Dosen UNU Jogja Raih UIII Collaborative Research Grant 2026 untuk Teliti Dinamika Care Berbasis Gender di Sekolah Islam Indonesia dan Singapura
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 1 Jul, 2026
Est. 3 Menit

Yogyakarta, Indonesia – Peran pendampingan, dukungan emosional, dan pengasuhan dalam lingkungan pendidikan seringkali menjadi fondasi penting bagi proses belajar, namun kerap luput dari perhatian dalam kajian akademik. Berangkat dari isu tersebut, dosen Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta (UNU Jogja), Rahayu Rizky, berhasil memperoleh UIII Collaborative Research Grant 2026 untuk melaksanakan penelitian kolaboratif mengenai praktik gendered care labor atau kerja perawatan berbasis gender di lembaga pendidikan Islam di Indonesia dan Singapura.
Penelitian ini didukung oleh Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) melalui skema Collaborative Research Grant 2026. Rahayu Rizky berkolaborasi dengan Dr. Nor Ismah, Postdoctoral Fellow di Asia Research Institute, National University of Singapore (NUS), serta Alpha Amirrachman, PhD, Head of Quality Assurance & Deputy Director of ITS di Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII).
Baca juga : UNU Jogja Kembangkan Inovasi Produk Herbal untuk Memperkuat Keberlanjutan Desa Wisata Jamu Kiringan
"Kolaborasi dengan peneliti dari UIII dan National University of Singapore memberikan kesempatan untuk melihat praktik pendidikan dari konteks yang berbeda. Perbandingan ini diharapkan menghasilkan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai bagaimana budaya, kebijakan, dan relasi sosial mempengaruhi praktik care di lingkungan sekolah,” ungkap Rahayu Rizky.
Penelitian bertajuk "Gendered Care Labor Across Contexts" akan membandingkan praktik kerja perawatan (care) di dua lembaga pendidikan Islam, yaitu MAN Insan Cendekia Serpong di Indonesia dan Madrasah Al-Arabiah Al-Islamiah di Singapura.
Alih-alih hanya mengkaji kurikulum atau sistem kelembagaan, penelitian ini menyoroti berbagai bentuk kerja yang sering kali tidak terlihat dalam kehidupan sekolah, seperti pendampingan siswa, dukungan emosional, pembinaan karakter, hingga upaya membangun komunitas pendidikan yang saling peduli. Melalui pendekatan komparatif, tim peneliti ingin memahami bagaimana praktik care diorganisasi, diharapkan, dan dijalankan dalam konteks sosial, budaya, dan kebijakan pendidikan yang berbeda.
Baca juga : Bangun Budaya Kampus Tangguh Bencana, UNU Jogja Perkuat Sistem Proteksi Kebakaran Bersama BPBD DIY
Nor Ismah menjelaskan, praktik care merupakan bagian penting dari kehidupan sekolah, tetapi seringkali belum memperoleh perhatian yang memadai dalam penelitian maupun pengambilan kebijakan pendidikan.
"Kami ingin memahami bagaimana praktik pendampingan dan pengasuhan di lingkungan sekolah dijalankan oleh para pendidik serta bagaimana peran tersebut dipengaruhi oleh konteks sosial, budaya, dan konstruksi gender di masing-masing negara. Dengan mempertemukan pengalaman Indonesia dan Singapura, kami berharap penelitian ini dapat memberikan perspektif baru mengenai pentingnya kerja perawatan dalam membangun komunitas pendidikan yang inklusif," ujarnya.
Melalui penelitian ini, tim berharap dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian pendidikan, kesetaraan gender, dan kebijakan yang lebih responsif terhadap aspek kesejahteraan serta relasi antar manusia di lingkungan sekolah. Hasil penelitian juga diharapkan memperkaya diskursus mengenai bagaimana lembaga pendidikan membentuk, sekaligus dibentuk oleh, individu-individu yang menjalankan praktik care setiap hari.
Baca juga : Belajar dari Pemadaman Listrik: Dosen UNU Jogja Jelaskan Mengapa Pemulihan Membutuhkan Waktu
Selain menghasilkan luaran akademik, penelitian ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi riset lintas negara antara Indonesia dan Singapura. Kolaborasi tersebut membuka ruang pertukaran perspektif akademik mengenai pendidikan Islam, gender, dan praktik pengasuhan dalam masyarakat yang memiliki latar sosial dan budaya berbeda.
Keberhasilan memperoleh UIII Collaborative Research Grant 2026 sekaligus mencerminkan komitmen UNU Jogja dalam mendorong budaya riset yang kolaboratif, relevan dengan isu-isu global, dan berdampak bagi masyarakat. Melalui kerja sama dengan peneliti dari UIII dan National University of Singapore, UNU Jogja terus memperluas jejaring akademik internasional sekaligus memperkuat kontribusi keilmuan Indonesia dalam menjawab berbagai tantangan pendidikan kontemporer. [Latifah]
Bagikan
Berita Terkait

Mahasiswa Manajemen UNU Jogja Gelar Inklusif Inspire, Dukung Pengembangan Potensi Anak Penyandang Disabilitas
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 16 Jul, 2026 | Durasi. 3 Menit

Dosen UNU Jogja Resmi Sandang Gelar Profesi Insinyur, Perkuat Kompetensi Akademik
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 15 Jul, 2026 | Durasi. 3 Menit

Belajar dari Kasus Penyekapan Perempuan di Jawa Barat: Mengapa Penting Mengenali Tanda-Tanda Kekerasan dalam Relasi?
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 2 Jul, 2026 | Durasi. 4 Menit
-1782888641750.png?alt=media&token=134096a3-810f-4d92-a4e1-d18d14fd78c6)
Dr. Nur Hidayah, Dosen SII UNU Jogja, Raih Hibah Visiting Research LPTNU untuk Teliti Invisibilitas Maturidiyah di Pesantren Nusantara
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 1 Jul, 2026 | Durasi. 3 Menit
Berita Populer
UNU Jogja Raih Terbaik 1 Anugerah Kerja Sama Diktisaintek LLDIKTI Wilayah V 2026
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 8 Jul, 2026 | Durasi. 3 Menit
Abdul Latif, Mahasiswa Informatika UNU Jogja Raih Juara II Lomba Desain Poster Peksimiprov DIY 2026 Peksimiprov DIY 2026
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 6 Jul, 2026 | Durasi. 2 Menit
UNU Jogja Juara 1 untuk Pengelolaan Laman di Anugerah Humas Diktisaintek LLDIKTI Wilayah V
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 3 Jul, 2026 | Durasi. 4 Menit
Runner Up IV Putri Budaya Yogyakarta 2026, Mahasiswa Farmasi UNU Jogja Ajak Generasi Muda Berani Lestarikan Budaya
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 29 Jun, 2026 | Durasi. 4 Menit
