolaborasi antara Madrasah Ibtidaiyah NU terpilih, LP Ma'arif NU Bantul, dan UNU Jogja. Pengembangannya diintegrasikan ke dalam program Living Labs (Labsos) UNU Jogja sebagai bagian dari roadmap strategis pengabdian kepada masyarakat Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UNU Jogja.
Baca juga : Perpustakaan UNU Jogja Jadi Rujukan Studi Banding UNSIQ Wonosobo Jelang Akreditasi
Direktur Labsos UNU Jogja, Joko Susilo, mengatakan bahwa program ini merupakan implementasi pendekatan Living Labs yang dikembangkan UNU Jogja, yaitu menghadirkan ekosistem inovasi terbuka oleh kampus yang bekerja bersama multipihak termasuk masyarakat dan sekolah dalam menginisiasi inovasi yang menjawab kebutuhan nyata di lapangan dan dampak berkelanjutan.
"Pilot project ini menjadi langkah awal membangun model kolaborasi antara perguruan tinggi, Madrasah Ibtidaiyah (MI) di bawah naungan LP Ma'arif NU. Melalui pendekatan Living Labs, kami ingin memastikan inovasi yang dikembangkan tidak hanya berbasis kajian akademik, tetapi juga lahir dari kebutuhan sekolah dan dapat memberikan dampak yang berkelanjutan. Harapannya, model ini dapat direplikasi di madrasah lain sebagai bagian dari penguatan ekosistem pendidikan NU," ujarnya.
Program rintisan madrasah unggulan bilingual ini akan mencakup berbagai kegiatan penguatan kapasitas sekolah, di antaranya inisiasi kelas bilingual Bahasa Inggris dan Bahasa Arab melalui pengembangan kompetensi guru, penyusunan kurikulum, serta penguatan program pembelajaran.
Selain itu, akan diselenggarakan workshop peningkatan kapasitas guru, pengembangan kelas public speaking dan English Club bagi siswa, pembuatan media pembelajaran interaktif, hingga pendampingan tata kelola kelembagaan dan transformasi digital sekolah.
Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan UNU Jogja, Mustaghfiroh Rahayu, menjelaskan bahwa Fakultas Ilmu Pendidikan akan mengambil peran dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia di madrasah melalui pendampingan yang terintegrasi, mulai dari peningkatan kompetensi guru, pengembangan kurikulum, hingga penguatan manajemen sekolah.
"Bagi kami, pemberdayaan pendidikan tidak cukup hanya melalui pelatihan sesaat. Yang lebih penting adalah membangun sistem yang mampu meningkatkan kompetensi pendidik dan memperkuat tata kelola sekolah secara berkelanjutan. Melalui kolaborasi ini, FIP UNU Jogja ingin menghadirkan pendampingan yang berdampak sehingga madrasah memiliki kapasitas untuk terus berkembang secara mandiri," tuturnya.
Pelaksanaan program akan dikoordinasikan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) UNU Jogja di bawah kepemimpinan Ketua Program Studi, Khusnul Harsul, bersama tim dosen lintas program studi dan unit di lingkungan UNU Jogja yang akan terlibat sesuai bidang keahlian masing-masing.
Pilot project dijadwalkan mulai berjalan pada September 2026 di tiga madrasah, yaitu MI Giriloyo, MI Sambeng, dan MI Sananul Ula. Ketiga madrasah tersebut diharapkan menjadi model awal pengembangan madrasah unggulan bilingual yang dapat direplikasi di madrasah NU lainnya di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Sebagai kampus di Jogja yang berorientasi pada pengabdian kepada masyarakat, UNU Jogja berkomitmen dalam memperkuat peran perguruan tinggi sebagai mitra strategis masyarakat. Melalui sinergi antara kampus, lembaga pendidikan, dan organisasi masyarakat, program ini diharapkan mampu melahirkan inovasi pendidikan yang berdampak langsung pada peningkatan mutu pembelajaran, pengembangan kompetensi guru, serta kesiapan peserta didik menghadapi tantangan global tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan ke-NU-an. [Latifah]
Bagikan
Berita Terkait

UNU Jogja Buka Pendaftaran Bimtek Fasilitator Bimwin Catin, Cetak Pendamping Keluarga Sakinah yang Profesional
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 9 Jul, 2026 | Durasi. 2 Menit

UNU Jogja Buka Walk in Interview Dosen Tetap 2026 untuk Program Studi S2 Studi Islam
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 9 Jul, 2026 | Durasi. 2 Menit

UNU Jogja Bersama NU Care-LAZISNU DIY Siapkan Program Inkubasi Bisnis bagi UMKM DIY
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 10 Jun, 2026 | Durasi. 3 Menit

Tiga Pustakawan UNU Jogja Dipercaya Duduki Kepengurusan Organisasi Profesi Perpustakaan
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 8 Jul, 2026 | Durasi. 2 Menit
Berita Populer
UNU Jogja Raih Terbaik 1 Anugerah Kerja Sama Diktisaintek LLDIKTI Wilayah V 2026
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 8 Jul, 2026 | Durasi. 3 Menit
Abdul Latif, Mahasiswa Informatika UNU Jogja Raih Juara II Lomba Desain Poster Peksimiprov DIY 2026 Peksimiprov DIY 2026
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 6 Jul, 2026 | Durasi. 2 Menit
UNU Jogja Juara 1 untuk Pengelolaan Laman di Anugerah Humas Diktisaintek LLDIKTI Wilayah V
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 3 Jul, 2026 | Durasi. 4 Menit
Runner Up IV Putri Budaya Yogyakarta 2026, Mahasiswa Farmasi UNU Jogja Ajak Generasi Muda Berani Lestarikan Budaya
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 29 Jun, 2026 | Durasi. 4 Menit
